• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

Suharsono oleh Suharsono
38 detik yang lalu
in Kajian, Kabar
0
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Surabaya – Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti Masjid Al-Hilal, Purwodadi, Bubutan, Surabaya pada Ahad pagi, 24 Mei 2026. Ratusan pasang mata hadir dalam acara “Refleksi dan Peringatan Hari Bangkit ke-79 Pelajar Islam Indonesia (PII)”. Di tengah momentum sejarah tersebut, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, hadir memberikan orasi yang memantik nalar dan menyentuh kesadaran kolektif para kader.

​Membuka sambutannya sekitar pukul 10.00 WIB, Prof. Zainuddin menggemakan salam, untaian hamdalah, syahadat, serta selawat yang menyejukkan ruangan. Kehadiran beliau bukan sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai seorang kader yang pulang ke rumah spiritualnya.

​Suasana seketika berubah penuh kehangatan saat Prof. Zainuddin menyapa para tokoh senior yang membentuk karakter masa mudanya.
​”Yang saya hormati senior kita, Kanda Mardi Jarso, instruktur saya pada basic training di SMA Muhammadiyah Nganjuk tahun 1972 silam.
Dan juga ada Mbak Djum, mentor saya yang luar biasa,” kenang beliau, disambut senyum takzim hadirin.

​Menyentil Kekakuan dengan Pantun
​Menyadari bahwa dinamika organisasi pergerakan Islam sering kali terjebak dalam ruang diskusi yang kaku, Prof. Zainuddin memilih mencairkan suasana. Beliau berseloroh bahwa PII tidak boleh terlalu tegang agar tidak membuat generasi muda menjauh karena pola komunikasi yang melulu doktriner.

Related Post

Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

22 Mei 2026
Revitalisasi fikih shalat bukan sekadar memperbaiki gerakan, tetapi mengembalikan ibadah kepada tuntunan Rasulullah SAW dengan ilmu, adab, dan kesadaran penuh/foto Firnas pasmu.id

Menggali Dasar Hukum dan Urgensi Revitalisasi Fikih Shalat

22 Mei 2026

Meneladani Keluarga Ibrahim: Kebenaran, Kesantunan Akhlak, dan Hakikat Ketaatan Iman

17 Mei 2026

Menemukan Wajah Keadilan

14 Mei 2026 - Updated On 15 Mei 2026

​”Agar PII tidak terlalu serius terus—mungkin ini yang kadang dijauhi anak-anak muda kita, kalau berdebat isinya langsung Qur’an-Hadits, Qur’an-Hadits,” selorohnya yang disambut tawa renyah seisi masjid.

Sebuah pantun penuh makna pun meluncur dari lisan beliau:
​Pergi ke pasar membeli kurma,
Jangan lupa singgah di tugu.
Bangkitlah wahai Pelajar Islam Indonesia,
Masa depan bangsa kita sedang menunggu.

​Pantun tersebut bukan sekadar pemanis retorika, melainkan sebuah maklumat penting. Prof. Zainuddin menegaskan bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia hari ini sedang berada dalam fase krusial yang sangat menantikan lahirnya kader-kader militan dan berintegritas dari rahim PII.

​Ironi Negeri Kaya yang Terbengkalai
​Sebagai Penasihat Menteri Desa yang kerap berkeliling ke pelosok Nusantara, Prof. Zainuddin membagikan kesaksian empirisnya mengenai potret Indonesia hari ini. Beliau menceritakan pengalamannya saat mengunjungi tanah Papua.
​”Hutannya sangat lebat, rimbun, dan begitu suburnya. Seharusnya rakyat kita bisa hidup makmur dan sesubur alamnya, namun realitasnya mereka justru miskin,” ungkapnya dengan nada prihatin.

​Beliau kemudian menyitir sebuah otokritik tajam yang sempat dilontarkan oleh tokoh PII, Mas Ainurrafiq. Kritik itu menjadi tamparan keras bagi eksistensi organisasi. “Ada KB PII-nya (Keluarga Besar PII), tetapi PII-nya sendiri tidak ada. Ada bupatinya alumni PII, tetapi ruh PII-nya justru tidak nampak,” sitir Prof. Zainuddin, mengingatkan akan pentingnya dampak nyata seorang kader di ruang publik, bukan sekadar simbolisme jabatan.

“Menggugat Paradoks Ibu Pertiwi
​Menjelang akhir orasinya, Prof. Zainuddin membawa ingatan hadirin pada lirik legendaris Koes Plus yang menyebut bumi Indonesia sebagai tanah surga, tempat di mana “tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Keindahan lirik itu nyatanya kontras dengan realitas geopolitik ekonomi saat ini.
​”Kita punya tambang emas terbesar di dunia, dan berbagai kekayaan tambang lainnya yang melimpah ruah,” tegasnya.
​Sebuah pertanyaan retoris namun menohok kemudian dilemparkan Prof. Zainuddin sebagai penutup refleksi, sekaligus menjadi tantangan besar bagi generasi penerus PII yang kini menginjak usia 79 tahun:
​”Pertanyaannya, kenapa dengan seluruh modalitas itu, Indonesia sampai hari ini masih menjadi negeri yang miskin?” sebuah gugatan moral yang ditinggalkan di mimbar Masjid Al-Hilal, menuntut jawaban nyata dari aksi dan pengabdian para kader Pelajar Islam Indonesia di masa depan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: bangkitkajiannegeri
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id
Kabar

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

oleh Firnas Muttaqin
22 Mei 2026
Revitalisasi fikih shalat bukan sekadar memperbaiki gerakan, tetapi mengembalikan ibadah kepada tuntunan Rasulullah SAW dengan ilmu, adab, dan kesadaran penuh/foto Firnas pasmu.id
Kabar

Menggali Dasar Hukum dan Urgensi Revitalisasi Fikih Shalat

oleh Firnas Muttaqin
22 Mei 2026
Meneladani Keluarga Ibrahim Ustadz Dr. Hasan Ubaidillah (PWM LPCRPM Jawa Timur)/Foto Firnas pasmu.id
Kabar

Meneladani Keluarga Ibrahim: Kebenaran, Kesantunan Akhlak, dan Hakikat Ketaatan Iman

oleh Firnas Muttaqin
17 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026

Cemerlang! Nanda Arkana, Siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan, Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Nasional

27 April 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Jamal mewakili tim mendapakan piala di podium

Tapak Suci Kota Pasuruan Raih Juara Umum II di Kejurkot Pencak Silat 2026

26 April 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026
Perdebatan musik dalam Islam seharusnya disikapi bijak, mengutamakan substansi moral dibanding sekadar penghakiman formalistik semata/ilustrasi: shutterstock.com

Islam dan Musik: Perdebatan Lama yang Perlu Disikapi dengan Kedewasaan

25 Mei 2026

Kajian Tafsir, Sayur Berkah, Sarapan Bareng, hingga Doorprize Ramaikan Ahad Pagi di Masjid Al-Muttaqin

24 Mei 2026
Masjid Ibrahim SD MuCES menjadi laboratorium karakter, ibadah, dan entrepreneurship bagi pembentukan siswa berakhlak unggul/ foto Suyatno pasmu.id

Masjid Ibrahim Jadi Laboratorium Karakter dan Entrepreneurship di SD MuCES

24 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan