• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Dari Kiblat hingga Kalender Global: Pesan PP Muhammadiyah Sa’ad Ibrahim di Silaturahim Syawal 1447 H

Marjoko oleh Marjoko
2 bulan yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Pesan mengejutkan Dr. KH. Sa’ad Ibrahim soal Islam berkemajuan mengguncang Silaturahim Syawal Pasuruan

Pesan mengejutkan Dr. KH. Sa’ad Ibrahim soal Islam berkemajuan mengguncang Silaturahim Syawal Pasuruan

10
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 4 April 2026 – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Sa’ad Ibrahim, M.A., menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan konsep Islam berkemajuan dalam kegiatan Silaturahim Syawal 1447 H yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah (SMK Mutu) Kota Pasuruan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa Islam bukan hanya agama yang mengatur ritual ibadah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi kemajuan peradaban manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Beliau mengawali pemaparannya dengan menggugah kesadaran peserta tentang luasnya alam semesta dan pentingnya manusia memiliki cara pandang yang progresif. Dengan mengilustrasikan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 kilometer per detik dan waktu tempuh antar bintang yang sangat panjang, beliau mengingatkan bahwa manusia tidak boleh terjebak dalam pola pikir sempit. “Kalau kita tidak berpikir besar, kita akan merasa cukup dengan keadaan kita sekarang, padahal tantangan peradaban jauh lebih luas,” ungkap beliau.

Dalam penjelasannya, beliau menegaskan bahwa Islam sebagaimana dipahami Muhammadiyah adalah Islam yang merujuk langsung pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang di dalamnya terkandung semangat untuk terus bergerak maju. Beliau mengutip berbagai ayat yang mendorong manusia untuk bersegera dalam kebaikan, berlomba-lomba menuju ampunan Allah, dan meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan. “Orang yang berkemajuan itu adalah orang yang taat kepada Allah. Sebaliknya, ketika seseorang menjauh dari ketaatan, di situlah kemunduran terjadi,” tegas beliau.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kemajuan dalam Islam tidak semata-mata diukur dari aspek fisik atau material, melainkan dari kualitas jiwa. Menurut beliau, pembangunan spiritual harus menjadi fondasi utama sebelum pembangunan lainnya. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah sebagai sumber kekuatan sejati dalam kehidupan.

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengangkat kembali keteladanan K.H. Ahmad Dahlan sebagai pelopor Islam berkemajuan. Beliau menjelaskan bagaimana Kiai Dahlan telah menggunakan pendekatan ilmiah, seperti ilmu falak dan astronomi, untuk meluruskan arah kiblat pada masanya. Meskipun sempat mendapat penolakan, langkah tersebut kini terbukti benar dan menjadi standar yang diakui secara luas. “Apa yang dulu ditentang, hari ini justru menjadi kebenaran yang diikuti. Itulah ciri dari gerakan yang berkemajuan,” ujar beliau.

Selain itu, beliau juga menyoroti pembaruan dalam bidang pendidikan yang telah dilakukan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum yang diperkenalkan Kiai Dahlan pada awal abad ke-20, menurut beliau, merupakan langkah visioner yang kini menjadi fondasi sistem pendidikan modern. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan, bahkan justru mendorong pengembangannya.

Beliau juga mengkritisi fenomena perbedaan dalam penentuan hari besar Islam yang masih terjadi hingga saat ini. Menurut beliau, kondisi tersebut menunjukkan bahwa umat Islam belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Di era sekarang, informasi bisa tersebar secara real-time ke seluruh dunia. Seharusnya kita bisa memiliki kepastian yang sama, bukan justru berbeda-beda,” jelas beliau. Dalam konteks ini, beliau menyebut bahwa Muhammadiyah telah menggagas Kalender Hijriyah Global Tunggal sebagai upaya menghadirkan keseragaman dan kepastian bagi umat Islam secara global.

Beliau juga mengajak peserta untuk memahami bahwa ajaran Islam memiliki dimensi universal yang tidak selalu terikat pada praktik lokal. Sebagai contoh, beliau menjelaskan bahwa penggunaan beras dalam zakat fitri di Indonesia merupakan bentuk adaptasi, sementara dalam hadis disebutkan kurma atau gandum. “Ini menunjukkan bahwa Islam memberi ruang untuk penyesuaian selama tidak bertentangan dengan prinsip dasarnya,” tutur beliau.

Dalam bagian lain, beliau menekankan pentingnya membangun pola pikir besar dan optimistis. Beliau mendorong generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar dan memiliki visi global. Menurut beliau, umat Islam harus berani mengambil peran dalam peradaban dunia dan tidak merasa rendah diri. “Jangan berpikir kecil. Kalau kita punya cita-cita besar dan kita sandarkan kepada Allah, maka itu akan menjadi kekuatan,” ungkap beliau.

Dalam aspek spiritual, beliau kembali mengingatkan pentingnya dzikir dan membaca Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan jiwa. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan mental dan ketenangan batin memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia. “Bangunlah jiwanya terlebih dahulu, karena dari situlah kekuatan sejati berasal,” pesan beliau.

Beliau juga mengajak peserta untuk memahami makna umur tidak hanya sebagai hitungan tahun, tetapi sebagai keberlanjutan amal dan manfaat setelah seseorang wafat. Dengan demikian, setiap individu diharapkan mampu meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dikenang dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Kegiatan Silaturahim Syawal 1447 H ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta masyarakat umum. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi umat Islam serta bangsa Indonesia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: halal bihalalmuhammadiyahsyawal
Share4Tweet3Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Halalbihalal Muhammadiyah Kota Pasuruan, Kiai Sa'ad Ibrahim Tekankan Islam Berkemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Mengungkap keterkaitan Islam, energi, dan frekuensi antara keyakinan spiritual serta perspektif ilmiah modern. (foto: ilustrasi/shutterstock.com)

Benarkah Zikir Mengubah Energi Tubuh? Rahasia Hubungan Islam, Frekuensi, dan Getaran yang Jarang Dibahas

31 Mei 2026
PSG Juara dengan drama adu finalti. (foto: Istimewa)

Dari Gol Cepat Havertz hingga Tangisan Adu Penalti: Final Liga Champions PSG vs Arsenal

31 Mei 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan