Pasuruan – Panti Asuhan Darul Arqom Kota Pasuruan kembali menorehkan kabar membanggakan. Tahun ini, lima anak asuh berhasil menuntaskan pendidikan di SMKMUTU dan siap melanjutkan perjalanan menuju dunia kuliah maupun kerja.
Panti Darul Arqom yang berdiri sejak tahun 2010 tersebut kini telah memasuki usia sekitar 15 tahun. Kehadirannya menjadi salah satu amal usaha yang dibina oleh PDM Kota Pasuruan melalui Majelis Kesejahteraan Sosial.
Panti yang berada di Jalan KH. Wachid Hasyim, tepatnya di kawasan kompleks Masjid Darul Arqom, selama ini menjadi tempat para anak asuh tinggal dan menimba ilmu. Di asrama tersebut, mereka menjalani berbagai aktivitas seperti belajar, mengaji, beribadah, hingga bersekolah.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, anak-anak yang telah lulus tidak dilepas begitu saja. Pengurus panti terus berupaya mencarikan jalan terbaik bagi masa depan mereka, baik melalui jalur kuliah, bekerja sambil kuliah, mendapatkan beasiswa di berbagai kampus dan pondok pesantren, maupun melanjutkan program hafalan Al-Qur’an.
Adapun lima lulusan tahun ini antara lain:
- Andik Sesfao, lulusan jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), melanjutkan kuliah S1 PGSD di Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara).
- Marson Nenoliu, lulusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), diterima kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan Sosiologi.
- Aman Nenoliu, lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV), melanjutkan studi di Uniwara jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
- Saiful, lulusan DKV, memilih bekerja sambil menata masa depan.
- Alif Maulana Firdaus, lulusan TKJ, melanjutkan kuliah di Surabaya.
Para lulusan juga menyampaikan kesan dan harapan selama tinggal di Panti Darul Arqom.
Marson Nenoliu yang merupakan anak yatim piatu mengaku sangat terbantu selama tinggal di panti.
“Saya sangat terbantu selama di panti. Terima kasih yang tidak bisa saya balas apa-apa. Cita-cita saya ingin menjadi guru dan setelah kuliah nanti ingin pulang untuk mengabdi,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Andik Sesfao. Ia merasa senang karena mendapatkan banyak teman dan perhatian dari para pengurus.
“Saya senang bisa berkumpul bersama teman-teman di panti. Terima kasih kepada para pengurus yang sudah tiga tahun merawat dan membimbing kami. Saya bercita-cita menjadi guru,” katanya.
Sementara itu, Aman Nenoliu mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama tinggal di asrama.
“Selama tiga tahun di panti saya merasa senang karena bisa belajar banyak. Terima kasih kepada para pengurus yang sudah mengurus kami dengan baik,” ujarnya.
Keberhasilan para lulusan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Panti Darul Arqom tidak hanya berfokus pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mempersiapkan masa depan pendidikan dan karakter anak-anak asuh agar mampu mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Suyatno
Editor: Marjoko












