Pasuruan, 29 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Pondok Pesantren SPEAM Putra, Jl. Ade Irma Suryani, Sebani, Pasuruan. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Harian PDM Kota Pasuruan, Ketua dan Sekretaris Majelis serta Lembaga PDM beserta perwakilan, Pimpinan Harian PDA Kota Pasuruan, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Ketua, Sekretaris dan Bendahara Organisasi Otonom (Ortom), serta Pimpinan Harian PCM se-Kota Pasuruan.
Rakerpim menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat gerakan dakwah, organisasi, dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Kota Pasuruan.
Salah satu keputusan penting adalah penyelenggaraan Pengajian Akbar PDM Kota Pasuruan yang akan dilaksanakan setiap Ahad kelima secara bergiliran di berbagai lokasi. Forum menyepakati bahwa kegiatan terdekat akan dilaksanakan pada Ahad, 30 Agustus 2026, sebagai bagian dari syiar Muhammadiyah sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengajian akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB dengan komitmen pelaksanaan tepat waktu.
Selain itu, Rakerpim juga menyepakati penguatan tata kelola organisasi melalui pelaksanaan rapat rutin majelis dan lembaga. Seluruh majelis di lingkungan PDM Kota Pasuruan diwajibkan mengadakan pertemuan koordinasi secara berkala minimal dua bulan sekali guna meningkatkan efektivitas program dan sinergi antarbidang.
Agenda utama yang menjadi perhatian peserta Rakerpim adalah pembahasan dan penetapan pendirian Klinik SehatMU Muhammadiyah Kota Pasuruan. Dalam paparannya, pimpinan PDM menjelaskan bahwa pendirian klinik merupakan tindak lanjut dari amanah pimpinan Muhammadiyah terdahulu untuk menghidupkan kembali amal usaha di bidang kesehatan yang pernah dimiliki Muhammadiyah Kota Pasuruan melalui Rumah Bersalin (RB) Primah Syifa.
Disampaikan pula bahwa bangunan eks Rumah Bersalin yang sebelumnya dimanfaatkan sementara oleh SD Al Kautsar akan dikembalikan fungsinya sesuai kesepakatan organisasi. Proses pendirian klinik telah memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Jawa Timur, serta melibatkan tim dokter Muhammadiyah yang telah menyusun proposal dan perencanaan operasional.
Dokter Husni, yang dipercaya memimpin pengembangan Klinik SehatMU, memaparkan konsep pelayanan kesehatan yang akan dikembangkan. Klinik SehatMU tidak hanya memberikan pelayanan kuratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan promotif, preventif, rehabilitatif, dan edukatif. Melalui konsep pelayanan kesehatan holistik, klinik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat sehingga tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup.
Klinik SehatMU juga dirancang menjadi pusat edukasi kesehatan bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum melalui penyuluhan kesehatan rutin, pendampingan pasien, serta pengembangan program dokter keluarga dan pelayanan kesehatan perusahaan.
Setelah mendengarkan paparan dan memperoleh persetujuan seluruh peserta forum, Rakerpim secara resmi menetapkan pendirian Klinik SehatMU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan sebagai amal usaha baru Muhammadiyah di bidang kesehatan.
Ketua PDM Kota Pasuruan berharap seluruh warga Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, organisasi otonom, dan masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap proses pembangunan dan pengembangan Klinik SehatMU sehingga menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional, Islami, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Rakerpim ditutup dengan doa bersama serta harapan agar seluruh keputusan yang telah ditetapkan dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah dan pelayanan kepada umat.












