• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

Suharsono oleh Suharsono
14 menit yang lalu
in Kajian
0
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan – Sebuah kisah nyata tentang bahtera rumah tangga yang hancur akibat hilangnya kesabaran dan pemahaman terhadap takdir Allah menjadi renungan mendalam dalam Kuliah Subuh di Masjid Darul Arqom, Jalan KH. Wahid Hasyim, Pasuruan, Selasa (3/6/2026). Ustadz Anang bin Abdul Malik, yang menyampaikan ceramah bertajuk “Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir”, mengajak jamaah untuk merenungi betapa rapuhnya komitmen jika tidak dilandasi iman yang kokoh kepada ketetapan Ilahi.

Dengan mengutip narasi dari Suharsono, ustadz yang akrab disapa dengan panggilan tersebut mengingatkan bahwa tidak ada satu persoalan pun—sekecil zarah sekalipun—yang luput dari ilmu Allah SWT. Beriman kepada takdir, baik yang manis maupun yang pahit (khairihi wa syarrihi), adalah salah satu pilar fundamental keyakinan seorang muslim. Namun, di mana letak kegagalan banyak pasangan ketika ujian hidup benar-benar datang?

“Jangan pernah bosan mendengar nasihat iman. Sebab, laksana air yang menyirami tanah tandus, nasihat adalah pengingat bagi hati kita yang kerap alpa,” ujar Ustadz Anang membuka ceramah.

Ia lalu membawakan sebuah kisah pilu tentang pasangan muda yang baru menikah tujuh bulan. Pada awal pernikahan, kehidupan mereka berjalan harmonis, penuh tawa dan kebahagiaan. Namun, badai takdir datang tanpa permisi. Sang suami di-PHK karena pabrik tempatnya bekerja bangkrut. Dalam keterpurukan, keduanya berusaha bangkit dengan berjualan kebutuhan pokok di rumah (mracang). Sang suami pun secara diam-diam terus melamar pekerjaan, tetapi gerbang rezeki belum juga terbuka.

Related Post

Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Lima Anak Panti Darul Arqom Lulus SMK MUTU, Siap Lanjut Kuliah dan Bekerja

23 Mei 2026

Di sinilah ujian sebenarnya dimulai. Sang istri perlahan kehilangan kesabaran. Tutur kata yang lembut berubah menjadi kasar, hangatnya komunikasi berganti dengan keluhan dan makian. Ia lupa bahwa roda kehidupan yang berputar ke bawah adalah bagian dari takdir yang harus dihadapi dengan kelapangan dada dan tawakal. Akhirnya, bahtera rumah tangga yang masih muda itu karam.

Lebih mengejutkan lagi, ustadz Anang menyebutkan bahwa kerapuhan komitmen tidak hanya menimpa pasangan muda. Sepasang kakek (70 tahun) dan nenek (60 tahun) yang semestinya menikmati masa senja dengan kedamaian justru rumah tangganya ikut hancur setelah puluhan tahun berumah tangga. “Logikanya, usia senja adalah masa memanen kedamaian dan beribadah bersama. Namun ironis, mereka pun ikut berantakan,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Anang, akar masalah dari semua tragedi ini sederhana: manusia sering kehilangan pemahaman utuh terhadap takdir Allah. “Kita siap menerima nikmat, tetapi gagap dan berontak saat diuji dengan kesempitan. Padahal iman kepada takdir bukan sekadar hafalan di lisan, melainkan jangkar yang menjaga jiwa agar tidak oleng saat badai ujian menerpa.”

Ketika keyakinan itu hilang, sirna pula rasa syukur dan sabar. Dan ketika sabar dan syukur hilang, hancurlah apa yang telah dibangun dengan susah payah—baik itu rumah tangga, karier, maupun ketenangan jiwa. Ustadz Anang mengajak jamaah untuk terus melatih hati agar ridha terhadap segala ketetapan Allah, karena hanya dengan iman yang kokoh seorang nahkoda mampu menjaga kapalnya tetap berlayar meski di tengah badai takdir yang paling dahsyat sekalipun.

Kuliah subuh yang dihadiri puluhan jamaah ini berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama, semoga Allah menganugerahkan kesabaran dan keimanan yang mantap kepada setiap hamba-Nya dalam menghadapi segala ujian kehidupan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: darul arqomkajiansubuhustaz anang
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

oleh Suharsono
2 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Next Post
Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

3 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026
Image IPM

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

3 Juni 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan