• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Sekolah Negeri Harusnya Benar-benar Gratis

Sekolah negeri gratis, betulan atau sekedar angin surga ?

M Roziq Zainuddin oleh M Roziq Zainuddin
1 tahun yang lalu
in Opini
0
Image: Freepik

Image: Freepik

7
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Negara Republik Indonesia telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Amanat ini tertuang jelas dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan. Salah satu wujud nyata dari amanat ini adalah penyelenggaraan sekolah negeri yang seharusnya bebas dari biaya pendidikan, terutama untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

Pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan sebagian untuk membiayai operasional sekolah negeri, termasuk gaji guru dan tenaga kependidikan, pengadaan sarana dan prasarana, serta kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya alokasi anggaran ini, seharusnya tidak ada lagi biaya pendidikan yang dibebankan kepada siswa di sekolah negeri.

Pungutan di Sekolah Negeri: Antara Harapan dan Kenyataan

Foto: detikcom

Meskipun idealnya sekolah negeri gratis, dalam praktiknya, seringkali kita mendengar atau bahkan mengalami adanya berbagai macam pungutan di sekolah. Pungutan ini bisa beragam bentuknya, mulai dari sumbangan sukarela yang kemudian terasa wajib, biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler, biaya untuk pengadaan fasilitas tertentu, hingga biaya administrasi yang tidak jelas peruntukannya.

Adanya pungutan ini tentu menimbulkan pertanyaan dan keresahan di kalangan orang tua siswa. Di satu sisi, kita memahami bahwa kebutuhan sekolah terus berkembang dan anggaran yang ada mungkin terbatas. Namun, di sisi lain, prinsip sekolah negeri gratis sesuai amanat undang-undang menjadi tercederai.

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

Menyikapi Pungutan di Sekolah Negeri: Langkah Bijak

Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi adanya pungutan di sekolah negeri? Berikut beberapa langkah bijak yang dapat kita lakukan:

  1. Mencari Informasi yang Jelas: Ketika ada informasi mengenai pungutan, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Cari tahu terlebih dahulu dasar hukum atau peraturan yang memperbolehkan atau melarang pungutan tersebut. Mintalah penjelasan rinci dari pihak sekolah mengenai jenis pungutan, besaran biaya, tujuan penggunaan dana, serta mekanisme pertanggungjawabannya.
  2. Memahami Hak dan Kewajiban: Sebagai orang tua siswa, kita perlu memahami hak kita untuk mendapatkan pendidikan gratis bagi anak-anak di sekolah negeri. Selain itu, kita juga perlu memahami kewajiban kita sebagai bagian dari komunitas sekolah, termasuk kemungkinan adanya partisipasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
  3. Mengedepankan Musyawarah dan Keterbukaan: Jika ada pungutan yang dirasa memberatkan atau tidak sesuai, ajak pihak sekolah untuk berdiskusi secara terbuka dan konstruktif. Sampaikan keberatan dengan cara yang sopan dan berdasarkan data atau informasi yang valid. Sekolah yang baik akan terbuka terhadap masukan dan kritik yang membangun.
  4. Membentuk Komite Sekolah yang Kuat: Komite sekolah memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pastikan komite sekolah berfungsi dengan baik, transparan, dan akuntabel dalam mengawasi pengelolaan keuangan sekolah.
  5. Melapor Jika Ada Indikasi Pelanggaran: Jika setelah berdiskusi dan mencari informasi terdapat indikasi adanya pungutan liar atau penyimpangan anggaran, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang, seperti Dinas Pendidikan setempat atau lembaga pengawas lainnya.

Mewujudkan sekolah negeri yang benar-benar gratis dan berkualitas membutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Orang tua, guru, komite sekolah, pemerintah, dan masyarakat secara umum perlu bersinergi dan saling mendukung. Pengawasan yang ketat terhadap pengelolaan anggaran pendidikan juga menjadi kunci untuk mencegah terjadinya praktik pungutan yang tidak sesuai dengan aturan.

Dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban, serta langkah-langkah yang tepat dalam menyikapi berbagai isu di sekolah, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan cita-cita luhur bangsa. Pendidikan yang berkualitas dan merata adalah investasi masa depan bangsa, dan sekolah negeri gratis merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Baca Juga:

  • Vaksin TBC Milik Bill Gates akan Uji Coba di Indonesia, Patutkah Diwaspadai?
  • KDRT dan Dampaknya terhadap Mental Anak
  • Bea Cukai Rokok Kalahkan Pendapatan BUMN, Fenomena yang Mengundang Keprihatinan

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: muhammadiyahsekolah
Share3Tweet2Share
M Roziq Zainuddin

M Roziq Zainuddin

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post
Foto: gemarnews

Aisyiyah Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Program Desa Bekemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan