• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
1 minggu yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id

Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id

1
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam kajian tafsir yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Hasymi di Masjid At-Taqwa Jagalan pada Kamis malam Jumat, 21 Mei 2026, Surah Al-Zalzalah dikaji sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran manusia tentang hari akhir, pertanggungjawaban amal, serta relasi spiritual antara manusia dengan bumi yang dipijaknya.

Kajian tersebut menempatkan Al-Zalzalah bukan sekadar sebagai gambaran kedahsyatan kiamat, melainkan sebagai peringatan moral bahwa seluruh aktivitas manusia pada hakikatnya terekam dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan yang demikian itu kepadanya.”
(QS. Al-Zalzalah: 4–5)

Related Post

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

29 Mei 2026

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Menggali Dasar Hukum dan Urgensi Revitalisasi Fikih Shalat

22 Mei 2026

Ayat tersebut menjadi titik sentral penjelasan mengenai fungsi bumi sebagai saksi eksistensial manusia. Dalam perspektif tafsir, bumi tidak diposisikan sebagai benda mati semata, melainkan makhluk ciptaan Allah yang tunduk terhadap kehendak-Nya dan memiliki kemampuan untuk “bersaksi” atas seluruh aktivitas manusia.

Penjelasan ini diperkuat oleh hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa bumi akan memberikan kesaksian terhadap seluruh amal manusia yang dilakukan di atasnya, baik kebaikan maupun keburukan. Dengan demikian, konsep hisab dalam Islam tidak hanya bersifat abstrak, tetapi juga memiliki dimensi nyata, di mana tempat dan lingkungan kehidupan manusia turut menjadi saksi moral atas perilakunya.

Dari sudut pandang keilmuan Islam, ayat tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara akidah, etika, dan hubungan manusia dengan alam. Alam semesta dalam Islam bukan entitas netral yang terpisah dari manusia, melainkan bagian dari sistem ciptaan Allah yang berjalan sesuai ketetapan-Nya. Karena itu, hubungan manusia dengan bumi seharusnya dibangun di atas kesadaran amanah, bukan eksploitasi dan kelalaian.

Ustadz Yusuf Hasymi kemudian mengaitkan konsep tersebut dengan anjuran Rasulullah ﷺ untuk memperbanyak shalat sunnah di rumah serta berpindah tempat ketika melaksanakan ibadah. Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebutkan:

“Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.”

Secara spiritual, anjuran tersebut mengandung hikmah agar semakin banyak tempat di bumi yang menjadi saksi sujud seorang hamba. Setiap titik tempat manusia beribadah akan menjadi jejak kesalehan yang kelak berbicara di hadapan Allah SWT. Dalam tradisi pendidikan ruhani Islam, konsep ini melahirkan kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam pengawasan Allah sehingga terdorong menjaga perilakunya bahkan ketika tidak dilihat orang lain.

Kajian itu juga menyinggung problem utama manusia modern, yakni dominasi cinta dunia yang menyebabkan hilangnya sensitivitas terhadap peringatan akhirat. Fenomena tersebut dijelaskan melalui Surah Al-Muddassir ayat 49–51 yang menggambarkan manusia lalai seperti keledai liar yang lari ketakutan dari singa. Ayat ini menjadi kritik terhadap manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi menolak kebenaran wahyu karena terikat kepentingan duniawi.

Dalam sejarah Islam, contoh tersebut tercermin pada tokoh Quraisy seperti Walid bin Mughirah yang dikenal cerdas dan terpandang, tetapi menolak dakwah Rasulullah ﷺ. Penolakan terhadap kebenaran bukan disebabkan kurangnya pengetahuan, melainkan karena kesombongan, kepentingan sosial, dan keterikatan terhadap dunia.

Dari penjelasan tersebut tampak bahwa Islam tidak hanya mempersoalkan aspek ritual, tetapi juga orientasi hidup manusia. Shalat, zikir, dan ibadah lainnya tidak cukup dipahami sebagai rutinitas formal, melainkan harus melahirkan perubahan akhlak dan kepedulian sosial. Ketika ibadah kehilangan dampak terhadap kepedulian kepada fakir miskin, anak yatim, dan sesama manusia, maka ibadah tersebut berisiko menjadi aktivitas yang hampa secara spiritual.

Kajian ini juga menegaskan keunikan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan petunjuk hidup. Berbeda dengan karya sastra yang hanya menyentuh emosi atau karya ilmiah yang hanya mengandalkan rasio, Al-Qur’an berbicara kepada keseluruhan dimensi manusia: akal, hati, ruh, dan naluri sekaligus. Karena itu, wahyu tidak hanya memberi informasi, tetapi juga membentuk kesadaran dan orientasi hidup manusia.

Pada akhirnya, Surah Al-Zalzalah menghadirkan pesan fundamental bahwa sekecil apa pun amal manusia tidak akan hilang dari perhitungan Allah SWT.

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Al-Zalzalah: 7–8)

Ayat tersebut menjadi fondasi etika Islam bahwa seluruh tindakan memiliki konsekuensi moral. Tidak ada amal yang benar-benar tersembunyi, karena bumi, waktu, dan kehidupan manusia sendiri akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT pada hari pembalasan kelak.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: at taqwakajianYusuf Hasymi
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)
Khutbah

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

oleh Firnas Muttaqin
29 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Next Post

Khutbah Jum’at Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Mengungkap keterkaitan Islam, energi, dan frekuensi antara keyakinan spiritual serta perspektif ilmiah modern. (foto: ilustrasi/shutterstock.com)

Benarkah Zikir Mengubah Energi Tubuh? Rahasia Hubungan Islam, Frekuensi, dan Getaran yang Jarang Dibahas

31 Mei 2026
PSG Juara dengan drama adu finalti. (foto: Istimewa)

Dari Gol Cepat Havertz hingga Tangisan Adu Penalti: Final Liga Champions PSG vs Arsenal

31 Mei 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan