Pasuruan, 8 Agustus 2026 – SD Al-Kautsar Kota Pasuruan menggelar talk show dan diskusi interaktif bertajuk “Parenting Milenial 5.0: Sinergi Rumah dan Sekolah (Membangun Komunikasi agar Pola Asuh Selaras)”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Kurnia dan diikuti oleh seluruh wali murid kelas 1.
Kegiatan ini menghadirkan Arif Boedi, Konsultan Anak Usia Dini, sebagai pembicara utama. Turut hadir Kepala SD Al-Kautsar Kota Pasuruan, Ustaz Mustakin, serta Dikdasmen PDM Kota Pasuruan, Ustaz Fatoni.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kanza Khairani, siswi kelas 1B SD Al-Kautsar.
Suasana kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Al-Kautsar, Ustaz Mustakin.
Dalam sambutannya, Ustaz Mustakin menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada SD Al-Kautsar untuk mendidik putra-putri mereka.
“Kami segenap tenaga pengajar, baik guru maupun karyawan dari SD Al-Kautsar, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ayah bunda untuk menyekolahkan anandanya di sekolah kami,” ujar Ustaz Mustakin.
Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut melalui berbagai program, salah satunya kegiatan parenting yang mempertemukan pihak sekolah dengan orang tua untuk membangun komunikasi dan keselarasan pola asuh.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membagikan laporan hasil psikotes, mempererat silaturahmi antara sekolah dan wali murid, serta membentuk paguyuban wali murid.
Ustaz Mustakin juga menjelaskan sejumlah pembiasaan keagamaan yang diterapkan di SD Al-Kautsar.
Para siswa dibiasakan melaksanakan salat Dhuha di kelas masing-masing setiap pagi serta salat Zuhur berjamaah di masjid.
“Selain itu, kami juga fokus pada pendidikan Al-Qur’an untuk murid-murid SD Al-Kautsar. Kami memiliki kurang lebih 20 hingga 24 ustaz dan ustazah yang siap membimbing putra-putri kita dalam pendidikan Al-Qur’an,” jelasnya.
Mengenal Pola Asuh Anak
Sambutan sekaligus pembukaan acara kemudian disampaikan oleh Dikdasmen PDM Kota Pasuruan, Ustaz Fatoni.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pengantar mengenai pentingnya memahami pola asuh dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ustaz Fatoni mengutip konsep pola asuh yang dikembangkan oleh psikolog Diana Baumrind.
Ia menjelaskan tiga pola asuh utama, yakni otoriter (authoritarian), otoritatif (authoritative/demokratis), dan permisif (permissive).
Pola asuh otoriter ditandai dengan aturan yang ketat dan komunikasi satu arah. Anak dituntut untuk patuh tanpa banyak ruang untuk berdiskusi.
Sementara pola asuh otoritatif atau demokratis menggabungkan aturan yang jelas dengan dukungan, kasih sayang, serta komunikasi dua arah antara orang tua dan anak.
Adapun pola asuh permisif cenderung memberikan kehangatan dan kasih sayang yang tinggi, tetapi minim aturan dan batasan.
Dalam perkembangannya, dikenal pula pola asuh keempat, yakni uninvolved atau neglectful parenting, yang ditandai rendahnya kehangatan, perhatian, maupun aturan dari orang tua.
Pemaparan tersebut menjadi pengantar bagi para wali murid untuk melihat pentingnya pola asuh yang tepat dan konsisten, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
Penampilan Siswa Warnai Suasana
Sebelum memasuki sesi utama, suasana kegiatan semakin cair dengan penampilan menyanyi dari Alena Azalea, siswi kelas 1C.
Dengan penuh keceriaan, Alena membawakan lagu pop Sedia Aku Sebelum Hujan yang mengundang senyum dan antusiasme para peserta.
Selanjutnya, sesi diskusi interaktif bersama Arif Boedi dimulai.
Selama kurang lebih dua jam, konsultan anak usia dini tersebut memaparkan berbagai wawasan mengenai pola pengasuhan anak serta pentingnya memahami karakter dan gaya belajar masing-masing anak.
Dalam paparannya, Arif Boedi membahas tiga gaya belajar yang umum dikenal, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.
Pemahaman terhadap karakter dan kecenderungan belajar anak dinilai penting agar orang tua maupun guru dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dan mendampingi anak.
Sesi berlangsung hangat dan interaktif. Para wali murid tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai situasi yang mereka hadapi dalam mendampingi anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Beragam pertanyaan disampaikan oleh wali murid, mulai dari kebiasaan anak, cara berkomunikasi, hingga bagaimana menyelaraskan pola pendampingan antara orang tua dan guru.
Perkuat Sinergi melalui Paguyuban Wali Murid
Usai sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi program sekolah yang disampaikan oleh guru dan wali kelas kepada para wali murid.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara sekolah dan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, SD Al-Kautsar juga membentuk paguyuban wali murid sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi antara orang tua dengan pihak sekolah.
Melalui kegiatan Parenting Milenial 5.0 ini, SD Al-Kautsar Kota Pasuruan menegaskan pentingnya membangun keselarasan antara pendidikan di rumah dan di sekolah.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus membangun karakter dan kemandirian mereka sejak dini.













