Pasuruan, 19 Mei 2026 – Rasa syukur dan bahagia mewarnai jalannya prosesi Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan atau SMK Mutu, Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di Kebon Pring, Kota Pasuruan. Acara ini menandai keberhasilan 58 siswa dalam menyelesaikan pendidikan formal mereka di jenjang kejuruan. Adapun rincian kelulusan tahun ini terdiri atas 14 siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), 18 siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), 13 siswa Akuntansi, serta 13 siswa Desain Komunikasi Visual (DKV).
Hadir dalam acara tersebut Ketua PDM Kota Pasuruan Dr. H. Abu Nasir, M.Ag., Kepala Cabang Dinas Wilayah Pasuruan Erwan Tjahjono, S.H., M.M., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Pasuruan M. Fathoni, M.Pd., serta Ketua Komite Sekolah Miftachul Arifin. Dalam sambutannya, Dr. Abu Nasir menekankan pentingnya kesiapan sekolah menghadapi era disrupsi teknologi dan perkembangan dunia industri yang semakin cepat.
Abu Nasir dalam sambutannya mengutip pemikiran Rhenald Kasali dalam buku Self Disruption yang menjelaskan bahwa banyak lembaga pendidikan gagal beradaptasi dengan perkembangan zaman karena terlambat melakukan perubahan. Menurutnya, sekolah harus mampu membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada output dan outcome lulusan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
“Kalau sekolah tidak jelas output dan outcome lulusannya, maka sekolah itu akan ditinggalkan. Karena itu SMK harus mampu mencetak lulusan yang link and match dengan kebutuhan industri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterampilan hard skill dan soft skill bagi lulusan SMK. Menurutnya, dunia industri saat ini lebih membutuhkan karakter seperti kejujuran, integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dibanding sekadar kemampuan teknis semata. Karena itu seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa hingga wali murid harus memiliki visi bersama untuk melakukan perubahan.
“Kita tidak ingin SMK justru menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar. SMK harus hadir sebagai solusi dan mampu mencetak generasi siap kerja, bahkan siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan, Moch. Taufik, S.H.I menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh lulusan agar terus belajar dan menjaga nama baik almamater. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjuangan, melainkan gerbang awal menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.
“Melangkah pasti menuju masa depan gemilang berarti melangkah dengan ilmu, keterampilan, akhlak, dan keyakinan. Jadilah generasi yang unggul, religius, kreatif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.
Berdasarkan data sekolah, sebanyak 11 siswa telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terdiri dari 2 siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 5 siswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan 4 siswa di Perguruan Tinggi Swasta lainnya. Selain itu, 7 siswa lainnya telah diterima bekerja di dunia usaha dan dunia industri mitra sekolah.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta ramah tamah antara guru, siswa, dan wali murid. Suasana haru tampak menyelimuti para siswa yang berpamitan dengan guru dan teman-temannya setelah menempuh perjalanan pendidikan selama tiga tahun di SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan.
Penulis: Fitri Qodiri
Editor: Marjoko













