• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Rahasia Adzan: Panggilan Cinta dan Keberuntungan dari Allah yang Sering Terabaikan

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
9 bulan yang lalu
in Kajian
0
Image: Made by AI

Image: Made by AI

7
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Adzan, seruan mulia yang berkumandang lima kali sehari, seringkali hanya dianggap sebagai penanda waktu salat. Namun, menurut penjelasan Ustaz Mim Saiful Hadi dalam sebuah sesi kajian subuh di Radio Suara Surabaya (Senin, 7/7/2025), adzan lebih dari sekadar panggilan ibadah; ia adalah panggilan cinta dari Allah yang menyimpan rahasia keberuntungan besar bagi siapa pun yang menyambutnya.

Ustaz Mim mengawali penjelasannya dengan mengutip sabda Rasulullah SAW: “Seandainya manusia mengetahui rahasia adzan, niscaya mereka akan berperang untuk mendapatkannya.” (HR. Ahmad). Perumpamaan ini, kata Ustadz Mim, menunjukkan betapa berharganya seruan adzan jika manusia memahami janji-janji Allah di baliknya.

“Bayangkan saja, jika ada pengumuman di Gelora Bung Tomo, ‘Datanglah jam 3, akan dibagikan uang 100 ribu per orang.’ Pasti orang akan berbondong-bondong, bahkan mungkin saling berebut,” ujar Ustadz Mim, memberikan analogi sederhana yang mudah dipahami. “Bagaimana jika 500 ribu? Orang bisa saling bunuh-bunuhan untuk menjadi yang terdepan.”

Namun, panggilan adzan menawarkan lebih dari sekadar materi. Kalimat “Hayya ‘alal falah” (Mari meraih kesuksesan) adalah inti dari tawaran Ilahi ini. “Siapa yang datang akan mendapatkan keberhasilan, keselamatan, kebahagiaan, dan kesuksesan,” tegas Ustadz Mim. Ini adalah jaminan keselamatan abadi, bukan hanya rupiah semata.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Adzan: Pujian, Persaksian, dan Undangan Ilahi

Ustaz Mim menjelaskan bahwa adzan terdiri dari beberapa bagian penting:

  1. Pujian atas Kebesaran Allah (Allahu Akbar).
  2. Persaksian atas Keesaan Allah (Asyhadu alla ilaha illallah) dan kerasulan Nabi Muhammad (Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah).
  3. Panggilan untuk Salat (Hayya ‘alas shalah).
  4. Panggilan untuk Meraih Kemenangan/Kesuksesan (Hayya ‘alal falah).
  5. Diakhiri dengan kembali memuji dan mengagungkan Allah, serta mengikat tauhid dengan kalimat akhir.

“Panggilan adzan ini bukanlah sesuatu yang biasa. Sesungguhnya adalah kalimat yang mulia, kalimat yang agung,” jelas Ustadz Mim. Ia menekankan bahwa jika adzan dikumandangkan dengan penuh semangat dan penghayatan, hati pendengarnya akan luluh dan kakinya akan tergerak untuk memenuhi panggilan tersebut.

Keberuntungan di Setiap Langkah Menuju Masjid

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang yang melangkah menuju masjid untuk memenuhi panggilan adzan akan mendapatkan pahala yang besar di setiap langkahnya. “Setiap langkah kakinya akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat,” sebut Ustadz Mim, menggambarkan bahwa tidak ada sedikit pun kerugian, melainkan keberuntungan yang sangat besar.

Bahkan, perlindungan Allah akan menyertai mereka yang memenuhi panggilan adzan. “Kalau di pagi hari, Allah menjaga hingga sore hari. Kalau ia memenuhinya di sore hari, Allah menjaganya malam hingga pagi hari,” tambahnya.

Keutamaan dan Doa Setelah Adzan

Mendengar adzan adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk meraih keberkahan. Setelah adzan selesai dikumandangkan, disunnahkan untuk membaca doa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan setelah mendengar adzan:
‘Allahumma Rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu.’

Yang artinya: ‘Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan.’

Maka sungguh ia akan mendapatkan syafaatku pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

Ada pula riwayat lain yang menambahkan lafaz “Innaka laa tukhliful mii’aad” di akhir doa.

Selain doa di atas, waktu antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: “Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi).

Panggilan Cinta yang Tak Selayaknya Diabaikan

Ustadz Mim mempertanyakan, “Alasan apa yang membuat kita ini tidak mempedulikan panggilan adzan? Tidak merasakan sebagai sebuah ajakan yang sangat sungguh sangat berharga, sangat-sangat menarik, sangat besar tawarannya?” Ia menyayangkan jika masih ada yang meremehkan panggilan yang bukan hanya sekadar seruan salat, melainkan panggilan cinta dari Allah.

“Betapa mulianya hati setiap kita, apabila mendengar suara adzan, hatinya tergerak, bahkan ia merindukan,” pungkas Ustadz Mim Saiful Hadi.

Dalam penutup kajian, Fitriana Ayu sebagai pembawa acara turut menyampaikan, “Ini bukan hanya panggilan untuk menunaikan ibadah salat, tapi ternyata panggilan cinta dari Allah. Meninggalkan dunia sejenak, kemudian berkomunikasi. Rasanya kan ibarat kalau sama pasangan itu, kalau tidak ngomong itu kan tidak enak.”

Kajian ini diharapkan dapat membuka mata hati umat Muslim agar lebih memaknai setiap kumandang adzan sebagai undangan istimewa dari Sang Pencipta, demi meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun akhirat.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share3Tweet2Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post
Image: Istimewa

Aku Eksis, maka Aku Dihitung: Ironi Manusia di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan