PASURUAN – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purworejo sukses menggelar revitalisasi kepemimpinan PCM dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Purworejo di kediaman Ustaz Boirin, Jalan Kenari, Kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PDM Kota Pasuruan Ustaz Abu Nasir, Ustaz Arifin Ahmad, Ustaz Sadjilan, para kader, serta anggota PCM Purworejo.
Acara diawali dengan kajian yang disampaikan Ustaz Abu Nasir. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk menjadi ansarullah atau penolong agama Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaff ayat 14.

Menurutnya, yang dimaksud menolong Allah bukan karena Allah membutuhkan pertolongan manusia, melainkan menjadi bagian dari perjuangan dakwah Islam, menjaga Al-Qur’an, serta mengajak masyarakat kepada kebaikan sesuai kemampuan masing-masing.
“Agama ini membutuhkan kita. Cara menolong agama Allah adalah menjadi penolong dakwah dan mengajak kepada Islam. Setiap muslim memiliki kewajiban berdakwah sesuai kapasitasnya, sementara para ulama dan dai memiliki tugas mendalami ilmu agama untuk membimbing umat,” ujar Abu Nasir.
Ia juga menekankan bahwa keaktifan dalam dakwah dan amal kemasyarakatan menjadi bekal penting bagi seorang muslim untuk meraih rahmat Allah dan syafaat Rasulullah.
Usai kajian, Ustaz Abu Nasir memimpin musyawarah pembentukan kepengurusan PCM Purworejo yang baru menggantikan almarhum Ustaz Achmad Basyar yang wafat beberapa bulan lalu.
Melalui musyawarah tersebut, Ustaz Boirin dipercaya sebagai Ketua PCM Purworejo periode baru. Kepengurusan juga dilengkapi dengan pembentukan enam Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di setiap wilayah kelurahan.
Susunan pengurus PCM Purworejo yang baru adalah:
- Ketua: Ustaz Boirin
- Wakil Ketua I: Ustaz Sulaiman
- Wakil Ketua II: Ustaz Heru
- Sekretaris: Achmad Zaini
- Wakil Sekretaris I: Sahriya
- Wakil Sekretaris II: Arifin
- Bendahara: Parni
- Wakil Bendahara: Ustaz Rois
Sementara enam PRM yang resmi dibentuk meliputi PRM Purutrejo, Wirogunan, Sekargadung, Purworejo, Tembokrejo, dan Kebonagung dengan kepengurusan masing-masing yang telah disepakati melalui musyawarah.
Dalam sambutannya, Ustaz Boirin mengaku sempat menolak ketika namanya diusulkan sebagai ketua karena beliau merasa kurang mampu untuk mengemban tugas tersebut. Namun, ia akhirnya menerima amanah tersebut sebagai bentuk kepercayaan dari seluruh anggota.

“Saya memohon dukungan seluruh pengurus. Kepemimpinan ini harus dijalankan secara kolektif-kolegial. Saya yakin jika kita bekerja bersama, insyaallah PCM Purworejo bisa lebih aktif dan berkembang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut revitalisasi, kepengurusan baru langsung menyepakati sejumlah program kerja. Salah satunya ialah penyelenggaraan kajian Tarjih secara rutin setiap empat bulan sekali yang akan digilir di Masjid Baiturrahman Tembokrejo, Masjid Al-Ukhuwah Sekargadung, Masjid Al-Ikhlas, maupun lokasi lain, termasuk di luar Kota Pasuruan.
Selain itu, salah seorang kader, Yanuar, juga mempersilakan Warkop Bop yang dikelolanya di depan Universitas PGRI Wiranegara (UNIWARA) untuk dijadikan basecamp sekaligus tempat berkumpul dan berkoordinasi bagi PCM Purworejo. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarkader dalam menjalankan roda organisasi.













