• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Menemukan Wajah Keadilan

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
3 minggu yang lalu
in Kabar
0
3
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam Kajian Malam Jum’at di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, 14/5/2026, Ustadz Umar mengurai sebuah narasi besar yang sering kali disalahpahami oleh banyak orang: wajah hukum Islam. Di tengah riuh rendah perdebatan ideologi dunia, ia mengajak kita menoleh ke belakang, membedah sejarah, dan merenungkan kembali apa itu keadilan yang sebenarnya.

Akar yang Terlupakan: Dari Al-Muwatta hingga Napoleon

Ada sebuah fakta sejarah yang menarik sekaligus mengejutkan yang dilemparkan Ustadz Umar malam itu. Beliau mengisahkan bagaimana Napoleon Bonaparte, sang penakluk dari Prancis, terpukau oleh kedalaman hukum Islam. Melalui kitab Al-Muwatta karya Imam Malik, Napoleon menyerap prinsip-prinsip hukum yang kemudian menjadi fondasi bagi Code Civil di Eropa.

Hukum Belanda yang hari ini kita warisi di Indonesia, ternyata memiliki rekam jejak yang bersinggungan dengan ijtihad para imam mazhab. Hal ini menyadarkan kita bahwa nilai-nilai Islam tidaklah asing bagi peradaban modern; ia adalah ruh yang seringkali bekerja secara anonim dalam sistem keadilan dunia.

Keadilan yang Bernapas (Elastisitas Hukum)

“Hukum Islam itu tidak sekaku yang dibayangkan,” ujar Ustadz Umar dengan nada mantap. Ia membawa jamaah pada fragmen sejarah di masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, hukum potong tangan tidak ditegakkan secara membabi buta kepada dua remaja pencuri. Mengapa? Karena ada ketidakadilan lain yang mendahuluinya: mereka tidak digaji selama enam bulan.

Related Post

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

29 Mei 2026

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

22 Mei 2026

Di titik ini, Islam menunjukkan sisi kemanusiaannya yang paling tinggi. Keadilan tidak hanya bicara tentang menghukum yang salah, tapi tentang memastikan hak-hak dasar terpenuhi. Sang majikan justru dihukum membayar gaji tiga kali lipat. Inilah yang disebut sebagai elastisitas hukum—sebuah sistem yang mampu “membaca” konteks dan tidak kehilangan hati nurani.

Gugatan Hati dan Janji Tuhan

Pembahasan menjadi lebih kontemplatif saat Ustadz Umar mengutip Surah Al-Baqarah ayat 284. Ayat ini adalah pengingat bagi setiap mukmin bahwa Allah adalah “Hakim yang Maha Mengetahui”, bahkan terhadap lintasan pikiran yang paling tersembunyi sekalipun.

“Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.”

Beliau menceritakan betapa beratnya para sahabat menerima ayat ini. Ada rasa getar frekuensi iman yang luar biasa; sebuah ketakutan jika hati mereka menyimpang meski sedikit. Namun, di balik beban itu, Islam mengajarkan kejujuran. Seperti kisah wanita yang mengaku berzina di hadapan Rasulullah SAW, ia bukan dihukum karena diburu, melainkan karena kesadaran jiwanya untuk membersihkan diri. Rasulullah bahkan memuji pertobatannya lebih baik dari penduduk kota Madinah sekalipun.

Indonesia: Kesepakatan Para Ulama

Ustadz Umar menutup narasinya dengan merefleksikan posisi Indonesia. Dasar negara kita, Pancasila, bukanlah produk kebetulan. Ia adalah hasil ijtihad para ulama dan tokoh bangsa yang cerdas, mulai dari KH. Wahid Hasyim hingga Ahmad Yamin.

Meskipun sistem hukum kita masih berproses, ruh “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah bukti bahwa nilai-nilai langit telah membumi dalam kesepakatan berbangsa. Kita diingatkan bahwa menjadi muslim sekaligus warga negara yang baik adalah tentang menjaga komitmen (mitsaq) dan terus mencari keadilan melalui musyawarah serta ijtihad.

Malam itu, jamaah pulang tidak hanya membawa pengetahuan, tapi sebuah perspektif baru: bahwa hukum Islam bukanlah tentang ketakutan, melainkan tentang cinta pada keadilan dan pengabdian pada kemanusiaan. Di Jagalan, malam Jum’at itu menjadi saksi bahwa agama tetap menjadi kompas yang relevan di tengah badai zaman.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: at taqwakajiankamis
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)
Khutbah

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

oleh Firnas Muttaqin
29 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Next Post
PC IMM Pasuruan

Pelantikan PC IMM Pasuruan Raya 2025–2026 Jadi Momentum Penguatan Gerakan Kader

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan