• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Khutbah

Jangan Biarkan Sepotong Haram Menahan Doa di Langit

Wildan Miftahul Ilmi oleh Wildan Miftahul Ilmi
4 minggu yang lalu
in Khutbah
0
3
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Tanggal : 8 Mei 2026
Lokasi: Masjid Darul Arqom Panggungrejo Kota Pasuruan
Khatib : Anas Najamuddin Fakhri Santri SPEAM Kelas XII Asal Malang

Mukadimah Khutbah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Related Post

Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

29 Mei 2026
Khutbah Idul Adha menekankan akal sehat, ketauhidan, kepedulian sosial, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS (Foto: Firnas/pasmu.id

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan Tekankan Pencarian Ketuhanan dan Nilai Sosial Qurban

27 Mei 2026

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

27 Mei 2026

Lima Anak Panti Darul Arqom Lulus SMK MUTU, Siap Lanjut Kuliah dan Bekerja

23 Mei 2026

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Isi Khutbah Pertama

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu bentuk takwa yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga apa yang masuk ke dalam perut kita dan apa yang kita bawa pulang untuk keluarga kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah dan syubhat. Sebuah zaman di mana batas antara yang hak dan yang batil sering kali dikaburkan oleh kepentingan duniawi. Rasulullah SAW jauh-jauh hari telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi mempedulikan dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram.” (HR. Bukhari)

Hari ini, tantangan mencari nafkah yang halal sungguh luar biasa. Godaan untuk “memotong jalan” ada di mana-mana. Mulai dari praktik suap demi jabatan, manipulasi timbangan atau data dalam berdagang, hingga jeratan pinjaman ribawi yang dibalut dengan istilah-istilah yang menggiurkan.

Mengapa kita harus bersikeras mencari yang halal?

Pertama, harta yang halal adalah syarat dikabulkannya doa. Rasulullah SAW bersabda tentang seorang laki-laki yang berpergian jauh, rambutnya kusut, penuh debu, lalu menengadahkan tangan ke langit sambil berseru, “Ya Rabb, Ya Rabb!” Namun, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka Rasulullah bertanya: “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).

Bayangkan, kita sudah lelah beribadah, namun doa-doa kita tertahan di langit hanya karena ada seteguk minuman atau sesuap nasi haram yang mendarah daging dalam tubuh kita.

Kedua, harta haram adalah penghalang keberkahan. Mungkin secara angka, harta dari jalan haram terlihat besar dan cepat terkumpul. Namun, ia tidak akan pernah membawa ketenangan. Harta haram sering kali “habis” untuk hal-hal yang tidak terduga: penyakit yang tak kunjung sembuh, kerusakan barang yang terus-menerus, hingga anak-anak yang sulit diatur dan jauh dari agama.

Sebaliknya, harta yang sedikit namun halal menenangkan jiwa dan melahirkan generasi yang shalih dan shalihah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Janganlah kita merasa takut akan kekurangan rezeki yang halal. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Thalaq ayat 2-3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

Setiap kita sudah ditentukan jatah rezekinya. Tidak akan ada satu jiwa pun yang mati sebelum jatah rezekinya habis di dunia ini. Maka janganlah kita mengejar jatah rezeki dengan cara yang maksiat hanya karena merasa rezeki datangnya lambat.

Lantas, bagaimana caranya agar kita tetap teguh di jalur yang halal?

  1. Perkuat qana’ah: Merasa cukup dengan apa yang ada. Sifat rakus adalah pintu utama masuknya harta haram.
  2. Pahami ilmu muamalah: Banyak orang terjerumus haram karena tidak tahu. Pelajari mana transaksi yang mengandung riba, gharar (penipuan), atau kezaliman.
  3. Ingat pertanggungjawaban: Setiap rupiah yang kita miliki akan ditanya dua hal: dari mana didapat dan ke mana dibelanjakan.

Semoga Allah SWT menjaga tangan kita dari mengambil yang bukan hak kita, menjaga perut kita dari makanan yang syubhat dan haram, serta memberikan keberkahan pada setiap keringat yang kita teteskan untuk mencari rida-Nya.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sebagai penutup khutbah ini, mari kita renungkan satu hal: Dunia ini hanya sebentar. Harta yang kita kumpulkan dengan cara haram mungkin bisa membelikan kita kemewahan di dunia, namun ia akan menjadi beban yang sangat berat di akhirat kelak.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih berhak baginya.” (HR. Tirmidzi)

Marilah kita saling mengingatkan dalam keluarga kita. Jangan biarkan istri dan anak-anak kita mengonsumsi hasil dari ketidakjujuran. Lebih baik hidup sederhana namun dalam naungan rida Allah, daripada hidup mewah namun dalam murka-Nya.

Mari kita berdoa agar Allah senantiasa membimbing hati kita untuk tetap berada di jalan yang lurus.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَقِنَا شَرَّ مَا كَسَبَتْ أَيْدِينَا مِنَ الْحَرَامِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: darul arqomjumatkhutbahSPEAM
Share1Tweet1Share
Wildan Miftahul Ilmi

Wildan Miftahul Ilmi

Related Posts

Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)
Khutbah

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

oleh Firnas Muttaqin
29 Mei 2026
Khutbah Idul Adha menekankan akal sehat, ketauhidan, kepedulian sosial, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS (Foto: Firnas/pasmu.id
Kabar

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan Tekankan Pencarian Ketuhanan dan Nilai Sosial Qurban

oleh Firnas Muttaqin
27 Mei 2026
Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

oleh Marjoko
27 Mei 2026
Next Post
Tiga nyawa melayang di atas geladak MV Hodius. Hantavirus bukan sekadar nama asing dalam jurnal ilmiah — ia sudah mengetuk pintu dunia nyata, dan kita belum tentu siap.

Kapal Pesiar, Tikus, dan Ancaman yang Kita Remehkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan