Editor: Yogi Arfan
Masjid Al-Ukhuwah kembali menggelar kajian Ahad pagi (26/04) yang diikuti antusias oleh para jamaah. Kegiatan rutin ini tidak hanya menjadi ajang menimba ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah melalui momen kebersamaan usai kajian.
Pada kesempatan kali ini, kajian diisi oleh Ustaz Arifin Ahmad yang mengangkat tema “Etika Imam, Tata Cara Takbir, dan Bacaan Al-Fatihah”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman dasar dalam pelaksanaan shalat, khususnya bagi imam dan makmum, agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat.
Salah satu poin yang disorot adalah adab imam dalam membaca ayat Al-Qur’an. Imam dianjurkan membaca ayat yang mudah dan tidak memberatkan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20: “Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.” Selain itu, etika makmum dalam menegur imam juga dijelaskan, di mana makmum di barisan depan diperbolehkan membenarkan bacaan imam jika terjadi kesalahan.
Dalam pembahasan takbiratul ihram, Ustaz Arifin menjelaskan dua riwayat sahih tentang posisi mengangkat tangan, yakni sejajar bahu dan sejajar telinga. Ia juga mengingatkan agar lafaz “Allahu Akbar” diucapkan dengan benar tanpa memanjangkan bagian akhir yang dapat mengubah makna.
Kajian turut mengulas posisi tangan saat bersedekap serta anjuran membaca Al-Fatihah secara perlahan dengan berhenti di setiap ayat. Hal ini dikaitkan dengan hadis qudsi yang menggambarkan adanya “jawaban” dari Allah pada setiap ayat yang dibaca oleh hamba-Nya.
Tidak kalah penting, jamaah diingatkan tentang keutamaan mengucapkan “Amin” secara bersamaan dengan imam. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, keselarasan ucapan “Amin” dengan malaikat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Ustaz Arifin juga menjelaskan cara mengingatkan imam yang lupa rakaat, yakni dengan ucapan “Subhanallah” bagi makmum laki-laki dan tepukan tangan bagi perempuan. Dalam kondisi tertentu, imam yang terlanjur berdiri tidak perlu kembali duduk, namun dianjurkan melakukan sujud sahwi di akhir shalat.
Menutup kajian, beliau menekankan pentingnya adab dalam menerima nasihat. Jamaah diimbau untuk bersikap lapang dada ketika mendapatkan teguran, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam perbedaan pendapat.
Setelah kajian selesai, suasana hangat berlanjut dengan kegiatan ngopi bareng di teras masjid. Para jamaah menikmati sajian kopi dan camilan sambil berbincang santai, menciptakan suasana kebersamaan yang akrab di lingkungan Masjid Al-Ukhuwah yang asri dan nyaman.











