Pasuruan, 31 Mei 2026 — Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan di Masjid Al-Ukhuwah menghadirkan Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. sebagai pemateri utama. Dalam kajian bertema “Mendidik Anak: Belajar Pola Asuh dari Nabi Ibrahim AS”, beliau mengajak jamaah memahami prinsip-prinsip pendidikan anak yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan tersebut berlangsung sejak pagi hari dengan suasana yang khidmat dan penuh antusiasme. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun generasi saleh melalui perpaduan antara doa, keteladanan, pengelolaan lingkungan, serta kesabaran orang tua dalam mendampingi anak.
Dr. Taufiqullah menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan Nabi Ibrahim AS dalam mendidik putranya, Nabi Ismail AS, adalah doa yang terus dipanjatkan kepada Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam QS. As-Saffat ayat 100–101 yang menceritakan doa Nabi Ibrahim AS untuk memperoleh keturunan yang saleh dan kabar gembira tentang kelahiran seorang anak yang memiliki sifat halim.
“Sifat halim menggambarkan pribadi yang penyantun, bijaksana, tidak mudah marah, dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak. Karakter inilah yang tampak pada diri Nabi Ismail AS sebagai hasil pendidikan dan keteladanan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim AS,” ujar Dr. Taufiqullah dalam pemaparannya.
Selain menekankan pentingnya pembentukan karakter, beliau juga mengingatkan jamaah tentang perlunya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya keimanan anak. Menurutnya, langkah Nabi Ibrahim AS menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail AS di lembah Makkah merupakan bentuk ikhtiar untuk menjaga keluarga dari pengaruh kemusyrikan dan penyimpangan akidah.
“Orang tua harus memiliki kesadaran untuk memilih lingkungan pergaulan dan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan akhlak dan keyakinan mereka,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Taufiqullah juga menyoroti pentingnya menjaga shalat dalam keluarga. Mengacu pada QS. Thaha ayat 132, beliau menjelaskan makna kata istobir yang menunjukkan kesabaran yang terus-menerus dalam mengingatkan dan membimbing keluarga untuk menegakkan shalat.
Menurutnya, tugas mendidik keluarga dalam ibadah tidak cukup dilakukan sesekali, melainkan memerlukan pendampingan yang berkelanjutan sepanjang kehidupan.
Lebih lanjut, beliau menguraikan doa-doa Nabi Ibrahim AS yang memohon keamanan dan keberkahan bagi negeri serta keberadaan para pembimbing umat yang mampu menjaga masyarakat tetap berada di jalan Allah SWT. Doa-doa tersebut dinilai relevan sebagai inspirasi bagi keluarga Muslim dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Pengajian Ahad Pagi ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan sarapan bersama yang diikuti seluruh jamaah. Hidangan berupa lontong sayur dan sop kikil menambah keakraban serta mempererat ukhuwah di antara peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan dapat mengambil pelajaran dari pola asuh Nabi Ibrahim AS dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga sebagai upaya membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi perkembangan zaman.
Penulis: Firnas Muttaqin
Editor: Marjoko













