• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Tidak Baper! Respons NU & Muhammadiyah Soal Kritik Pandji di Mens Rea

Marjoko oleh Marjoko
5 bulan yang lalu
in Opini
0
6
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Terkait polemik materi komedi Pandji Pragiwaksono yang menyentuh isu politik dan konsesi tambang yang dikaitkan dengan NU dan Muhammadiyah, respons dari kedua organisasi Islam terbesar ini justru menunjukkan kematangan dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Alih-alih “naik darah” secara institusional, respons yang muncul justru bernuansa reflektif, kritis terhadap diri sendiri, dan menjaga marwah organisasi dengan cara yang elegan.

Pertama, dari pihak Muhammadiyah, sikap Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas justru mengedepankan prinsip lapang dada terhadap kritik. Pernyataannya bahwa kritik adalah cermin untuk mengevaluasi apakah organisasi sudah berbuat baik dan benar, menunjukkan pendekatan yang dewasa dan berorientasi pada perbaikan. Anwar tidak terpancing emosi, tetapi justru menjadikan kritik sebagai momentum untuk mengingatkan warga Muhammadiyah agar kehadiran organisasi benar-benar bermakna bagi masyarakat luas. Pesan bahwa “usaha menjadi baik dan benar adalah tugas suci” justru mengalihkan fokus dari reaksi emosional ke substansi peran organisasi di masyarakat.

Kedua, dari kubu NU, meskipun ada laporan polisi yang mengatasnamakan “Angkatan Muda NU”, respons resmi PBNU justru menunjukkan jarak dan koreksi internal. Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dengan tegas menyatakan bahwa pelapor bukan representasi resmi NU, bahkan menegaskan bahwa tidak ada badan otonom bernama “Angkatan Muda NU”. Ini adalah bentuk klarifikasi institusional yang penting, agar tindakan sekelompok orang tidak serta-merta dinisbatkan ke organisasi. Lebih jauh, intelektual muda NU Muhammad Sutisna justru mengingatkan bahwa tindakan pelaporan itu “mengkhianati tradisi humor Gus Dur” yang santai, inklusif, dan tidak gampang tersinggung (baper). Kritik Sutisna justru mengarah pada internal NU sendiri, bahwa NU seharusnya tidak antipati terhadap satire atau kritik.

Ketiga, kedua organisasi ini tampaknya lebih memilih menjaga wibawa dengan tidak larut dalam polemik emosional. Alih-alih membela diri dengan reaktif, Muhammadiyah melalui Anwar Abbas justru berpesan agar yang mengkritik juga menjaga keseimbangan antara perasaan dan rasio. Ini adalah pesan universal yang berlaku bagi semua pihak: kritik harus disampaikan dengan bijak, dan yang dikritik harus menerimanya dengan dewasa. Dalam hal ini, Muhammadiyah dan NU menunjukkan diri sebagai organisasi yang matang, yang tidak mudah dihasut oleh dinamika media sosial atau konten komedi yang provokatif.

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

Keempat, isu yang diangkat Pandji sebenarnya adalah kritik politik substantif tentang keterlibatan ormas dalam politik praktis dan isu konsesi tambang. Respons dari Muhammadiyah dan NU justru tidak terjebak pada pembelaan terhadap isu tersebut, tetapi mengangkat level diskusi menjadi bagaimana ormas harus menjaga kemaslahatan umat dan bangsa. Dengan tidak “naik darah”, mereka justru terhindar dari kesan defensif yang bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan terhadap tuduhan tersebut.

Kesimpulannya, respons institusional Muhammadiyah dan NU dalam kasus ini justru menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Mereka tidak terpancing untuk bereaksi emosional, tetapi justru menggunakan momen ini untuk introspeksi, klarifikasi, dan mengingatkan kembali pada nilai-nilai utama organisasi. Di tengah maraknya polarisasi dan politik identitas, sikap seperti ini justru diperlukan: kritis terhadap diri sendiri, terbuka terhadap masukan, tetapi tetap menjaga marwah organisasi dengan cara-cara yang elegan dan substantif. Dengan demikian, wibawa kedua ormas justru tetap terjaga, bahkan mungkin semakin meningkat di mata publik yang mengapresiasi sikap bijak dan tidak reaktif.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: mens reamuhammadiyahNUPandji
Share2Tweet2Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Pentingnya Membangun Tradisi Baik dan Memilih Pemimpin Bertaqwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan