• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Menemukan Wajah Keadilan

Marjoko oleh Marjoko
34 detik yang lalu
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam Kajian Malam Jum’at di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, 14/5/2026, Ustadz Umar mengurai sebuah narasi besar yang sering kali disalahpahami oleh banyak orang: wajah hukum Islam. Di tengah riuh rendah perdebatan ideologi dunia, ia mengajak kita menoleh ke belakang, membedah sejarah, dan merenungkan kembali apa itu keadilan yang sebenarnya.

Akar yang Terlupakan: Dari Al-Muwatta hingga Napoleon

Ada sebuah fakta sejarah yang menarik sekaligus mengejutkan yang dilemparkan Ustadz Umar malam itu. Beliau mengisahkan bagaimana Napoleon Bonaparte, sang penakluk dari Prancis, terpukau oleh kedalaman hukum Islam. Melalui kitab Al-Muwatta karya Imam Malik, Napoleon menyerap prinsip-prinsip hukum yang kemudian menjadi fondasi bagi Code Civil di Eropa.

Hukum Belanda yang hari ini kita warisi di Indonesia, ternyata memiliki rekam jejak yang bersinggungan dengan ijtihad para imam mazhab. Hal ini menyadarkan kita bahwa nilai-nilai Islam tidaklah asing bagi peradaban modern; ia adalah ruh yang seringkali bekerja secara anonim dalam sistem keadilan dunia.

Keadilan yang Bernapas (Elastisitas Hukum)

“Hukum Islam itu tidak sekaku yang dibayangkan,” ujar Ustadz Umar dengan nada mantap. Ia membawa jamaah pada fragmen sejarah di masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, hukum potong tangan tidak ditegakkan secara membabi buta kepada dua remaja pencuri. Mengapa? Karena ada ketidakadilan lain yang mendahuluinya: mereka tidak digaji selama enam bulan.

Related Post

Menjaga Hati, Merawat Nalar

14 Mei 2026

Memahami Islam dalam Perspektif Muhammadiyah: Upaya Nyata Menuju Keselamatan dan Kesehatan

8 Mei 2026

Takmir Masjid Baitul Huda Kembali Menggelar Kajian Rutin Setiap Rabu, Wujud Langkah Strategis Memakmurkan Masjid

7 Mei 2026

Menguatkan Iman, Meneladani Sunnah, dan Membangun Peradaban

2 Mei 2026

Di titik ini, Islam menunjukkan sisi kemanusiaannya yang paling tinggi. Keadilan tidak hanya bicara tentang menghukum yang salah, tapi tentang memastikan hak-hak dasar terpenuhi. Sang majikan justru dihukum membayar gaji tiga kali lipat. Inilah yang disebut sebagai elastisitas hukum—sebuah sistem yang mampu “membaca” konteks dan tidak kehilangan hati nurani.

Gugatan Hati dan Janji Tuhan

Pembahasan menjadi lebih kontemplatif saat Ustadz Umar mengutip Surah Al-Baqarah ayat 284. Ayat ini adalah pengingat bagi setiap mukmin bahwa Allah adalah “Hakim yang Maha Mengetahui”, bahkan terhadap lintasan pikiran yang paling tersembunyi sekalipun.

“Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.”

Beliau menceritakan betapa beratnya para sahabat menerima ayat ini. Ada rasa getar frekuensi iman yang luar biasa; sebuah ketakutan jika hati mereka menyimpang meski sedikit. Namun, di balik beban itu, Islam mengajarkan kejujuran. Seperti kisah wanita yang mengaku berzina di hadapan Rasulullah SAW, ia bukan dihukum karena diburu, melainkan karena kesadaran jiwanya untuk membersihkan diri. Rasulullah bahkan memuji pertobatannya lebih baik dari penduduk kota Madinah sekalipun.

Indonesia: Kesepakatan Para Ulama

Ustadz Umar menutup narasinya dengan merefleksikan posisi Indonesia. Dasar negara kita, Pancasila, bukanlah produk kebetulan. Ia adalah hasil ijtihad para ulama dan tokoh bangsa yang cerdas, mulai dari KH. Wahid Hasyim hingga Ahmad Yamin.

Meskipun sistem hukum kita masih berproses, ruh “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah bukti bahwa nilai-nilai langit telah membumi dalam kesepakatan berbangsa. Kita diingatkan bahwa menjadi muslim sekaligus warga negara yang baik adalah tentang menjaga komitmen (mitsaq) dan terus mencari keadilan melalui musyawarah serta ijtihad.

Malam itu, jamaah pulang tidak hanya membawa pengetahuan, tapi sebuah perspektif baru: bahwa hukum Islam bukanlah tentang ketakutan, melainkan tentang cinta pada keadilan dan pengabdian pada kemanusiaan. Di Jagalan, malam Jum’at itu menjadi saksi bahwa agama tetap menjadi kompas yang relevan di tengah badai zaman.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: at taqwakajiankamis
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Kajian

Menjaga Hati, Merawat Nalar

oleh Firnas Muttaqin
14 Mei 2026
Kabar

Memahami Islam dalam Perspektif Muhammadiyah: Upaya Nyata Menuju Keselamatan dan Kesehatan

oleh Firnas Muttaqin
8 Mei 2026
foto pemateri kajian rutin setiap Rabu ba'da Magrib untuk memakmurkan Masjid Baitul Huda/Ilustrasi AI
Kabar

Takmir Masjid Baitul Huda Kembali Menggelar Kajian Rutin Setiap Rabu, Wujud Langkah Strategis Memakmurkan Masjid

oleh Agus Salim
7 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Cemerlang! Nanda Arkana, Siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan, Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Nasional

27 April 2026

KB-TK ABA 6 Peringati Hari Kartini dengan Literasi di Perpustakaan Kota Pasuruan

21 April 2026
Jamal mewakili tim mendapakan piala di podium

Tapak Suci Kota Pasuruan Raih Juara Umum II di Kejurkot Pencak Silat 2026

26 April 2026

Takmir Baru Masjid Baitul Huda Hadirkan Perubahan Nyata dalam Waktu Singkat

2 Mei 2026

Menemukan Wajah Keadilan

14 Mei 2026

Menjaga Hati, Merawat Nalar

14 Mei 2026
Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
SD MuCES kunjungi Pabrik Pocari Sweat di Kejayaan untuk tumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini.

Kunjungan Industri SD MuCES ke Pabrik Pocari Sweat: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini

12 Mei 2026 - Updated On 13 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan