• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Kematian dari Perspektif Medis dan Syariah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
10 bulan yang lalu
in Kajian, Kabar
0
8
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Inti definisi kematian dari perspektif medis adalah mati batang otak. Yaitu kondisi medis saat seluruh fungsi batang otak berhenti total dan permanen, sehingga otak kehilangan semua kemampuannya, termasuk mengatur napas, denyut jantung, dan kesadaran. Pasien tidak bisa sadar atau bernapas tanpa alat bantu, dan kondisi ini berbeda dengan koma—mati batang otak dianggap sebagai kematian secara medis. Jika alat bantu dilepas, jantung dan fungsi tubuh langsung berhenti. Demikian dijelaskan oleh Dokter M Farchan Jauhari di pengajian ahad pagi (3/8/2025) Masjid Darul Arqom Kota Pasuruan.

Dokter Farchan menjelaskan bahwa mati batang otak (brainstem death) menjadi tolok ukur kematian dalam dunia medis, karena bagian otak inilah yang mengatur pusat pernapasan dan saraf vital lainnya.

Namun, ia juga menyoroti bahwa definisi medis ini kerap menuai kontroversi, terutama bila berkaitan dengan penghentian alat bantu hidup. “Ketika batang otak tak lagi berfungsi, tubuh tidak mampu bernapas secara spontan, dan itu secara medis disebut mati. Tapi, apakah itu sudah berarti kematian secara hakiki?” tanyanya.

Ia pun mengulas fenomena kematian sel (apoptosis dan nekrosis), serta bagaimana pola hidup sehat seperti puasa, tidur cukup, olahraga, dan mengelola stres bisa memperlambat kematian sel dan menjaga kualitas hidup.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kematian Menurut Syariah: Dicabutnya Ruh oleh Malaikat

Beranjak dari medis, dr. Farchan mengajak jamaah memahami definisi kematian menurut syariat Islam, yakni tercabutnya ruh dari jasad. Ia mengutip QS. Az-Zumar ayat 42, yang menyatakan bahwa Allah-lah yang memegang jiwa ketika seseorang wafat dan saat tidur.

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَ نْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَا لَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَا مِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُ خْرٰۤى اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)

Ia juga menyebut hadits riwayat Muslim yang menegaskan bahwa ruh lebih dahulu dicabut sebelum mata menutup, bukan sebaliknya.

Dengan tegas ia mengatakan, “Yang benar-benar tahu kapan seseorang meninggal adalah Allah, karena pencabutan ruh adalah perkara gaib. Dokter hanya bisa mengamati tanda-tanda fisiknya seperti berhentinya jantung dan napas.”

Ia juga menyampaikan bahwa penyebab kematian sejatinya bukan penyakit, kecelakaan, atau serangan jantung, melainkan datangnya ajal yang ditentukan oleh Allah. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ali Imran: 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِ نَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)

dan QS. An-Nisa: 78, bahwa kematian akan datang meskipun manusia berada dalam benteng yang kuat.

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ هٰۤؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)

Pengingat untuk Para Tenaga Kesehatan

Di akhir kajian, dr. Farchan berbagi pengalaman pribadi saat pertama kali menghadapi kematian pasien. “Dua malam saya tidak bisa tidur, terus bertanya: apa yang salah? Namun saya sadar, kematian adalah ketetapan Allah.”

Ia juga mengingatkan bahwa tenaga kesehatan adalah pihak yang paling sering bersentuhan dengan kematian, sehingga seharusnya menjadi yang paling sering pula merenungi hakikatnya. “Jangan sampai karena terbiasa melihat kematian, hati kita jadi mati,” pesannya dengan penuh haru.


Mengutip Imam As-Suyuthi dalam kitab Nuzhatul Khawatir, dr. Farchan menutup kajian dengan kalimat yang menggugah: “Cukuplah kematian sebagai nasihat dan waktu sebagai pemisah.”

Ia juga menukil sabda Rasulullah SAW:
“Jika kamu shalat, shalatlah seakan-akan itu adalah shalat terakhirmu.”
Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap hamba hidup dalam kesadaran akan kematian dan tidak menunda amal kebaikan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share3Tweet2Share1
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post
Image made by AI Generate

Bukan Sekadar Nama di KTA: Saatnya Kader Muhammadiyah Bicara, Bukan hanya Membaca

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Teknik mesin dan Islam selaras: Al-Jazari pelopor poros engkol, ihsan jadi etika, green tech amanah khalifah. (Ilustrasi: AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Indah Islam dan Etika Teknik Mesin

4 Juni 2026
Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

4 Juni 2026
Pesantren SPEAM Kota Pasuruan: agama, hafalan Al-Qur'an, wirausaha, dan bahasa asing dalam satu pendidikan modern. (foto: SPEAM/passmu.id)

Cetak Generasi Qur’ani Berjiwa Entrepreneur, SPEAM Kota Pasuruan Tawarkan Kurikulum Integratif dan Pengawasan 24 Jam

4 Juni 2026
Subuh di Masjid Darul Arqom, Ust. Heru ungkap fenomena tiga laut bertemu tak menyatu sebagai bukti kuasa Allah. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Keajaiban Doa Air yang Tak Menyatu: Refleksi Teologis dan Saintifik di Masjid Darul Arqom

4 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan