• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Khutbah

Korupsi sebagai Penyakit Hati dan Mental

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
2 minggu yang lalu
in Khutbah
0
2
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Beragam kasus hukum terjadi di sekitar kita, bahkan hingga melibatkan penduduk di berbagai lapisan. Ada kasus suap proyek, penggelapan dana bansos, hingga penyalahgunaan wewenang di sektor perlindungan dan penggelapan tanah.

Korupsi seringkali disalahartikan hanya sebatas kejahatan kerah putih atau penyalahgunaan jabatan. Tapi sebenarnya, korupsi lebih dari itu. Korupsi adalah penyakit hati dan mental yang bisa menular dan menghancurkan tatanan masyarakat. Ironisnya, sebagian pelakunya justru adalah orang-orang yang mendapat kepercayaan rakyat dan telah bersumpah untuk melayani, namun malah mengkhianati amanah tersebut.

Hal tersebut sudah diperingatkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sejak zaman dahulu kala. Beliau bersabda yang artinya:

Related Post

Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

29 Mei 2026
Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

22 Mei 2026

Bukan Hanya Tempat Sholat! Saat Motor Muadzin Mogok, Masjid Baitul Huda Langsung Action

18 Mei 2026

Haflah Akhirussanah SPEAM 2025/2026 Berlangsung Khidmat, Santri dan Wali Murid Haru Lepas Kelulusan

17 Mei 2026

*”Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran.”* (HR. Bukhari).

Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

A’udzubillahi minasy syaithanirrajim.*

**وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ**

*”Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”* (QS. Al-Baqarah: 188).

Dalam ilmu psikologi, korupsi itu bukan hanya masalah hukum atau kriminalitas. Korupsi dipandang sebagai gangguan kesehatan mental. Korupsi adalah cermin adanya kerusakan pada pola pikir (*mindset*), perasaan (*feeling*), dan nilai moral seseorang. Ketika seseorang melakukan korupsi, yang rusak bukan hanya keuangan lembaga atau negara, tetapi juga jiwa dan mental dari pelakunya.

Adapun tanda-tanda adanya kerusakan jiwa dan mental tersebut adalah:

Pertama: Hilangnya Hati Nurani

Kita semua mengetahui bahwa setiap manusia dibekali hati nurani; suara batin yang membisikkan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang hak dan mana yang batil. Namun, seringkali para koruptor memutus hubungan dengan hati nurani ini. Mereka membuat pembenaran palsu seperti, *”Saya bukan satu-satunya yang melakukan ini,”* atau *”Sistemnya sudah rusak, jadi percuma saja saya jujur.”*

Dalam psikologi, ini disebut *moral disengagement* atau proses mematikan perasaan bersalah agar tetap bisa melakukan kesalahan tanpa terbebani. Akibatnya, dosa menjadi terasa ringan dan kepekaan moral semakin menipis. Ia tahu perbuatannya salah, tapi ia membohongi dirinya sendiri.

Kedua: Mencari Alasan untuk Membenarkan Dosa

Pelaku korupsi seringkali menggunakan alasan yang terlihat mulia untuk menutupi kesalahannya. Misalnya, “Ini demi masa depan anak saya,” atau “Saya hanya meminjam, nanti akan saya kembalikan.”* Padahal yang diambil adalah hak rakyat. Dalam psikologi, ini adalah bentuk rasionalisasi; menciptakan alasan yang logis agar perbuatan yang salah tampak seperti benar. Semakin sering dilakukan, maka semakin sulit membedakan mana alasan dan mana kebenaran. Seperti kata pepatah, *”Satu kebohongan butuh seribu alasan untuk menutupinya.”

Ketiga: Kecanduan Kekuasaan dan Uang

Korupsi mirip sekali dengan kecanduan obat-obatan. Sekali mereka mencicipi harta haram, otak akan melepaskan hormon dopamin yang memberikan rasa senang dan puas. Sensasi ini membuat pelaku ingin mengulanginya lagi. Lama-lama, jumlah yang diambil semakin besar, keberanian semakin tinggi, dan perasaan malu semakin hilang. Dalam ilmu psikologi, hal ini disebut *reward-seeking action*, yaitu ketagihan pada rasa nikmat yang muncul dari perilaku yang salah.

Keempat: Hidup dalam Kegelisahan

Meski tampak kaya dan berkuasa, banyak koruptor yang hidup dalam kegelisahan. Mereka takut rahasianya terbongkar, selalu merasa diawasi oleh media, apalagi oleh penegak hukum. Mereka merasa tidak aman meski tinggal di rumah yang mewah. Tekanan batin ini menimbulkan stres kronis dan akut yang berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik, seperti sulit tidur (insomnia) atau emosi yang mudah meledak, hingga penyakit fisik seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk apa memiliki rumah mewah jika batin hancur?

Dari penjelasan tadi, jelaslah bahwa korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tapi penyakit hati dan mental yang merusak diri, keluarga, masyarakat, bahkan bisa meruntuhkan bangsa.

Maka marilah kita berlindung kepada Allah dari penyakit ini. Mari kita menjaga hati agar tetap bersih dan menanamkan nilai amanah serta kejujuran dalam setiap langkah hidup kita.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus. Amin Ya Rabbal Alamin.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: at taqwakhutbah jum'atSPEAM
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Haji mengajarkan kesetaraan, qurban menanamkan kepedulian; keduanya membangun peradaban Islam berkeadilan dan bermartabat. (foto: firnas/pasmu.id)
Khutbah

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

oleh Firnas Muttaqin
29 Mei 2026
Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id
Kabar

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

oleh Firnas Muttaqin
22 Mei 2026
Pak Jayadi bergembira di samping motornya yang sudah normal/foto: Agus pasmu.id
Kabar

Bukan Hanya Tempat Sholat! Saat Motor Muadzin Mogok, Masjid Baitul Huda Langsung Action

oleh Agus Salim
18 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi Dari Mimbar ke Konten Pendek/Generate by AI

Dari Mimbar ke Konten Pendek, Tantangan Dakwah atau Peluang di Era Algoritma?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan