• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

Kisah Pak AR Fachruddin Menjadi Imam Tarawih Warga NU dengan 11 Rakaat

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
1 tahun yang lalu
in Sejarah
0
Image: Istimewa

Image: Istimewa

21
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Siapa yang menduga, Ketua Umum PP Muhammadiyah, almarhum Kiai Abdur Rozaq Fachruddin (1916-1995), yang lebih dikenal dengan sebutan Pak AR, pernah dua kali memimpin jamaah Nahdlatul Ulama (NU) dalam melaksanakan ibadah tarawih 11 rakaat, mengikuti tuntunan Muhammadiyah.

Pengalaman pertama terjadi di Ponorogo. Pada saat itu, Pak AR seharusnya memberikan ceramah di Masjid At-Taqwa yang dikelola oleh Muhammadiyah, tetapi beliau secara tidak sengaja masuk ke masjid lain yang juga bernama At-Taqwa milik NU yang sedang melangsungkan pengajian.

Di tempat tersebut, Pak AR disambut dengan penuh rasa hormat oleh pengurus masjid. Ketika jamaah Muhammadiyah tiba menyusul, beliau meminta untuk ikut menyelesaikan acara di masjid NU tersebut. Pengurus masjid bahkan meminta Pak AR untuk menjadi imam dalam shalat tarawih, dan beliau pun menerima permintaan itu. Sebelum memulai, Pak AR bertanya kepada jamaah tentang jumlah rakaat yang akan dilakukan.

Mereka pun sepakat untuk melaksanakan 23 rakaat yang biasa dilakukan oleh NU. Namun, Pak AR memimpin shalat tarawih dengan tumakninah, menikmati setiap rukun serta membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil. Setelah mencapai 8 rakaat, waktu yang dihabiskan ternyata lebih lama dibandingkan dengan tarawih 23 rakaat yang biasa dilakukan oleh NU, dan Pak AR pun menoleh kepada jamaah untuk untuk bertanya.

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

“Dos pundi bapak-bapak, diterusaken taraweh nopo langsung witir?” (Bagaimana bapak-bapak, diteruskan tarawih atau langsung witir?)

Sontak semua jamaah NU itu serempak menjawab, “Salat witir mawon.” (Salat witir saja). Jawab jamaah sambil tertawa masygul. Kisah pertama ini dipopulerkan ulang oleh aktivis Muhammadiyah Nurbani Yusuf pada tahun 2019.

Kisah kedua adalah cerita terkenal yang banyak beredar di internet. Cerita ini terjadi ketika Pak AR berkunjung ke sahabatnya, Ketua Umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng. Pada kesempatan tersebut, Pak AR kembali diberi amanah untuk menyampaikan khutbah tarawih serta menjadi imam salat tarawih. Permintaan tersebut datang langsung dari Gus Dur. Dengan penuh semangat, Pak AR pun meminta izin kepada jamaah seperti biasa sebelum mengambil posisi.

“Ini mau pakai tarawih NU atau Muhammadiyah?” tanya Pak AR kepada jamaah.

“enNUUUUUUUU…..,” jawab ratusan jamaah kompak seolah-olah ingin menampilkan jati diri ke-NU-annya di depan tokoh Muhammadiyah.

Seperti biasa, Pak AR dengan penuh ketenangan mengimami ratusan jamaah NU dalam salat yang tumaninah, pelan, serta diiringi pembacaan surat al-Quran yang cukup panjang. Dengan gaya yang mirip Muhammadiyah, lamanya salat tarawih 8 rakaat pun melebihi waktu yang biasanya dilakukan NU. Tentunya, hal ini membuat ratusan jamaah NU merasa cemas. Setelah mengucapkan salam di rakaat kedelapan, Pak AR berhenti sejenak dan menghadap ke arah jamaah salat, lalu ia mengulangi pertanyaannya kepada mereka.

“Ini mau dilanjutkan tarawihnya cara NU yang 23 atau Muhammadiyah yang 11 rakaat?” kata Pak AR terkekeh.

Sama dengan kasus pertama, para jamaah yang gelisah itu otomatis tertawa dan menjawab,

“Tarawih Muhammadiyah saja..,” sahut riuh dengan tawa bahagia sekaligus masygul. Lantas Pak AR memimpin salat witir tiga rakaat.

Selesai salat, Gus Dur bangkit dan berkata kepada para jamaah, “Baru kali ini ada sejarahnya warga NU di kandang NU di-Muhammadiyah-kan secara massal oleh satu orang Muhammadiyah saja,” kata Gus Dur.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: muhammadiyahNU
Share8Tweet5Share1
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Pendidikan Ordal dan Modal: Bisakah Mencetak Generasi Emas?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan