Rencana percepatan rehabilitasi Masjid Darul Arqom, Kota Pasuruan, mendadak terhambat pada Sabtu pagi (16/5/2026). Para pekerja yang tengah asyik melakukan pengecatan dan perbaikan struktur kubah kecil dikejutkan dengan temuan yang tidak terduga: sebuah sarang tawon berukuran cukup besar yang menggantung dan bersembunyi rapi di dalam lubang ventilasi kubah.
Kejadian bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika tim rehab mulai membongkar area plafon dan dinding di sisi timur kubah kecil. Seorang pekerja yang hendak membersihkan celah sempit di antara kerangka kubah tiba-tiba mendengar suara dengung keras. Saat didekati, tampak puluhan tawon dewasa keluar-masuk melalui lubang kecil, menandakan bahwa sarang tersebut sudah terbentuk cukup lama dan telah dihuni oleh koloni yang aktif.
“Saya kaget setengah mati. Tadinya saya kira hanya debu atau sarang burung, tapi begitu saya sentuh dengan gagang sapu, langsung keluar tawon-tawon. Saya mundur cepat, untung tidak tersengat,” ujar Ahmad (45), salah satu pekerja rehab yang pertama kali menemukan sarang tersebut.
Seraya ingin melanjutkan pengerjaan kubah kecil, tim pekerja sepakat untuk menghentikan aktivitas di area tersebut demi keselamatan bersama. Mereka segera melapor ke Takmir Masjid Darul Arqom yang saat itu sedang memantau proyek rehab dari ruang sekretariat.
Takmir Masjid, KH. Ma’ruf Zain, langsung menerima laporan dengan serius. Mengingat sarang tawon berada tepat di area yang akan direnovasi dan bisa membahayakan pekerja serta jamaah yang sesekali datang untuk salat sunah, ia segera mengambil langkah cepat. Tanpa menunggu lama, pihak takmir menghubungi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Pasuruan untuk meminta bantuan evakuasi dan pembersihan sarang tawon secara profesional.
Kurang dari 30 menit setelah laporan diterima, empat personel gabungan dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pasuruan tiba di lokasi. Mereka membawa peralatan lengkap, termasuk baju pelindung anti-sengat, tabung insektisida semprot jarak jauh, serta tangga lipat untuk menjangkau lubang kubah setinggi kurang lebih 4 meter.
Dalam evakuasi tersebut, “Setibanya kami di lokasi, kami langsung melakukan asesmen. Ternyata sarang tawon jenis polistes (tawon kertas) ini sudah cukup besar, diameternya sekitar 40 sentimeter, menempel di dinding dalam lubang kubah kecil. Posisinya cukup strategis tapi berbahaya karena berada di atas jalur lalu lintas pekerja. Kami melakukan penyemprotan insektisida secara bertahap sambil memastikan tidak ada pekerja di area ring satu. Proses pembersihan memakan waktu sekitar 45 menit karena kami harus membongkar sedikit seng bagian luar kubah agar sarang bisa terjangkau dan diambil seluruhnya. Alhamdulillah, tidak ada korban sengatan, dan seluruh sarang berhasil kami musnahkan dengan aman.“ Ujar Sony salah satu anggota damkar
Sony juga menambahkan bahwa timnya menyemprotkan cairan anti-tawon di sekitar lubang bekas sarang untuk mencegah koloni baru kembali membangun rumah di tempat yang sama. Pihaknya mengimbau agar takmir masjid segera menutup lubang-lubang kecil di kubah yang tidak berfungsi menggunakan kawat nyamuk atau semen agar tawon tidak mudah masuk kembali.
Setelah dinyatakan aman oleh tim BPBD, proyek rehab Masjid Darul Arqom dilanjutkan kembali pada siang harinya. Pekerja memasang papan peringatan sementara di area bekas sarang untuk antisipasi.
Takmir Masjid Darul Arqom menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPBD dan Damkar Kota Pasuruan atas respons cepat dan tindakan profesional yang telah diberikan. Pihak masjid berencana memasang plester pada semua celah-celah struktur bangunan tua sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengelola masjid dan proyek bangunan, agar selalu melakukan inspeksi menyeluruh pada bagian-bagian tersembunyi sebelum memulai pekerjaan rehabilitasi. Sarang tawon bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa jika tidak ditangani dengan prosedur yang benar.
Editor: Marjoko















Trmksh
Trmksh