• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Menjaga Fitrah di Era Digital: Refleksi Kesombongan Iblis dan Remeh-remeh Kehidupan

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
2 jam yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Ustadz Baidowi, dalam kajian ahad pagi, Iblis sombong karena api, manusia sombong karena dunia, lupa menjaga fitrah di era digital. (foto: Firnas/pasmu.id)

Ustadz Baidowi, dalam kajian ahad pagi, Iblis sombong karena api, manusia sombong karena dunia, lupa menjaga fitrah di era digital. (foto: Firnas/pasmu.id)

1
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan 7 Juni 2026 – Jemaah Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Ukhuwah Kota Pasurunan mendapatkan siraman rohani yang mendalam. Ustadz H.M. Baidowi M.Ag. hadir sebagai penceramah dengan mengangkat tema tentang bahaya kesombongan yang menjadi akar kerusakan moral manusia, serta tantangan menjaga fitrah di tengah derasnya arus digital. Para jamaah tampak antusias mendengarkan tausiyah yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga menjelang waktu duha tersebut.

Ustadz Baidowi membuka kajiannya dengan mengurai sejarah permusuhan abadi antara makhluk dan Penciptanya. Beliau menegaskan bahwa musuh pertama Allah dan sekaligus musuh nyata bagi manusia adalah Iblis. Dosa pertama yang dilakukan di alam semesta bukanlah pembunuhan atau pencurian, melainkan sebuah penyakit hati yang sangat akut, yaitu kibir atau kesombongan. “Iblis menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam AS karena merasa dirinya lebih baik. Khairu minhu, aku lebih baik dari dia. Aku dari api, dia dari tanah,” ujar Ustadz Baidowi di hadapan para jamaah.

Kesombongan itulah yang membuat Iblis terusir secara hina dari surga dan menjauhkan dirinya dari rahmat Allah. Menariknya, Ustadz Baidowi mengingatkan bahwa di era modern ini, warisan sifat Iblis tersebut menjelma dalam bentuk kekufuran, keengganan berterima kasih atas nikmat, serta penolakan terhadap kebenaran atau sunnatullah. Beliau pun mengutip hadis Rasulullah SAW yang sangat bergetar: tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, walau hanya sebesar biji sawi.

Dalam ceramahnya, Ustadz Baidowi menjabarkan bagaimana Iblis bekerja memutarbalikkan fakta demi menggelincirkan manusia. Salah satu contoh paling autentik adalah peristiwa rayuan Iblis kepada Adam dan Hawa di surga. Ketika Allah melarang mereka mendekati sebuah pohon, Iblis menggunakan teknologi propaganda yang sangat canggih pada masanya dengan menamai pohon terlarang itu sebagai Syajarotul Khuldi atau Pohon Keabadian. “Sesuatu yang dilarang oleh Allah diubah informasinya oleh Iblis menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan tampak indah,” jelasnya. Strategi ini, menurut sang ustadz, masih sangat relevan dan justru makin canggih di era digital hari ini. Informasi hoaks, kemaksiatan yang dikemas atas nama kebebasan, dan gaya hidup hedonis adalah bentuk-bentuk Syajaratul Khuldi masa kini yang kerap merusak fitrah manusia melalui pori-pori yang sangat halus.

Related Post

Kajian di Masjid Darul Arqom, Jaga sehat fisik, jiwa, dan sosial agar masa tua tetap bugar, mandiri, dan bahagia. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Raga di Usia Senja: Memetik Hikmah Sehat Fisik, Jiwa, dan Sosial Bersama dr. Husni Muzakir Al Habsyi

7 Juni 2026
Ustadz Umar Efendi ajak umat perbanyak munajat, perbaiki keluarga, dan cetak generasi bertakwa untuk selamatkan bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)

Ustadz Umar: Pemimpin Bertakwa Kunci Selamatkan Bangsa

5 Juni 2026

Keajaiban Doa Air yang Tak Menyatu: Refleksi Teologis dan Saintifik di Masjid Darul Arqom

4 Juni 2026

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026

Ustadz Baidowi juga memberikan sorotan tajam pada ketahanan keluarga di era gawai. Hubungan suami istri saat ini diuji lewat alat digital seperti WhatsApp dan telepon. Kuncinya, menurut beliau, adalah mengembalikan kontrol pada nilai syariat dan membangun rasa saling percaya yang tulus agar rumah tangga tidak terjerumus ke dalam kezaliman.

Tidak melulu tegang, pengajian pagi itu juga diselingi oleh humor segar khas Ustadz Baidowi. Beliau menyinggung perilaku manusia yang sering kali lupa diri dan berlebih-lebihan atau isrof, terutama dalam urusan perut. Beliau mencontohkan bagaimana sifat tamak manusia sering kali muncul saat dihadapkan pada hidangan gratis, seperti menu kambing guling. “Silakan makan dan minum, Kulu wasyrobu, tapi jangan berlebihan (wa la tusrifu). Kadang kita ini kalau ketemu makanan gratis langsung lupa kontrol, bahkan sibuk membungkusnya bawa pulang,” selorohnya yang disambut tawa renyah para jamaah. Sifat tamak dan serakah seperti ini, lanjut beliau, menurunkan derajat kemuliaan manusia menjadi seperti hewan yang tidak pernah merasa kenyang dan selalu ingin menguasai kanan-kirinya.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Baidowi memberikan formula bagi para jamaah untuk membentengi diri dari bisikan Iblis. Senjatanya tidak lain adalah menjaga fitrah kesucian hati melalui perbanyak istigfar dan menjaga seluruh anggota badan. Nasihat paling berat yang beliau tekankan adalah menjaga lisan, perut, dan terutama kemaluan. Mengutip pesan Rasulullah, beliau mengingatkan bahwa salah satu ujian terberat umat manusia adalah menjaga kesucian di antara dua paha. Jika hal ini tidak didasarkan pada fitrah dan aturan Allah, maka hancurlah tatanan moral sebuah bangsa.

Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Ukhuwah ini ditutup dengan sebuah kesimpulan reflektif bahwa anak-anak kita, generasi masa depan, harus ditanami fondasi akidah, syariat, dan akhlak yang kokoh sejak dini. Hanya dengan benteng itulah, ke mana pun mereka melangkah di dunia yang kian digital ini, fitrah mereka akan secara otomatis menolak segala bentuk kemaksiatan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ahad pagial ukhuwahkajianKajian Ahad Pagi
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kajian di Masjid Darul Arqom, Jaga sehat fisik, jiwa, dan sosial agar masa tua tetap bugar, mandiri, dan bahagia. (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kabar

Menjaga Raga di Usia Senja: Memetik Hikmah Sehat Fisik, Jiwa, dan Sosial Bersama dr. Husni Muzakir Al Habsyi

oleh Suharsono
7 Juni 2026
Ustadz Umar Efendi ajak umat perbanyak munajat, perbaiki keluarga, dan cetak generasi bertakwa untuk selamatkan bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)
Kajian

Ustadz Umar: Pemimpin Bertakwa Kunci Selamatkan Bangsa

oleh Firnas Muttaqin
5 Juni 2026
Subuh di Masjid Darul Arqom, Ust. Heru ungkap fenomena tiga laut bertemu tak menyatu sebagai bukti kuasa Allah. (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Keajaiban Doa Air yang Tak Menyatu: Refleksi Teologis dan Saintifik di Masjid Darul Arqom

oleh Suharsono
4 Juni 2026
Next Post
Rehab Masjid Darul Arqom Masuk Fase Kritis, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi. (Foto: Agus/pasmu.id)

Rehab Masjid Darul Arqom, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Semarak Milad 'Aisyiyah ke-109: senam, cek kesehatan, bazar, dan tasyakuran untuk hidup sehat. (foto: Mawaridah/pasmu.id)

Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109, Senam Bersama Ibu Wakil Wali Kota Pasuruan Menjadi Syiar Healthy Life Campaign

7 Juni 2026
Rehab Masjid Darul Arqom Masuk Fase Kritis, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi. (Foto: Agus/pasmu.id)

Rehab Masjid Darul Arqom, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi

7 Juni 2026
Ustadz Baidowi, dalam kajian ahad pagi, Iblis sombong karena api, manusia sombong karena dunia, lupa menjaga fitrah di era digital. (foto: Firnas/pasmu.id)

Menjaga Fitrah di Era Digital: Refleksi Kesombongan Iblis dan Remeh-remeh Kehidupan

7 Juni 2026
Kajian di Masjid Darul Arqom, Jaga sehat fisik, jiwa, dan sosial agar masa tua tetap bugar, mandiri, dan bahagia. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Raga di Usia Senja: Memetik Hikmah Sehat Fisik, Jiwa, dan Sosial Bersama dr. Husni Muzakir Al Habsyi

7 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan