• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Cipayung Plus Pasuruan Raya: Ketika Mahasiswa Bersuara, Kekuasaan Mendengar

IMM Pasuruan Raya oleh IMM Pasuruan Raya
9 bulan yang lalu
in Opini, Kabar
0
2
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Ada sesuatu yang berbeda dari aksi damai yang digelar oleh Cipayung Plus Pasuruan Raya di halaman DPRD Kabupaten Pasuruan. Bukan sekadar orasi lantang yang sering kali kita dengar di jalan-jalan, melainkan sebuah gerakan yang lahir dari kegelisahan kolektif. GMNI, IMM, HMI, dan PMII bersatu, seolah mengingatkan bahwa meski berbeda ideologi dan warna bendera organisasi, ada hal-hal besar yang lebih penting: suara rakyat yang terpinggirkan.

Dandy Aulia Rachman, Ketua GMNI Pasuruan yang juga menjadi korlap aksi, menegaskan bahwa gerakan ini murni datang dari mahasiswa. Tidak ada sponsor elit, tidak ada arahan dari kepentingan politik. Pernyataannya sederhana tapi tegas: “Kami tidak ingin kerusuhan. Kami hanya ingin didengar.” Kalimat ini terasa seperti tamparan sekaligus doa. Tamparan bagi pemimpin yang kerap tuli terhadap keresahan masyarakat, doa bagi perjuangan mahasiswa agar tidak ternodai oleh stigma anarkis.

Yang menarik, aksi ini tidak berlangsung dalam ruang hampa. Kehadiran bupati, wakil bupati, ketua DPRD, Kapolres, Kajari, hingga Dandim menjadi bukti bahwa suara mahasiswa kali ini mendapat ruang untuk disimak langsung. Tidak semua gerakan mahasiswa memiliki kesempatan seperti ini—berdiri, menatap mata para pemegang kuasa, dan menyampaikan keresahan tanpa jarak yang terlalu lebar.

Tuntutan yang dibawa pun tidak bisa dibilang sepele. Dari isu nasional seperti pelanggaran HAM dan RUU Perampasan Aset, hingga persoalan lokal yang sangat membumi: kekeringan, sampah di pesisir, narkoba, tambang ilegal, hingga ketidakadilan yang menimpa kaum miskin kota. Inilah wajah mahasiswa: berpikir global, tapi tetap menjejak di tanah tempat mereka hidup.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Setiap ketua organisasi diberi ruang untuk menyampaikan isu yang mereka kawal. Ada rasa bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan mozaik yang memperkaya. Dan ketika di ujung aksi para pemimpin daerah menandatangani kesepakatan bersama mahasiswa, ada secercah harapan bahwa suara itu tidak akan menguap begitu saja.

Namun, sejarah juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu cepat puas. Janji politik sering kali berakhir sebagai arsip kertas, tersimpan rapi tanpa pernah diwujudkan. Itulah sebabnya Cipayung Plus menegaskan: bila tuntutan tidak ditindaklanjuti, mereka siap turun lagi dengan kekuatan yang lebih besar. Sebuah ancaman, tapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk tidak berhenti di langkah pertama.

Melihat aksi ini, saya jadi teringat pada wajah gerakan mahasiswa yang sering direduksi: dicap ribut, dituduh hanya mencari panggung, bahkan dianggap sekadar pengganggu lalu lintas. Padahal, di balik spanduk dan pengeras suara, ada idealisme yang terus hidup. Dan di Pasuruan, kita melihatnya tumbuh, menuntut, sekaligus mengajukan solusi.

Cipayung Plus Pasuruan Raya bukan sekadar aliansi mahasiswa. Mereka adalah pengingat bahwa suara rakyat tidak boleh sunyi. Karena kalau mahasiswa berhenti bersuara, siapa lagi yang akan menagih janji pada mereka yang berkuasa?

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahIkatan Mahasiswa Muhammadiyahislammuhammadiyahpendidikan
Share1Tweet1Share
IMM Pasuruan Raya

IMM Pasuruan Raya

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Lazismu Kota Pasuruan Jalankan Program “Peduli Guru Muhammadiyah” untuk 195 Pendidik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Mengungkap keterkaitan Islam, energi, dan frekuensi antara keyakinan spiritual serta perspektif ilmiah modern. (foto: ilustrasi/shutterstock.com)

Benarkah Zikir Mengubah Energi Tubuh? Rahasia Hubungan Islam, Frekuensi, dan Getaran yang Jarang Dibahas

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan