Pasuruan – Kunci keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia sangat ditentukan oleh upaya dan usahanya sendiri dalam menjemput takdir Allah. Pesan mendalam ini menjadi inti sari pengajian Kamis malam Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Anang Abdul Malik di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada Kamis (7/5/2026).
Dalam ceramah bertajuk “Memahami Islam dalam Perspektif Muhammadiyah”, Ustadz Anang menekankan bahwa meskipun manusia berada di bawah skenario besar takdir Tuhan, Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika individu tersebut tidak memiliki keinginan dan usaha untuk berubah.
Organisasi sebagai Alat Dakwah
Ustadz Anang menjelaskan bahwa kehadiran jamaah dalam forum tersebut digerakkan oleh dua hal: takdir Allah dan tugas organisasi. Beliau menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah bukanlah tujuan, melainkan alat untuk melakukan “Islamisasi” atau menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Organisasi ini hanyalah alat untuk dakwah. Dengan berorganisasi, kegiatan menjelaskan nilai-nilai agama menjadi lebih ringan dan terstruktur dibandingkan bergerak sendirian,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Karakter Tajdid dan Perubahan Zaman
Salah satu poin penting yang diangkat adalah karakter Tajdid (pembaruan) dalam Muhammadiyah. Ustadz Anang mengingatkan bahwa metodologi penyampaian dakwah harus adaptif terhadap perubahan zaman yang sangat cepat dan terkadang mengerikan, terutama dalam menjaga moralitas generasi muda.
Islam mengajarkan umatnya untuk terus melakukan perbaikan—berubah dari tidak baik menjadi baik, dan dari baik menjadi berkualitas. Perubahan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kognitif dan pola pikir dalam memahami hadis serta syariat di era teknologi.
Korelasi Iman dan Kesehatan Medis
Menariknya, Ustadz Anang menghubungkan ketaatan beragama dengan kesehatan fisik melalui pendekatan sains modern. Beliau mencontohkan perintah untuk bersikap jujur. Secara medis, perasaan bahagia, jujur, dan pasrah kepada Allah memicu tubuh mengeluarkan hormon yang memperkuat sistem imun.
“Kejujuran menghantarkan pada kebaikan, dan kebaikan menghantarkan pada ketenangan. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa pikiran dan perasaan yang tenang berdampak positif pada jasad, meningkatkan daya tahan tubuh melawan virus,” jelasnya.
Menunda Penuaan dengan Syariat
Beliau juga menyinggung fenomena kedokteran anti-aging. Menurutnya, pola hidup sehat yang diajarkan Islam—seperti saling menyayangi, menolong, dan menjaga hati—adalah cara alami untuk menjaga kualitas hidup di masa tua.
Menutup pengajian tersebut, Ustadz Anang mengajak jamaah untuk meyakini bahwa setiap syariat dan aturan Allah hadir semata-mata untuk kepentingan dan keselamatan manusia itu sendiri. Muhammadiyah, melalui para kadernya baik dokter, astronom, maupun ahli lainnya, bertugas menjelaskan kebenaran Al-Qur’an melalui kacamata ilmu pengetahuan yang relevan dengan zaman sekarang.












