• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Pendidikan Ordal dan Modal: Bisakah Mencetak Generasi Emas?

Marjoko oleh Marjoko
1 tahun yang lalu
in Opini
0
10
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Awal tahun ajaran baru sering kali menjadi momen penuh harap dan ketegangan, terutama bagi orang tua dan siswa yang membidik sekolah favorit. Sayangnya, di balik semangat seleksi terbuka yang diagung-agungkan, masih marak praktik jalur tak resmi: orang dalam (ordal) dan kekuatan finansial (modal). Fenomena ini menciptakan kesenjangan yang mencolok dalam sistem pendidikan kita—yang idealnya adil dan meritokratis.

Pendidikan semestinya menjadi alat untuk mencetak generasi emas—anak-anak bangsa yang unggul, berintegritas, dan mampu bersaing secara global. Namun bagaimana mungkin cita-cita itu tercapai jika sistemnya sudah pincang sejak gerbang masuk? Ketika siswa berprestasi harus tersingkir karena tidak punya koneksi atau dana besar, sementara yang lain melenggang masuk lewat jalur belakang, maka keadilan dalam pendidikan hanya tinggal slogan kosong.

Kasus semacam ini bukan hanya cerita dari luar, tapi nyata dialami banyak keluarga. Salah satu anggota keluarga saya, misalnya, harus menerima kenyataan pahit ketika anaknya yang memiliki segudang prestasi gagal masuk sekolah impian, karena kalah dari siswa lain yang datang dengan ‘persiapan dana’ besar—bahkan cukup untuk membeli sepeda motor Honda ADV. Ada juga yang berani untuk menambahkan fasilitas sekolah seperti penambahan AC bagi ruang tertentu Miris, tapi itulah wajah buram pendidikan kita.

Praktik ordal dan uang pelicin ibarat lingkaran setan yang sulit diputus. Mereka yang berada dalam sistem merasa diuntungkan dan enggan mengubahnya. Padahal, jika terus dibiarkan, dampaknya jauh lebih luas: melemahkan kepercayaan publik, mematikan motivasi siswa berprestasi, dan yang paling fatal, melanggengkan ketimpangan sosial.

Related Post

Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

4 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Museum Gula yang Baru Diresmikan Diserbu Siswa MI Muhammadiyah, Ada Praktik Tanam Tebu

19 Mei 2026

Lalu, bisakah sistem seperti ini mencetak generasi emas? Jawabannya: sangat diragukan. Generasi emas tidak hanya butuh kecerdasan, tetapi juga integritas, semangat kompetisi yang sehat, dan sistem yang menghargai kerja keras. Jika sejak dini mereka dibentuk dalam lingkungan yang sarat ketidakadilan, maka nilai-nilai tersebut akan sulit tumbuh.

reformasi pendidikan tidak cukup hanya soal kurikulum dan fasilitas. Yang lebih mendesak adalah membenahi sistem penerimaan, menghapus jalur abu-abu, dan menegakkan meritokrasi secara tegas. Tanpa itu, generasi emas hanya akan menjadi utopia dalam negeri yang masih gemar memelihara praktik-praktik diskriminatif dalam dunia pendidikan. Selain itu Reformasi pendidikan juga tidak cukup hanya pada kurikulum atau gedung megah. Yang lebih mendesak adalah membenahi sistem penerimaan secara menyeluruh, menutup celah praktik curang, dan menegakkan meritokrasi. Tanpa keberanian untuk berbenah, maka harapan Indonesia Emas 2045 hanya akan berubah menjadi Indonesia Cemas.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: generasi emaspendidikan
Share4Tweet3Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

oleh Marjoko
4 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Di Langit Kashmir, Tembakan Itu Bukan Lagi Milik Dua Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026

PCA Purwerejo Gelar Milad 109 ‘Aisyiyah di Masjid Al-Ukhuwah dengan Talk Show

7 Juni 2026
Wali Kota Pasuruan: Hormati orang tua dan guru, kunci utama meraih kesuksesan hidup. (foto: Haedar/pasmu.id)

Wali Kota Pasuruan Titip Pesan untuk Lulusan SD Al-Kautsar: Hormati Orang Tua dan Guru Jika Ingin Sukses

6 Juni 2026
Dr. Abu Nasir: Anak berilmu dan berakhlak akan tumbuh menjadi pemimpin yang bermanfaat. (foto: Haedar/pasmu.id)

Ketua PDM Kota Pasuruan: Ilmu, Kepemimpinan, dan Akhlak Jadi Kunci Kesuksesan Generasi Masa Depan

6 Juni 2026
Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan (foto: Haedar/pasmu.id)

Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan

6 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan