• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Mindfulness: Cara Sederhana Menghargai Hidup di Tengah Hiruk Pikuk Zaman

Nila Zahrotul oleh Nila Zahrotul
8 bulan yang lalu
in Opini, Fakta Unik
0
Ilustrasi Mindfulness by Gemini AI

Ilustrasi Mindfulness by Gemini AI

24
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pernah nggak kalian mengamati, di masa sekarang semua bergerak serba cepat, penuh dengan ambisi, dan terburu-buru. Melihat teman kanan kiri satu per-satu punya pencapaiannya masing-masing. Sementara kita yang sudah berusaha dengan maksimal masih seperti ini saja.

Tuntutan dunia yang semakin lama nggak masuk akal, kemudahan informasi yang semakin nggak ada batasnya, branding manusia di media sosial yang terlihat sempurna, dan, ya, hal tersebut jika terpapar terus menerus ke diri kita bisa memicu overthinking alias membuat kita memikirkan sesuatu secara terus menerus dan berlebihan, sehingga menyebabkan produktivitas menurun dan buruknya bisa sampai di tahap depresi.

Apa Itu Mindfulness?

Dari gambaran di atas ada satu hal yang perlu dilakukan, yaitu Mindfulness. Mindfulness adalah kesadaran yang timbul akibat kita secara sengaja membawa perhatian ke saat ini, di sini. Dengan kata lain kita sengaja membawa diri kita untuk menikmati apa yang terjadi sekarang, apa yang sedang kita lakukan, apa yang sedang kita lihat, apa yang sedang kita makan, bahkan bagaimana irama nafas kita, dan apa yang kita dengar.

Terkadang kita terlalu memikirkan banyak hal, menerka banyak kemungkinan yang yang belum tentu terjadi, menyesali segala kekurangan di masa lampau, sampai lupa bahwa sebenarnya sekarang kita juga sedang hidup.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

27 Mei 2026

Mindfulness berhubungan erat dengan sikap penerimaan. Dalam kanal YouTube dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj menjelaskan tentang Acceptance dalam sikap Mindfulness. Akan ada masa di mana kita mengalami sesuatu yang nggak kita inginkan dan menyakitkan, emosi nggak stabil, sulit untuk berpikir atau mengambil suatu keputusan. Dalam sikap Mindfulness hal paling dasar untuk menghadapi kondisi tersebut adalah menerima.

Apapun dan bagaimanapun perasaannya, kita nggak perlu menghakimi emosi negatif yang datang menghampiri kita. Yang perlu kita lakukan adalah belajar mengenali rasa yang tidak nyaman, menyediakan ruang lebih luas untuk menerima, dan mengizinkan sang sakit untuk menetap sementara.

Realita yang saat ini terjadi dengan realita hari esok tidak pernah sama, ketika emosi dan perasaan kita sedang nggak stabil kita perlu sudut pandang yang lebih segar. Dalam sikap Mindfulness ada sebuah paradoks yaitu Acceptance Precede Change, penerimaan mendahului perubahan. Kadang kita lebih memilih untuk impulsive, ketika menemui keadaan yang tak menyenangkan kita ingin langsung merubahnya dengan cepat.

Logikanya, bagaimana mungkin kita bisa melakukan perubahan tanpa menerima keadaan terlebih dahulu?

Seni Melepaskan dan Letting Be

Dalam sikap Mindfulness, kita perlu melatih kepercayaan diri (Trust). Kita perlu percaya pada diri sendiri bahwa kita mampu dan bisa menemukan jalan, percaya bahwa dengan kejadian ini kita akan banyak belajar dan menjadi berpengalaman. Percaya bahwa setiap orang mempunyai waktu dan ritme jalannya masing-masing, sehingga kita tidak perlu membandingkan diri dengan siapapun. Ingat, kita sedang tidak berkompetisi dengan siapapun.

Sikap Mindfulness juga mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam menghadapi sesuatu, kita juga tidak harus berusaha terus menerus. Kadang kala ada waktunya kita ingin melepaskan. Silakan. Let it be. Mungkin akan terasa kurang nyaman, tapi kita perlu menerima juga dengan ramah. That’s okay. Ada beberapa hal dalam hidup yang kerumitannya tidak bisa diurai oleh akal pikiran kita, kita hanya perlu letting be, mengizinkan hal itu untuk sekadar ada.

Kapan Terakhir Kita Benar-Benar Hadir?

Coba ingat-ingat lagi. Kapan terakhir duduk diam sambil menyaksikan kendaraan lewat tanpa distraksi gawai? Kapan terakhir memeperhatikan irama napas? Kapan terakhir menatap langit dengan seksama sambil mendengarkan kicauan burung yang berlalu lalang? Sederhananya, kapan terakhir memperhatikan suara sendok dan piring yang saling beradu saat sedang makan?

Menjadi manusia tenang tidak akan merugikan. Di kehidupan yang serba cepat kita perlu sedikit melambat untuk mencegah diri memberikan respon agresif terhadap keadaan yang tak menyenangkan. Hiduplah untuk sekarang, nikmati semuanya yang tersedia saat ini. Semoga kita lebih mengerti diri sendiri, lebih mencintai diri sendiri dengan baik, dan lebih bahagia tentunya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyahPsikologi
Share10Tweet6Share2
Nila Zahrotul

Nila Zahrotul

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Next Post

Obsesi vs Work-Life Balance: Mengapa Orang Hebat Justru Hidup Tidak Seimbang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan