• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

Siapa Nama Fir’aun Zaman Nabi Musa? Ini 2 Kandidatnya

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
10 bulan yang lalu
in Sejarah, Fakta Unik
0
Image: Julia Goddard/Armstrong Institute of Biblical Archaeology

Image: Julia Goddard/Armstrong Institute of Biblical Archaeology

18
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Banyak di antara kita mungkin masih percaya bahwa Fir’aun adalah sosok raja yang kejam, otoriter, dan sangat menindas. Namun tahukah kamu? Terdapat sedikitnya dua nama yang diidentifikasi sebagai Fir’aun yang kemungkinan hidup pada era Nabi Musa. Gambaran negatif tentang Fir’aun zaman Nabi Musa mungkin hanya mencerminkan segelintir dari ratusan penguasa yang pernah memimpin Mesir kuno.

Loh kok ratusan? Bukankah hanya ada satu Fir’aun?

Kandidat Fir’aun Zaman Nabi Musa

Siapa Nama Fir'aun Zaman Nabi Musa? Ini 2 Kandidatnya
Image: BBC Magazine

Julukan Fir’aun merujuk pada Raja atau Pemimpin di era Mesir Kuno. Dalam konteks ini, Fir’aun dapat dikatakan berati Raja dalam bahasa Mesir. Jumlah para Fir’aun sendiri mencapai ratusan, sementara Mesir sendiri mengalami sekitar 33 periode pemerintahan di bawah kekuasaan Fir’aun. Fir’aun pertama yang tercatat adalah Teyew, yang berkuasa pada masa dinasti awal di Mesir Hilir. Di masa lalu, Mesir terbagi menjadi dua bagian, yaitu Mesir Hilir dan Mesir Hulu.

Fir’aun pertama dari Dinasti Awal yang berasal dari Mesir Hulu adalah Serket I. Kemudian, Raja Menes dari Thebes berhasil menyatukan Mesir Hilir dan Hulu, merintis era yang dikenal sebagai Dinasti Pertama, di mana masyarakat dari kedua bagian Mesir kuno ini bersatu.

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

Selama berabad-abad, banyak Fir’aun yang memimpin, dan Ptolemeus XV menjadi yang terakhir di Dinasti Ptolemeus. Ia adalah putra Cleopatra VII dan Julius Caesar, meskipun Julius Caesar tidak pernah mengakui paternitasnya. Ptolemeus juga dikenal dengan nama Caesar kecil.

Artikel kali ini akan mengupas para kandidat Fir’aun zaman Nabi Musa, yang terkenal karena kisahnya yang tenggelam di Laut Merah saat mengejar Nabi Musa beserta para pengikutnya.

Lalu, siapakah sosok-sosok yang mungkin diidentifikasi sebagai Fir’aun zaman Nabi Musa dan terlibat dalam peristiwa tenggelam di Laut Merah?

1. Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)

Siapa Nama Fir'aun Zaman Nabi Musa? Ini 2 Kandidatnya
Image: cleopatraegypttours

Ia dikenal juga sebagai Ozymandias atau Ramses yang Agung. Ramses II adalah Fir’aun ketiga dari dinasti ke-19, anak dari Seti I dan Ratu Tuya. Ia diakui sebagai salah satu Fir’aun terkuat dan terkemuka dalam sejarah Mesir Kuno. Di bawah kepemimpinannya, ia melaksanakan ekspedisi ke wilayah Israel, Suriah, dan Lebanon, serta memimpin penjelajahan ke Nubia. Saat menyerang Suriah, ia bertentangan dengan pangeran Canaanite dan dapat mengalahkannya.

Selama 66 tahun masa pemerintahannya, ia berkontribusi pada banyak proyek pembangunan monumen dan struktur monumental yang masih bisa ditemukan hingga saat ini. Ia juga melatih sejumlah besar pasukan serang untuk memperkuat angkatan bersenjata kerajaannya. Dalam hal pertahanan, ia menekankan kemampuan militernya, menciptakan kekuatan yang tangguh. Selain itu, Ramses II meningkatkan jumlah budak untuk mendorong pertanian di zamannya.

2. Merneptah (1213 SM-1203 SM)

Siapa Nama Fir'aun Zaman Nabi Musa? Ini 2 Kandidatnya
Image: Wikipedia

Setelah Ramses II mengakhiri masa pemerintahannya, posisi kekuasaan beralih kepada putranya, Merneptah. Selama periode pemerintahan Ramses II, Merneptah menjabat sebagai Panglima Militer. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia sebaya dengan Musa dan merupakan saudara tirinya.

Ia adalah pemimpin keempat Dinasti ke-19, dan memerintah Mesir selama sepuluh tahun. Sayangnya, tidak banyak yang dapat diperoleh dari catatan sejarah mengenai Mernepthah. Namun, berdasarkan Prasasti Merneptah, yang dikenal sebagai Merneptah Steele, ia tercatat pernah melakukan ekspedisi ke Libya.

Ada kemungkinan ini dilakukan karena Libya sebelumnya telah berada di bawah kekuasaan Ramses II, yang merupakan ayahnya. Prasasti bersejarah ini ditemukan oleh Flinders Petrie pada tahun 1896 di Thebes.

Penemuan Mumi Fir’aun

Image: Istimewa

Penelitian menarik dilakukan oleh Maurice Bucaille terhadap mumi Mernepthah, yang ditemukan oleh Victor Loret di Thebes pada tahun 1898. Bersama timnya, Bucaille berhasil mengidentifikasi penyebab kematian Fir’aun Mernepthah melalui metode radiografi, thorax, dan endoskopi untuk mendapatkan rincian menyeluruh mengenai jenazah tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mumi tersebut mengandung sisa-sisa garam mineral laut yang menyelimuti seluruh tubuhnya, yang menunjukkan bahwa ia telah terawetkan dengan baik. Ini mengindikasikan bahwa mumi tersebut mungkin mati karena tenggelam di laut. Profesor Bucaille kemudian menerbitkan laporannya melalui buku yang berjudul Les momies des Pharaons et la médecine (Mumi Fir’aun: Sebuah Penelitian Medis Modern).

Dengan hasil penelitian ini, spekulasi mengenai siapa Fir’aun zaman Nabi Musa yang tenggelam di Laut Merah mendapatkan teori baru, Merneptah-lah yang terjerat ombak saat mengejar Musa beserta para pengikutnya. Namun, masih ada segelintir orang yang berpegang pada keyakinan bahwa Ramses II lah yang seharusnya dianggap sebagai sosok Fir’aun zaman Nabi Musa yang tenggelam dalam peristiwa tersebut.


Baca Juga:

  • Sejarah Muhammadiyah, Gerakan Dakwah Islam Berkemajuan
  • Nabi Musa Tak Tahu Laut akan Terbelah saat Tongkat Dipukul ke Laut
  • Kisah Pak AR Fachruddin Menjadi Imam Tarawih Warga NU dengan 11 Rakaat

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Fir'aunmuhammadiyahmusaNabi Musasains
Share7Tweet5Share1
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Jolly Roger One Piece, Budaya Pop yang Satire Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Mengungkap keterkaitan Islam, energi, dan frekuensi antara keyakinan spiritual serta perspektif ilmiah modern. (foto: ilustrasi/shutterstock.com)

Benarkah Zikir Mengubah Energi Tubuh? Rahasia Hubungan Islam, Frekuensi, dan Getaran yang Jarang Dibahas

31 Mei 2026
PSG Juara dengan drama adu finalti. (foto: Istimewa)

Dari Gol Cepat Havertz hingga Tangisan Adu Penalti: Final Liga Champions PSG vs Arsenal

31 Mei 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan