• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Pengajian Ahad Pagi: Ibunda Emilis Setiowati Bahas Zoonosis, Penyakit dari Hewan ke Manusia

PasMu Media oleh PasMu Media
7 bulan yang lalu
in Kajian
0
4
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pengajian Ahad pagi kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Ibu Hj. Drh. Emilis Setiowati, seorang dokter hewan sekaligus pemerhati kesehatan masyarakat. Dalam ceramah yang bertema “Zoonosis: Dari Hewan ke Manusia, Kisah Penyakit yang Mengubah Dunia”, beliau mengajak para jamaah untuk lebih memahami bahaya penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Dalam paparannya, Hj. Drh. Emilis menjelaskan bahwa zoonosis merupakan jenis penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui berbagai perantara, seperti udara, air, gigitan, atau kontak langsung. Beberapa contoh penyakit zoonosis yang pernah mengguncang dunia antara lain flu burung, rabies, antraks, dan Covid-19. Penyakit-penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga mengguncang perekonomian global dan kehidupan sosial masyarakat.

Beliau menekankan bahwa banyak wabah besar dalam sejarah dunia berawal dari zoonosis. “Kita bisa belajar dari masa lalu. Pandemi bukan hanya urusan medis, tapi juga peringatan agar manusia lebih bijak memperlakukan alam dan hewan,” ujar Emilis dalam ceramahnya yang disambut antusias para jamaah.

Menurut beliau, penyebab berkembangnya penyakit zoonosis tidak bisa dilepaskan dari pola hidup manusia dan kerusakan alam. Aktivitas manusia yang merusak habitat satwa liar, perdagangan hewan eksotik, serta kebersihan lingkungan yang buruk menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran penyakit dari hewan ke manusia. “Ketika manusia semakin sering bersentuhan dengan hewan tanpa menjaga kebersihan dan keseimbangan alam, maka risiko zoonosis meningkat,” tambahnya.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Untuk mencegah penyebaran zoonosis, Hj. Drh. Emilis memberikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Kedua, rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau lingkungan yang kotor. Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang penyakit.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya memberikan vaksin kepada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, serta menggunakan masker apabila sedang flu agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain atau hewan di sekitar. Semua langkah tersebut sederhana, namun sangat efektif untuk mencegah terjadinya penularan penyakit zoonosis.

Hj. Drh. Emilis menutup ceramahnya dengan pesan moral yang mendalam. “Kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan adalah satu kesatuan. Ketiganya saling bergantung. Jika salah satu rusak, maka semuanya akan terdampak. Karena itu, mari kita rawat alam, jaga kebersihan, dan sayangi hewan sebagaimana kita menjaga diri sendiri.”

Pengajian Ahad pagi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para jamaah terlihat antusias, terutama ketika membahas cara-cara praktis mencegah penyakit dari hewan peliharaan. Diharapkan, melalui pengajian ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan bersih, serta mampu mengambil hikmah dari kisah penyakit-penyakit yang pernah mengubah dunia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Aisyiyahdakwahislammuhammadiyahpendidikan
Share2Tweet1Share
PasMu Media

PasMu Media

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Dosa Finansial di Usia 20-an yang Akan Disesali di Usia 30-an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan