• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Meneladani Keluarga Ibrahim: Kebenaran, Kesantunan Akhlak, dan Hakikat Ketaatan Iman

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
2 minggu yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Meneladani Keluarga Ibrahim Ustadz Dr. Hasan Ubaidillah (PWM LPCRPM Jawa Timur)/Foto Firnas pasmu.id

Meneladani Keluarga Ibrahim Ustadz Dr. Hasan Ubaidillah (PWM LPCRPM Jawa Timur)/Foto Firnas pasmu.id

5
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 17 Mei 2026 – Masjid Darul Arqom, yang selalu istiqomah dalam menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi yang dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan. Bertindak sebagai narasumber, Ustadz Dr. Hasan Ubaidillah dari PWM LPCRPM Jawa Timur menyampaikan materi mendalam tentang keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS. Dengan tema “Meneladani Keluarga Ibrahim: Kebenaran, Kesantunan Akhlak, dan Hakikat Ketaatan Iman,” kajian berlangsung khidmat dan menggugah kesadaran jamaah akan pentingnya transformasi masjid serta keteguhan dalam beriman.

Ustadz Hasan mengawali ceramah dengan menyoroti peran strategis masjid di era modern. “Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual yang statis. Masjid harus dikembalikan fungsinya sebagai pusat kelayakan sosial bagi umat,” tegasnya.

Di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, masjid mulai bergerak menyediakan layanan kesehatan, santunan, hingga biro konsultasi keluarga sakinah. Jika ada jamaah yang menghadapi prahara rumah tangga, masjid harus menjadi tempat pertama yang dituju. Layanan ini diisi oleh kader terlatih sehingga pemberdayaan sosial umat dapat berdampak nyata dan luas.

Memasuki inti materi, Ustadz Hasan mengajak jamaah merenungkan dimensi waktu yang istimewa dalam Islam. Bulan Dzulhijjah, ujarnya, memiliki keutamaan luar biasa karena tokoh utamanya adalah Nabi Ibrahim AS. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah mampu menandingi pahala jihad di jalan Allah.

Related Post

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Lima Anak Panti Darul Arqom Lulus SMK MUTU, Siap Lanjut Kuliah dan Bekerja

23 Mei 2026

Prosesnya Dilakukan Sangat Hati-Hati, Hasil Rehab Masjid Darul Arqom Mulai Terlihat

22 Mei 2026

“Kecintaan Allah kepada hamba-Nya selalu berbanding lurus dengan ujian. Semakin tinggi kecintaan Allah kepada Nabi Ibrahim, semakin besar pula ujian yang dihadapi,” jelasnya.

Hikmah pertama: Dibenci karena kebenaran, bukan karena akhlak. Ustadz Hasan mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim dibenci Raja Namrud dan masyarakat Babilonia bukan karena akhlaknya yang buruk, melainkan karena membawa kebenaran tauhid. “Jika kita dibenci orang lain karena akhlak buruk, itu musibah. Namun jika kita sudah berakhlak baik tetapi tetap dimusuhi karena mempertahankan kebenaran, itu adalah anugerah dan sunnah perjuangan,” pesannya.

Hikmah kedua: Menghadapi ujian keluarga dengan kesantunan dakwah. Meskipun ayahnya sendiri, Azar, menjadi produsen berhala, Nabi Ibrahim tidak pernah menghardik atau mencaci. Beliau tetap menggunakan kalimat penuh takzim, “Ya abati…” (Wahai ayahku). “Berdakwah itu seperti menanam benih. Hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tapi akan dipanen generasi mendatang,” ujar Ustadz Hasan. Ia mengingatkan agar umat tidak terjebak pada caci maki dan pengkafiran atas nama kebenaran.

Hikmah ketiga: Kepatuhan total tanpa batas (sam’i wa tha’atan). Ustadz Hasan mengupas kronologi perintah penyembelihan Nabi Ismail. Pada 7 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim merenung. 8 Dzulhijjah menjadi Hari Tarwiyah (berpikir). 9 Dzulhijjah menjadi Hari Arafah (mengetahui dan yakin). Ketika keputusan bulat, setan melakukan provokasi kepada Siti Hajar, Nabi Ismail, dan Nabi Ibrahim. Ketiganya kompak melempar setan dengan batu—yang kini disyariatkan sebagai ibadah lempar jumrah.

Nabi Ismail pun menyampaikan tiga permintaan santun: menyingsingkan baju ayah agar darah tidak memercik (menjaga perasaan ibu), mengikat kaki dan tangannya (agar refleks tubuh tidak mengurangi hormat pada perintah Allah), serta menajamkan pisau dan melakukannya dengan cepat (agar hati ayah tidak tersiksa). “Jika ini terjadi sekarang, pasti diperdebatkan di PBB. Tapi bagi mereka, kuncinya hanya satu: jika perintah Allah, kami dengar dan kami taat,” tegas Ustadz Hasan.

Ustadz Hasan mengingatkan bahwa perintah Allah ada yang rasional dan suprarasional. Mengutip dialog seorang ulama dengan muridnya, beliau menjelaskan bahwa akal memiliki batas. Rasulullah SAW pun memperingatkan: “Barangsiapa berbicara perkara agama hanya mengandalkan rasio tanpa landasan ilmu syar’i, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Tiga kesimpulan dari kajian ini: pertama, teguh karena benar dan jangan takut dikucilkan sepanjang kebencian itu karena prinsip kebenaran, bukan akhlak buruk. Kedua, berdakwah dengan akhlak mulia, santun, dan mendidik. Ketiga, jadilah hamba yang taat tanpa banyak membantah terhadap ketetapan syariat.

Nashrun minallahi wa fathun qarib. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ahad pagidarul arqomkajian
Share2Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Bangga 2 anak panti asuhan menunjukkan gordon/ foto Suyatno pasmu.id
Kabar

Lima Anak Panti Darul Arqom Lulus SMK MUTU, Siap Lanjut Kuliah dan Bekerja

oleh PasMu Media
23 Mei 2026
Next Post
Profesor bisa salah, juri bisa keliru, karena manusia tidak pernah sepenuhnya objektif berpikir/Ilustrasi AI

Peserta Sudah Benar, Tapi Dikalahkan Ego Juri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan