Editor: Yogi Arfan
Masjid Darul Arqom Kota Pasuruan kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Ahad, 26 April 2026, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Jl. KH Wachid Hasyim No. 202 ini menghadirkan Drs. H. M. Nuryasin, M.Pd.I., Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, sebagai pemateri utama.
Dalam kajiannya, Ustaz M. Nuryasin mengangkat tema yang cukup reflektif, yakni “Bahagia Padahal Cacat Logika, Mungkinkah?”. Ia mengajak jamaah untuk memahami perjalanan manusia dalam mencari kebenaran melalui tiga instrumen utama yang telah dianugerahkan Allah SWT, yaitu panca indra, akal, dan iman.
Menurutnya, langkah awal dalam memahami realitas adalah menyadari keterbatasan panca indra. Setiap indra memiliki fungsi spesifik dan tidak mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan. “Tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada. Ada banyak hal yang eksis meskipun tidak tertangkap oleh indra kita,” jelasnya, menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam memahami realitas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akal menjadi alat penting dalam mengolah informasi yang diperoleh dari indra. Dalam Islam, akal juga menjadi syarat seseorang mendapatkan beban syariat (taklif). Namun demikian, akal tidaklah sempurna. Ia dapat terjebak dalam kesalahan berpikir atau logical fallacy, yang seringkali menyesatkan dalam pengambilan kesimpulan.
Sebagai contoh, ia mengilustrasikan bagaimana aturan umum seperti lampu merah merupakan simbol keadilan, tetapi dalam kondisi darurat bisa menjadi tidak relevan. Hal ini menunjukkan bahwa logika manusia bersifat relatif dan membutuhkan panduan yang lebih tinggi.
“Puncak kecerdasan manusia adalah ketika akal tunduk pada wahyu,” tegasnya. Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan yang melampaui logika manusia. Dalam perspektif iman, hal tersebut justru menjadi bentuk logika tertinggi, yakni kepatuhan total kepada Allah SWT.
Kajian ini ditutup dengan penegasan bahwa kedewasaan iman seorang Muslim terletak pada kemampuannya menempatkan panca indra, akal, dan iman secara proporsional. Ketiganya harus berjalan harmonis agar manusia mampu meraih kebahagiaan sejati—bukan sekadar kebahagiaan yang bersumber dari kesenangan fisik atau kepuasan rasional semata.
Usai kajian, kegiatan dilanjutkan dengan layanan konsultasi kesehatan gratis bersama dr. Husni Muzakkir yang berlangsung pukul 07.15 hingga 09.00 WIB. Selain itu, Masjid Darul Arqom juga menyediakan layanan konsultasi hukum gratis bersama Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Muhammadiyah (LBHAP) yang dibuka setiap hari Rabu dan Kamis pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Masjid Darul Arqom dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga kesehatan dan hukum.











