Tanggal : 8 Mei 2026
Lokasi: Masjid Darul Arqom Panggungrejo Kota Pasuruan
Khatib : Anas Najamuddin Fakhri Santri SPEAM Kelas XII Asal Malang
Mukadimah Khutbah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Isi Khutbah Pertama
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu bentuk takwa yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga apa yang masuk ke dalam perut kita dan apa yang kita bawa pulang untuk keluarga kita.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah dan syubhat. Sebuah zaman di mana batas antara yang hak dan yang batil sering kali dikaburkan oleh kepentingan duniawi. Rasulullah SAW jauh-jauh hari telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits:
“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi mempedulikan dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram.” (HR. Bukhari)
Hari ini, tantangan mencari nafkah yang halal sungguh luar biasa. Godaan untuk “memotong jalan” ada di mana-mana. Mulai dari praktik suap demi jabatan, manipulasi timbangan atau data dalam berdagang, hingga jeratan pinjaman ribawi yang dibalut dengan istilah-istilah yang menggiurkan.
Mengapa kita harus bersikeras mencari yang halal?
Pertama, harta yang halal adalah syarat dikabulkannya doa. Rasulullah SAW bersabda tentang seorang laki-laki yang berpergian jauh, rambutnya kusut, penuh debu, lalu menengadahkan tangan ke langit sambil berseru, “Ya Rabb, Ya Rabb!” Namun, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka Rasulullah bertanya: “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).
Bayangkan, kita sudah lelah beribadah, namun doa-doa kita tertahan di langit hanya karena ada seteguk minuman atau sesuap nasi haram yang mendarah daging dalam tubuh kita.
Kedua, harta haram adalah penghalang keberkahan. Mungkin secara angka, harta dari jalan haram terlihat besar dan cepat terkumpul. Namun, ia tidak akan pernah membawa ketenangan. Harta haram sering kali “habis” untuk hal-hal yang tidak terduga: penyakit yang tak kunjung sembuh, kerusakan barang yang terus-menerus, hingga anak-anak yang sulit diatur dan jauh dari agama.
Sebaliknya, harta yang sedikit namun halal menenangkan jiwa dan melahirkan generasi yang shalih dan shalihah.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Janganlah kita merasa takut akan kekurangan rezeki yang halal. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Thalaq ayat 2-3:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
Setiap kita sudah ditentukan jatah rezekinya. Tidak akan ada satu jiwa pun yang mati sebelum jatah rezekinya habis di dunia ini. Maka janganlah kita mengejar jatah rezeki dengan cara yang maksiat hanya karena merasa rezeki datangnya lambat.
Lantas, bagaimana caranya agar kita tetap teguh di jalur yang halal?
- Perkuat qana’ah: Merasa cukup dengan apa yang ada. Sifat rakus adalah pintu utama masuknya harta haram.
- Pahami ilmu muamalah: Banyak orang terjerumus haram karena tidak tahu. Pelajari mana transaksi yang mengandung riba, gharar (penipuan), atau kezaliman.
- Ingat pertanggungjawaban: Setiap rupiah yang kita miliki akan ditanya dua hal: dari mana didapat dan ke mana dibelanjakan.
Semoga Allah SWT menjaga tangan kita dari mengambil yang bukan hak kita, menjaga perut kita dari makanan yang syubhat dan haram, serta memberikan keberkahan pada setiap keringat yang kita teteskan untuk mencari rida-Nya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebagai penutup khutbah ini, mari kita renungkan satu hal: Dunia ini hanya sebentar. Harta yang kita kumpulkan dengan cara haram mungkin bisa membelikan kita kemewahan di dunia, namun ia akan menjadi beban yang sangat berat di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih berhak baginya.” (HR. Tirmidzi)
Marilah kita saling mengingatkan dalam keluarga kita. Jangan biarkan istri dan anak-anak kita mengonsumsi hasil dari ketidakjujuran. Lebih baik hidup sederhana namun dalam naungan rida Allah, daripada hidup mewah namun dalam murka-Nya.
Mari kita berdoa agar Allah senantiasa membimbing hati kita untuk tetap berada di jalan yang lurus.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَقِنَا شَرَّ مَا كَسَبَتْ أَيْدِينَا مِنَ الْحَرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.













