Pasuruan – Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak dibentuk, kepengurusan Takmir Masjid Baitul Huda mulai menunjukkan dampak signifikan bagi kehidupan keagamaan masyarakat sekitar. Pembentukan takmir ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan kelanjutan semangat almarhum H. Saiful Hadi yang wafat pada awal bulan Ramadhan lalu.
Sejak awal, pengurus takmir menetapkan sejumlah prioritas strategis yang berfokus pada tata kelola, perbaikan fasilitas, serta peningkatan kualitas layanan kepada jamaah.
Dari sisi keuangan, takmir mengambil langkah penting dengan membuka rekening resmi atas nama Masjid Baitul Huda. Seluruh transaksi keuangan kini dilakukan melalui sistem perbankan, sebagai upaya menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Langkah ini juga bertujuan membangun kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid.
Dalam aspek kepengurusan, seluruh anggota takmir terlibat aktif menjalankan tugas masing-masing. Pembagian peran yang jelas dan komitmen kolektif menjadi kunci dalam memastikan berbagai program dapat berjalan dengan efektif.
Perbaikan fisik masjid juga menjadi perhatian utama. Sejumlah pembenahan telah dilakukan, mulai dari perbaikan instalasi listrik, renovasi pagar, hingga pengaktifan kembali ruang ber-AC untuk meningkatkan kenyamanan jamaah. Upaya ini menunjukkan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga praktis dalam memenuhi kebutuhan pengguna masjid.
Di bidang kegiatan, takmir mulai menginisiasi berbagai program keagamaan dan sosial. Kajian rutin serta program “Jumat Berkah” menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarjamaah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dampak dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat secara nyata. Salah satu indikator paling jelas adalah peningkatan jumlah jamaah, khususnya pada sholat Jumat. Jika sebelumnya jumlah jamaah berkisar antara 50 hingga 60 orang, kini telah meningkat menjadi lebih dari 100 orang setiap pekan. Peningkatan ini mengindikasikan tumbuhnya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap masjid.
Perubahan yang terjadi dalam waktu singkat ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang terstruktur, transparan, dan berorientasi pada pelayanan mampu memberikan hasil yang konkret. Ke depan, tantangan terbesar bagi takmir adalah menjaga konsistensi dan terus mengembangkan program agar manfaatnya semakin luas.
Dengan fondasi yang telah dibangun, Masjid Baitul Huda berpotensi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan spiritual yang hidup di tengah masyarakat.










