Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pasuruan di bawah koordinasi Ketua Majelis Pembinaan Kader, Nurul Mawaridah, M.Pd,kembali menyelenggarakan kegiatan KURMA (Kajian Ukhuwah Rutin Milenial Aisyiyah) pada Jumat, 29 Mei 2026 secara daring melalui Google Meet. Kajian yang berlangsung pukul 19.00–20.00 WIB ini mengangkat tema “Profesionalisme Aktor Pendidikan: Sikap, Peran, dan Keteladanan” dengan menghadirkan narasumber Rini Kurniati, S.Pd, Kepala Sekolah PAUD (TK/KB/TPA) Al Kautsar Kota Pasuruan.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi para pendidik saat ini yang dihadapkan pada tantangan perkembangan zaman, tuntutan profesionalisme, serta dinamika sosial di lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Rini Kurniati, S.Pd menyampaikan bahwa menjadi seorang pendidik bukan sekadar menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, seorang pendidik harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Profesionalisme seorang aktor pendidikan terlihat dari bagaimana ia mampu memposisikan diri dengan bijak di hadapan murid, orang tua, rekan sejawat, maupun atasan.
“Pendidik bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga transfer nilai dan keteladanan. Murid akan lebih mudah meniru apa yang dilakukan gurunya daripada hanya mendengar nasihatnya,” ujar beliau dalam kajiannya.
Selain membahas tentang pentingnya profesionalisme, kajian ini juga menyinggung persoalan emosional yang sering dialami para pendidik, seperti rasa takut salah, overthinking saat mengambil keputusan, rasa insecure, hingga kebingungan dalam menjaga hubungan profesional di lingkungan sekolah. Narasumber menegaskan bahwa perasaan tersebut merupakan bagian dari proses bertumbuh dan pembelajaran diri.
Menurutnya, guru dan kepala sekolah perlu terus belajar mengelola emosi, meningkatkan kompetensi diri, serta membangun komunikasi yang sehat agar dapat menjalankan perannya secara optimal. Profesionalisme juga ditunjukkan melalui kesediaan untuk terus belajar, terbuka terhadap masukan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan pendidikan yang semakin dinamis.
Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman pribadi terkait tantangan menjadi pendidik di era saat ini. Banyak peserta mengaku merasa termotivasi dan mendapatkan sudut pandang baru tentang pentingnya menjaga sikap profesional sekaligus kesehatan mental dalam dunia pendidikan.
Kegiatan KURMA ini tidak hanya menjadi ruang belajar bersama, tetapi juga menjadi wadah ukhuwah dan penguatan semangat bagi para pendidik muda untuk terus berkembang. Melalui kajian ini, peserta diajak menyadari bahwa proses menjadi pendidik yang profesional membutuhkan kesabaran, refleksi diri, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pasuruan berharap kegiatan kajian rutin seperti ini dapat terus memberikan manfaat, inspirasi, dan penguatan karakter bagi para kader maupun masyarakat luas. Dengan adanya forum diskusi yang reflektif dan relevan seperti KURMA, diharapkan lahir lebih banyak aktor pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap bijak, empati, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema yang diangkat kali ini, peserta diingatkan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia. Oleh karena itu, profesionalisme dalam dunia pendidikan harus dibangun tidak hanya melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui sikap, karakter, dan keteladanan yang mampu menginspirasi generasi masa depan.












