• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Jalan Hidup Orang Muhammadiyah

Abu Nasir oleh Abu Nasir
6 bulan yang lalu
in Opini
0
3
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Di dinding utara pintu masuk kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta terpampang tiga pigura besar dengan foto dan tulisan berisi pesan tokoh Ormas bersimbol matahari ini.

Siapapun yang membacanya dapat kesan tentang jalan hidup orang Muhammadiyah. Pesan di pigura besar itu adalah Kerja Keras, Hidup Sederhana.

Ada lagi kutipan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, pahlawan nasional yang hidup di zaman sebelum kemerdekaan ini berbunyi:

”Carilah sekuat tenaga harta yang halal, jangan malas.Setelah mendapat pakailah untuk kepentingan dirimu sendiri dan anak istrimu secukupnya, jangan terlalu mewah. Kelebihannya didermakan di jalan Allah”

Related Post

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Abu Nasir: Umat Islam Butuh Kepemimpinan Otentik, Bukan Pemimpin Karbitan

27 Mei 2026

Pesan KH Ahmad Dahlan itu mengingatkan kita pada firman Allah surat al-Qashash ayat 77.

Carilah olehmu apa yang diberikan Allah kepadamu untuk kehidupan akhirat dan jangan lupa kehidupan(nasib)-mu di dunia.

Kembali ke Muhammadiyah
Pesan Kiai Dahlan yang bersumber dari al-Quran ini begitu terang dan nyata. Clear and real bahwa hidup itu bekerja, bukan bertapa. Kerja keras, tidak boleh malas. Jika ada tantangan harus dihadapi, tidak lari.

Rezeki hasil kerja digunakan untuk menghidupi anak istri, tidak untuk diri sendiri. Itu pun secukupnya, jangan dihabiskan semuanya. Hidup sederhana, hindari bermewah-mewah bak raja-raja. Dengan begitu kelebihan harta bisa diinfakkan kepada Muhammadiyah sebagai jalan menuju surga.

Dalam makna lebih luas mencari harta sekuat tenaga bisa dilakukan melalui berbagai cara dan melakukan apa saja, yang penting halal, bermartabat, tidak menjual diri dan korupsi uang negara.

Jalur kerja keras bisa melalui politik, pendidikan, kesehatan, bisnis dan lainnya. Maka itu para politisi, pebisnis, pejabat, dokter, guru, direktur, komisaris sampai tukang bakso dan pedagang kaki lima kader Muhammadiyah yang berdiaspora di berbagai tempat, silakan bekerja keras. Hiduplah layak nan sederhana. Lalu kembalilah ke Muhammadiyah membawa zakat, infak dari kelebihan rezeki untuk menghidupi dan menghidupkan amal usaha.

Kenthongan di Siang Hari

Kiai Dahlan tidak hanya bicara. Juga sudah mempraktikkannya. Begitu pula para pimpinan warga Muhammadiyah.

Kisah menghebohkan pernah terjadi di Kauman Yogya di tahun 1921. 24 tahun sebelum Indonesia merdeka. Suara kenthongan berbunyi di siang hari. Dari rumah Kiai Dahlan.

Warga berkumpul bertanya-tanya. Di depan rumah banyak perabot dipajang. Ada meja,kursi almari, pakaian, dipan, lampu, jam.

”Aku hendak melelang semua ini,” kata Kiai Dahlan.

”Untuk apa kiai?” tanya mereka.

”Guru-guru belum digaji. Kas Muhammadiyah kosong. Dibutuhkan 500 gulden untuk membayar gaji dan memenuhi kebutuhan sekolah lainnya,” jawab Kiai Dahlan.

Warga di antaranya para pedagang batik terbengong. Saling berbisik. Lalu mereka satu persatu membeli barang-barang itu. Dalam sekejap semuanya terjual. Terkumpul 4.000 gulden.

Selesai lelang, warga langsung pulang. Kiai Dahlan berseru. ”Silakan ambil dan bawa barang-barang ini. Kalian sudah membelinya. Atau nanti saya antarkan?”

Mereka menjawab,” Tidak usah, Kiai. Biar di sini saja. Kami kembalikan semuanya.”

”Lalu uang yang terkumpul ini bagaimana?”

”Kami infakkan kepada Muhammadiyah untuk menggaji guru dan karyawan atau yang lainnya.”

”Tapi kebutuhannya 500 gulden. Ini terkumpul 4.000 gulden. Sisanya bagaimana?”

”Kami infakkan untuk kas Muhammadiyah.”

Kiai Dahlan terharu. Mengucapkan terima kasih. Mendoakan keberkahan dan ganjaran pahala bagi mereka.

Romantisme Filantropis

Kisah di atas diceritakan berulang-ulang tapi tak bosan mendengarnya. Hampir semua pimpinan Muhammadiyah dikenal zuhud, wara’, dan hidup sederhana. Bukan berarti tidak punya harta.

Pak AR Fachrudin sampai wafatnya tinggal di rumah dinas Muhammadiyah. Kendaraan yang dipakai motor butut lawas. Sering naik sepeda onthel, bus umum. Kalau mengisi pengajian di daerah memilih menginap di rumah pimpinan Muhammadiyah yang mengundangnya.

Di perhelatan Muktamar Solo November yang lalu, seorang ibu menginfakkan rumah dan sepeda motor untuk hadiah kepada penggembira yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Para penggembira rela merogoh uang sendiri demi menggembirakan muktamar. Menyemut berdesak- desakan. Ada warga persyarikatan menyiapkan berbagai kue dan makanan untuk peserta dan penggembira sehingga konsumsi tersedia melimpah.

Orang Muhammadiyah itu gak betahan, mewekan, suka terharu meneteskan air mata. Melow, kata anak milenial. Suka menitikkan air mata kalau melihat bangunan AUM mangkrak, anak yatim telantar, fakir miskin terpinggirkan. Segera bangkit mengulurkan bantuan. Suka urunan. Karena itu banyak AUM dibangun.

Orang Muhammadiyah itu romantis. Romantisme filantropis. Warisan pendirinya. Mengamalkan surat al-Ma’un. Melalui Lazismu dan MDMC miliaran rupiah terkumpul. Tersalurkan ke berbagai tempat bencana, memenuhi kebutuhan makan para korban, dan mendirikan hunian sementara.

Ada yang wakaf dan hibah tanah untuk masjid, panti asuhan, sekolah, rumah sakit, toko hingga Muhammadiyah kini punya banyak aset.

Berderma dan hidup sederhana. Menjadi jalan hidup orang Muhammadiyah.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: muhammadiyah
Share1Tweet1Share
Abu Nasir

Abu Nasir

Related Posts

MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

oleh Aman Ridho
27 Mei 2026
Next Post

Kepala SD MuCES Wakili Pasuruan dalam Lomba Wayang Edukasi Tingkat Jatim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan