• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Media Daerah Muhammadiyah Krisis SDM, Tapi Agus Wahyudi Bocorkan Jurus Rahasia Atasi Krisis Digital

Marjoko oleh Marjoko
10 bulan yang lalu
in Kabar
0
foto: firnas/pasmu.id

foto: firnas/pasmu.id

2
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Surabaya, 11 Oktober 2025 – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Agus Wahyudi, Pemimpin Redaksi PWMU.co, dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital yang digelar Sabtu (11/10/2025). Ia mengungkap kenyataan pahit bahwa media-media Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah sedang menghadapi krisis reputasi digital yang serius. “Realitanya, media kita di daerah banyak yang dikelola satu orang saja. Dia itu guru ngaji, penulis tafsir, pencari berita, penulis, sekaligus editor. Bagaimana bisa konsisten?” ujarnya, disambut tawa getir para peserta pelatihan.

Menurut Agus, masalah terbesar bukan pada teknologi, melainkan pada sumber daya manusia (SDM). Banyak media daerah yang kesulitan memproduksi berita secara rutin. “Ada media yang hanya menulis sepuluh berita dalam dua bulan,” katanya. Kondisi ini menciptakan kesenjangan besar antara media Muhammadiyah dengan kompetitornya. Sebagai perbandingan, Kompasiana, platform jurnalisme warga, mampu menelurkan hingga seribu konten per hari. Bagi Agus, kesenjangan ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kemampuan mengelola reputasi digital yang masih tertinggal jauh.

Untuk mengubah keadaan itu, Agus memperkenalkan kerangka kerja PESO, singkatan dari Paid, Earned, Shared, dan Owned Media. Paid Media berarti promosi berbayar di platform eksternal, Earned Media mencakup liputan gratis dari pihak lain, Shared Media adalah pembagian konten secara sukarela oleh masyarakat, dan Owned Media mencakup kanal resmi milik lembaga seperti website dan akun media sosial. “Filosofinya sederhana: Konten adalah King, Media Sosial adalah Pong. Konten harus menginspirasi dan menyentuh hati, agar orang rela membagikannya tanpa disuruh,” tegasnya.

Untuk mengatasi krisis SDM, Agus menawarkan solusi cepat: menerapkan model User Generated Content (UGC) atau jurnalisme warga. Dengan model ini, anggota Muhammadiyah di seluruh daerah dapat langsung menulis dan mempublikasikan artikel mereka di website masing-masing. “Prosesnya bisa kurang dari 15 menit, tanpa perlu antre di meja editor,” jelasnya. Model seperti ini telah sukses diterapkan oleh platform besar seperti Kompasiana dan Kumparan. Selain mempercepat produksi, UGC juga memberi kontrol penuh kepada penulis untuk memperbaiki dan memperbarui tulisannya kapan saja. Keuntungan lainnya adalah peningkatan lalu lintas digital (traffic), karena setiap tulisan bisa disertai tautan balik (backlink) menuju website resmi daerah.

Related Post

Islam mengajarkan pelestarian alam sebagai ibadah sekaligus tanggung jawab manusia kepada Sang Pencipta. (Foto: Istimewa)

Menjaga Sumber Daya Alam adalah Wujud Keimanan, Bukan Sekadar Kepedulian Lingkungan

18 Juli 2026
Di era digital, banyak orang tidak lagi takut gagal—mereka lebih takut terlihat tidak sibuk/Ilustrasi shutterstock.com

Budaya “Sok Sibuk” di Era Digital: Produktif atau Sekadar Takut Tertinggal?

22 Mei 2026

Dari Mimbar ke Konten Pendek, Tantangan Dakwah atau Peluang di Era Algoritma?

16 Mei 2026

Era Digital Bisa Hancurkan Karakter Anak? Ini Penjelasan Prof. Mundakir di Pasuruan

10 Mei 2026

Agus juga menyoroti pentingnya mengubah sudut pandang berita agar lebih inspiratif. Menurutnya, media daerah harus berhenti menulis berita yang hanya menjawab “apa yang terjadi” dan mulai berfokus pada “apa yang menginspirasi.” “Daerah itu penuh kisah tokoh Muhammadiyah yang luar biasa, tapi kita anggap biasa. Padahal itu bisa jadi bahan konten yang viral dan bernilai,” ujarnya. Ia memberi contoh bagaimana sebuah berita bisa diubah menjadi lebih humanis: berita tentang kekalahan timnas misalnya, bisa diangkat dari sisi dua mahasiswa Muhammadiyah yang tampil di tim nasional. Atau, berita bantuan bencana bisa diubah menjadi kisah heroik “LazisMU Gerak Cepat, Salurkan 1.000 Kabel Logistik untuk Korban Erupsi.”

Dalam hal teknik penulisan, Agus menekankan dua hal penting: judul menggoda dan struktur piramida terbalik. Judul harus menarik, bukan sekadar menyebut nama kegiatan. “Hindari judul seperti ‘Kajian BBM’. Gunakan kata kuat, angka, atau emosi, misalnya ‘3 Langkah Jadi Penulis Digital Muhammadiyah yang Viral’,” sarannya. Sementara itu, struktur piramida terbalik berarti menempatkan informasi paling penting di paragraf pertama, lalu diikuti rincian, dan terakhir latar belakang. “Pembaca online itu tidak sabar. Tarik mereka dalam tiga detik pertama,” tambahnya.

Menutup paparannya, Agus menyerukan agar PWM Jatim dan seluruh PDM/PCM segera memulai inisiatif digital secara mandiri. Dengan dukungan pimpinan wilayah dan semangat gotong royong, strategi UGC diyakini mampu mengubah krisis menjadi peluang emas. “Kalau setiap daerah bisa menulis satu kisah inspiratif per hari, reputasi digital Persyarikatan akan terangkat tanpa perlu dana besar,” ujarnya optimistis. Kini, bola ada di tangan para pegiat media daerah. Apakah mereka siap menjadi bagian dari revolusi jurnalisme warga Muhammadiyah?

Editor: Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Digitalinspirasisdm
Share1Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Islam mengajarkan pelestarian alam sebagai ibadah sekaligus tanggung jawab manusia kepada Sang Pencipta. (Foto: Istimewa)
Opini

Menjaga Sumber Daya Alam adalah Wujud Keimanan, Bukan Sekadar Kepedulian Lingkungan

oleh Dary Yumna Joesi
18 Juli 2026
Di era digital, banyak orang tidak lagi takut gagal—mereka lebih takut terlihat tidak sibuk/Ilustrasi shutterstock.com
Opini

Budaya “Sok Sibuk” di Era Digital: Produktif atau Sekadar Takut Tertinggal?

oleh Dary Yumna Joesi
22 Mei 2026
Ilustrasi Dari Mimbar ke Konten Pendek/Generate by AI
Opini

Dari Mimbar ke Konten Pendek, Tantangan Dakwah atau Peluang di Era Algoritma?

oleh Aman Ridho
16 Mei 2026
Next Post
foto: Agus/pasmu.id

Kajian Ahad Pagi Masjid Darul Arqom Pasuruan Bahas Kesehatan Tulang Belakang, Hadirkan dr. Hamzah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Image Pasmu.id

Muhammadiyah Gadingrejo Terima Wakaf Rumah untuk Rumah Tahfidz dan Panti Asuhan Al Muttaqin

15 Agustus 2026
Cimory hadirkan edukasi, senam, dan keceriaan untuk ratusan siswa SMP MEKA di Krian. (foto: Nina Tri Wulyo/pasmu.id)

Semarak dan Edukatif, Cimory Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Siswa SMP MEKA

14 Agustus 2026
SD Al-Kautsar Pasuruan gelar parenting untuk menyelaraskan pola asuh keluarga dan sekolah. (foto: Yogi/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Gelar Parenting Milenial 5.0, Dorong Sinergi Pola Asuh antara Rumah dan Sekolah

8 Agustus 2026 - Updated On 9 Agustus 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

25 Juli 2026
Pelatihan interaktif di SMP Muhammadiyah 6 Krian membekali guru dengan sayap digital untuk pendidikan masa depan. (Foto: Bima Fikri/pasmu.id)

Sandiwara Cinta Guru Krian: Dari Melodi Pop ke Pedagogi Digital di SMP Muhammadiyah 6

19 Agustus 2026
Workshop TKA Kota Pasuruan padukan ikhtiar akademik dan doa untuk optimalisasi hasil siswa. (Foto: Mustakim/pasmu.id)

Workshop TKA Kota Pasuruan Bahas Optimasi Capaian Siswa Melalui Jalur Langit dan Jalur Bumi

19 Agustus 2026
Upacara HUT RI ke-81 di Yogyakarta berlangsung khidmat, ditegaskan gotong royong dan penguatan SDM pariwisata. (Ilustrasi: AI)

Hut RI ke 81 Saatnya Merah Putih Naik, Hasto Ingatkan 1 Hal Ini ke Warga Jogja

18 Agustus 2026
Lomba mendongeng PAUD se-Kota Pasuruan berlangsung meriah dengan juri kompeten termasuk Suyatno, pegiat wayang edukasi. (Foto: Suyatno/pasmu.id)

Kepala SD MuCES jadi Juri Lomba Mendongeng PAUD Tingkat Kota Pasuruan.

18 Agustus 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan