• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Khutbah

Manajemen Waktu dan Konsistensi Ibadah: Kunci Meraih Keberkahan Usia

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
9 bulan yang lalu
in Khutbah, Kabar, Kajian
0
5
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

PASURUAN, 4 Juli 2025 – Setiap detik dalam hidup adalah anugerah dan modal berharga yang tak dapat diulang. Pesan ini menjadi inti khotbah Jumat yang disampaikan oleh Ustaz Rozaqul Hasan dari Pesantren SPEAM Kota Pasuruan di Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam khotbahnya, Ustaz Rozaqul Hasan menekankan pentingnya manajemen waktu yang efektif dan konsistensi dalam berbuat kebaikan sebagai bekal utama di akhirat.

Mengawali khotbahnya, Ustaz Rozaqul Hasan mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki batas, termasuk usia manusia. Berbeda dengan harta atau jabatan yang bisa dicari kembali, setiap detik waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa kembali.

“Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Imam Tirmidzi, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk amal perbuatannya’,” kutip Ustadz Rozaqul Hasan.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Hadis ini, menurutnya, menyajikan dua potret kontras: usia panjang yang menjadi nikmat jika diisi kebaikan, atau sebaliknya, menjadi bencana jika dipenuhi kemaksiatan.

Kebaikan Kecil yang Konsisten, Jalan Menuju Rahmat Allah

Ustadz Rozaqul Hasan menekankan pentingnya mengisi setiap detik waktu dengan amal kebaikan. Mengutip Surah Al-A’raf ayat 56, “inna raḥmatallaˉhi qarıˉbum minal-muḥsinıˉn” (Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik), ia mengajak jamaah untuk tidak menunggu proyek besar untuk berbuat baik.

“Cukup kita menanam satu kebaikan saja, maka rahmat Allah akan mendekat kepada kita,” ujarnya.

Kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana seperti senyuman tulus, sedekah kecil, atau menyingkirkan duri di jalan. Kebaikan-kebaikan kecil yang rutin dilakukan, jika dikerjakan secara konsisten, akan menjadi pintu gerbang menuju cinta Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “aḥabbul-a’maˉli ilallaˉhi adwaˉmuhaˉ wa in qalla”
(Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, meskipun sedikit).

Ustadz Rozaqul Hasan menjelaskan bahwa kualitas amal diukur dari konsistensinya, bukan hanya volumenya sesaat. Sebagai contoh, shalat dua rakaat sunah yang rutin dilakukan setiap hari lebih baik daripada shalat delapan rakaat namun kemudian vakum beberapa hari.

Manajemen Waktu ala Imam Al-Ghazali: Kunci Disiplin Diri

Untuk mencapai konsistensi ini, Ustadz Rozaqul Hasan mengutip Imam Al-Ghazali dalam kitabnya: “Dan engkau tidak akan mampu melaksanakan perintah Allah dalam bentuk melakukan amal saleh, kecuali jika engkau bisa menata waktumu dan menata jadwal aktivitas harianmu dari pagi hingga sore.”

Manajemen waktu ala Imam Al-Ghazali ini, lanjut Ustadz Rozaqul Hasan, tidak hanya mencakup ibadah mahdzoh, tetapi juga aktivitas umum seperti bekerja, belajar, bahkan istirahat. Rutinitas yang moderat akan menjaga semangat dan waktu agar tidak terjebak dalam hal-hal tidak bermanfaat. Rekreasi pun, katanya, diperlukan untuk menjaga kesegaran tubuh dan produktivitas dalam beramal saleh.

Cara paling praktis dalam mengatur waktu adalah dengan menjaga shalat lima waktu. Nasihat ulama besar Abdul Hasan al-Syazili,
“kil nafsaka wa zin bis¸​-s¸​alaˉh” (ukur dirimu dan bandingkan dengan shalat), menggarisbawahi hal ini.

Siapa pun yang shalat tepat waktu, sesungguhnya ia mendidik diri untuk taat pada aturan. Disiplin shalat akan menular pada aspek lain dalam hidup: tidak terlambat rapat, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan menepati janji. Shalat, menurutnya, bukan hanya ritual, melainkan pusat gravitasi yang menyelaraskan seluruh agenda hidup seseorang.

Muhasabah Diri: Mempersiapkan Bekal untuk Hari Kemudian

Mengakhiri khotbahnya, Ustaz Rozaqul Hasan mengingatkan jamaah akan firman Allah dalam Surah Al-Hashr ayat 18: “Yaˉ ayyuhallaz˙ıˉna aˉmanuttaqullaˉha waltaṇẓur nafsum maˉ qaddamat ligad, wattaqullaˉh, innallaˉha khabıˉrum bimaˉ ta‘maluˉn” (Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan).

Ayat ini menyerukan muhasabah atau mengaudit diri setiap hari sebelum datangnya hari perhitungan.

Ustaz Rozaqul Hasan menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengatur waktu agar tidak terbuang sia-sia:

  1. Menulis agenda harian: Menjadwalkan waktu untuk shalat, membaca Al-Qur’an, bekerja, berolahraga, hingga waktu untuk keluarga.
  2. Memulai dari hal kecil: Jika sulit membaca satu juz Al-Qur’an, cukup satu halaman setiap hari yang penting disiplin.
  3. Memanfaatkan teknologi: Mengatur pengingat waktu shalat, memasang aplikasi Al-Qur’an dan perpustakaan digital di ponsel, serta membatasi waktu scrolling media sosial.
  4. Merencanakan waktu istirahat:
  5. Menjadwalkan rekreasi, misalnya di akhir pekan, dengan niat menyegarkan jiwa dan memperbarui stamina.

“Tidak ada kata terlambat, selama hidup kita belum berakhir, pintu tobat senantiasa terbuka untuk kita semua,” pungkas Ustadz Rozaqul Hasan, berharap Allah senantiasa membimbing umatnya untuk memanfaatkan sisa usia dengan sebaik-baiknya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share2Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post

Pendidikan di Era Autopilot: Robotisasi Manusia atau Pencerdasan Bangsa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan