Tangerang Selatan – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Pasuruan. Nanda Arkana Rajan Alfatih putra dari Bapak Rindho Zuriyanto dan Ibu Marini Nurwigati , siswa kelas 2 SD Al Kautsar, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) tingkat Nasional. Pengumuman prestasi tersebut digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan.
Dengan penuh percaya diri dan senyum bahagia, Nanda, yang akrab disapa Arkana, melangkah ke panggung utama setelah diumumkan sebagai peraih nilai tertinggi pada kategori Matematika tingkat sekolah dasar. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Lembaga Klinik Pendidikan Matematika dan IPA ( KPM ) Pusat ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Semua ini berkat doa, latihan, dan dukungan dari orang tua serta guru. Saya senang bisa membuat mereka bangga,” ungkap Nanda dengan penuh semangat usai acara.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan intensif yang diterapkan di SD Al Kautsar Kota Pasuruan. Sekolah tersebut dikenal konsisten mengembangkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun karakter. Kepala sekolah, Mustakin, S.Pd., S.Pd.I., turut mendampingi langsung tim olimpiade selama kegiatan berlangsung.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan harapannya:
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SD Al Kautsra memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional. Kami sangat bangga atas capaian Nanda. Lebih dari sekadar medali, ini adalah hasil dari proses panjang yang menggabungkan pembentukan karakter dan kemampuan akademik. Saya berharap Nanda tetap rendah hati dan terus belajar. Bagi siswa lain, jadikan ini sebagai motivasi bahwa keberhasilan bisa diraih dengan usaha dan doa. Kami juga berterima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah berperan besar dalam proses ini.”
Perjalanan menuju kemenangan tidaklah singkat. Selama tiga bulan terakhir, Nanda mengikuti pembinaan rutin yang di lakukan Tim Olimpiade SD Al Kautsar. Ia berlatih mengerjakan berbagai tipe soal, mulai dari aritmetika dasar hingga soal logika yang lebih kompleks. Pendekatan belajar yang interaktif membuat proses latihan terasa menyenangkan dan tidak membebani.
Pihak sekolah pun telah menyiapkan langkah lanjutan bagi siswa berprestasi. “Kami akan terus mendampingi mereka menuju kompetisi berikutnya,” tambah Mustakin. Ia menjelaskan bahwa pendampingan tersebut tidak hanya berupa latihan rutin, tetapi juga program pembinaan terstruktur yang disesuaikan dengan potensi masing-masing siswa.
Ke depan, SD Al Kautsar juga berencana memperluas jaringan kompetisi yang diikuti, sehingga siswa memiliki lebih banyak pengalaman dan peluang untuk berkembang, termasuk menembus ajang tingkat nasional lanjutan hingga internasional.












