• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Viral Bukan Tujuan, Tapi Ladang Pahala: Pesan Mengejutkan Wakil Ketua Muhammadiyah Jatim Soal “Infak Informasi” dan Hoaks di Medsos

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
8 bulan yang lalu
in Kabar
0
foto: firnas/pasmu.id

foto: firnas/pasmu.id

3
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Surabaya, 11 Oktober 2025 – Media sosial kini bukan lagi sekadar ruang berbagi informasi, melainkan medan perang opini dan emosi. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur, Muhammad Sholihin, dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital yang digelar pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Ia menyoroti bagaimana konten yang paling mudah viral di dunia maya justru sering kali adalah konten yang membangkitkan emosi, meski berangkat dari perspektif yang menyimpang dari kebenaran.

“Yang terpenting, kita harus punya strategi supaya tidak terjebak bahwa kita masih dalam pembincang yang tidak ada orangnya,” ujar Sholihin, mengingatkan peserta agar tidak larut dalam perdebatan digital yang destruktif dan manipulatif. Menurutnya, reputasi digital bukan dibangun dengan balas-membalas komentar, melainkan dengan karya nyata dan konsistensi dalam menyebarkan nilai kebaikan.

Dalam sesi interaktif tersebut, Sholihin memaparkan dua tantangan besar yang tengah dihadapi Persyarikatan Muhammadiyah di era digital. Pertama, tantangan penolakan lokal di daerah minoritas yang sering kali dipicu oleh hoaks dan misinformasi. Kedua, beban reputasi sebagai organisasi “terkaya” di Indonesia yang menimbulkan asumsi keliru di masyarakat.

Salah satu peserta, Zainal Khalifin dari Sampang, Madura, menuturkan bagaimana upaya pendirian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di daerahnya sempat mendapat penolakan keras dari tokoh-tokoh lokal. Penolakan itu bukan disebabkan oleh substansi ajaran Muhammadiyah, melainkan oleh narasi negatif di media sosial yang menuduh Muhammadiyah bertentangan dengan ajaran leluhur. Padahal, upaya generasi muda Muhammadiyah di sana justru bertujuan untuk memperkuat kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat.

Related Post

Di era digital, banyak orang tidak lagi takut gagal—mereka lebih takut terlihat tidak sibuk/Ilustrasi shutterstock.com

Budaya “Sok Sibuk” di Era Digital: Produktif atau Sekadar Takut Tertinggal?

22 Mei 2026
Ilustrasi Dari Mimbar ke Konten Pendek/Generate by AI

Dari Mimbar ke Konten Pendek, Tantangan Dakwah atau Peluang di Era Algoritma?

16 Mei 2026

Era Digital Bisa Hancurkan Karakter Anak? Ini Penjelasan Prof. Mundakir di Pasuruan

10 Mei 2026

Media Daerah Muhammadiyah Krisis SDM, Tapi Agus Wahyudi Bocorkan Jurus Rahasia Atasi Krisis Digital

11 Oktober 2025

Menanggapi hal itu, Sholihin menegaskan bahwa jalan terbaik untuk menghadapi bumerang hoaks bukan dengan reaksi emosional, tetapi dengan keteladanan dan aksi nyata. “Muhammadiyah tidak boleh menyerah atau membalas dengan arogansi. Pendekatan terbaik adalah dakwah bil hal, melawan hoaks digital dengan bukti di dunia nyata,” tegasnya. Ia mencontohkan bahwa kegiatan sosial seperti santunan, penghargaan kepada masyarakat sekitar, hingga pelayanan kesehatan bisa menjadi jembatan dakwah yang lebih efektif ketimbang debat di ruang digital.

Lebih jauh, Sholihin menyoroti tantangan lain yang tak kalah kompleks: citra Muhammadiyah sebagai organisasi “terkaya” di Indonesia. Menurutnya, citra itu memang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap amal usaha Muhammadiyah, mulai dari rumah sakit, sekolah, hingga universitas ternama. Namun, di sisi lain, citra tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman. “Ada yang bilang, ‘Sugih kok jaluk bantuan’ (kaya kok minta bantuan). Padahal, yang mengajukan bantuan itu bukan untuk pribadi, tapi untuk umat,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan itu, Sholihin menawarkan konsep transformatif yang ia sebut sebagai Infak Informasi. Ia mengajak seluruh anggota Muhammadiyah untuk memandang setiap posting positif di media sosial sebagai bentuk infak. “Memberitakan sesuatu yang positif, yang kita kerjakan, adalah bagian dari infak informasi pada publik. Infak, Pak. Dahlan, Pak,” ujarnya menirukan gaya pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan.

Konsep ini, menurutnya, menjadi kunci untuk mengisi ruang digital yang saat ini terlalu banyak diisi oleh konten negatif. Dengan semangat infak informasi, anggota Muhammadiyah diajak untuk aktif membagikan kisah inspiratif, kegiatan sosial, dan dakwah yang menyejukkan di berbagai platform seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok. Dengan begitu, ruang maya tidak dibiarkan kosong atau diambil alih oleh narasi yang menyesatkan.

“Kalau kita posting sesuatu yang positif, niatkan itu sebagai dakwah, bukan pameran,” tegas Sholihin. Ia menambahkan bahwa reputasi digital Muhammadiyah bukan dibangun oleh satu lembaga besar, tetapi oleh konsistensi jutaan individu yang terus menebar kebaikan setiap hari. “Karakter orang kan juga akan membantu karakter organisasi,” ujarnya menutup sesi.

Pesan Sholihin sore itu menggema kuat di ruang pelatihan: viral bukanlah tujuan, melainkan ladang pahala. Di tengah derasnya arus informasi dan godaan popularitas digital, infak informasi menjadi panggilan moral baru bagi kader Muhammadiyah, berdakwah dengan keikhlasan, menyebar kebaikan dengan konsistensi, dan menjaga marwah Persyarikatan di dunia nyata maupun maya.

Editor: Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: DigitaldigitalisasihoaksmedsosPWM
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Di era digital, banyak orang tidak lagi takut gagal—mereka lebih takut terlihat tidak sibuk/Ilustrasi shutterstock.com
Opini

Budaya “Sok Sibuk” di Era Digital: Produktif atau Sekadar Takut Tertinggal?

oleh Dary Yumna Joesi
22 Mei 2026
Ilustrasi Dari Mimbar ke Konten Pendek/Generate by AI
Opini

Dari Mimbar ke Konten Pendek, Tantangan Dakwah atau Peluang di Era Algoritma?

oleh Aman Ridho
16 Mei 2026
Mendidik Karakter Anak di Era Digital: Membangun Moral Action di Tengah Gempuran Algoritma
Kabar

Era Digital Bisa Hancurkan Karakter Anak? Ini Penjelasan Prof. Mundakir di Pasuruan

oleh Firnas Muttaqin
10 Mei 2026
Next Post
foto: firnas/pasmu.id

Media Daerah Muhammadiyah Krisis SDM, Tapi Agus Wahyudi Bocorkan Jurus Rahasia Atasi Krisis Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Semarak Milad 'Aisyiyah ke-109: senam, cek kesehatan, bazar, dan tasyakuran untuk hidup sehat. (foto: Mawaridah/pasmu.id)

Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109, Senam Bersama Ibu Wakil Wali Kota Pasuruan Menjadi Syiar Healthy Life Campaign

7 Juni 2026
Rehab Masjid Darul Arqom Masuk Fase Kritis, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi. (Foto: Agus/pasmu.id)

Rehab Masjid Darul Arqom, Pekerja Lakukan Ini Biar Kubah Besar Tak Rembes Lagi

7 Juni 2026
Ustadz Baidowi, dalam kajian ahad pagi, Iblis sombong karena api, manusia sombong karena dunia, lupa menjaga fitrah di era digital. (foto: Firnas/pasmu.id)

Menjaga Fitrah di Era Digital: Refleksi Kesombongan Iblis dan Remeh-remeh Kehidupan

7 Juni 2026
Kajian di Masjid Darul Arqom, Jaga sehat fisik, jiwa, dan sosial agar masa tua tetap bugar, mandiri, dan bahagia. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Raga di Usia Senja: Memetik Hikmah Sehat Fisik, Jiwa, dan Sosial Bersama dr. Husni Muzakir Al Habsyi

7 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan