• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Ibadah tanpa Ilmu Bisa Tertolak, Ini Penjelasan M. Muslimaini Errifai dalam Khutbah Jumat

Muslim Notonegoro oleh Muslim Notonegoro
2 menit yang lalu
in Kabar
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Menjalani kehidupan di dunia sering kali membuat manusia terjebak dalam rutinitas pencarian materi, penyelesaian studi, hingga pemenuhan kebutuhan eksistensial yang mekanis. Namun, bagi seorang mukmin, ada garis batas tegas yang memisahkan antara sekadar bertahan hidup dan hakikat penciptaan.

Pesan mendalam ini menggema dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh khotib M. Muslimaini Errifai di Masjid Baitul Huda pada (31/07).

Dalam khutbahnya, M. Muslimaini Errifai menegaskan bahwa esensi penciptaan jin dan manusia tidak lain adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Merujuk pada Al-Quran Surat Az-Zariyat ayat 56, ia mengingatkan jemaah akan tujuan eksistensial tersebut secara absolut.

Namun, pengabdian ini tidak boleh dilakukan secara membabi buta. Ada tuntutan nalar dan metodologi syariat yang menuntut diterapkannya ilmu dalam setiap embusan napas penghambaan.

Related Post

Ilustrasi dibuat menggunakan AI

Di Mana Posisi Jiwamu? Membedah Hubungan antara Rasa Syukur dan Kebahagiaan

28 Juli 2026
Kirana Tias Savira naik podium di  10th Asian Pencak Silat Championship 2026/news.ums.ac.id

Atlet Tapak Suci dari UMS Raih Emas di Ajang Asian Pencak Silat Championship 2026

27 Juli 2026

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

25 Juli 2026

Menunda Keinginan, Menjemput Masa Depan: Resonansi Riset Stanford dan Al-Qur’an

23 Juli 2026

“Bukan tidak penting kita mencari penghidupan, menyelesaikan studi, atau memikirkan pernikahan. Namun, menjadi catatan krusial bahwa semua hal tersebut hanyalah wasilah, dan puncaknya harus diletakkan dalam bingkai mencari keridaan serta kedekatan kepada Allah,” ujar M. Muslimaini Errifai di hadapan jemaah Masjid Baitul Huda.

Lebih lanjut, ia membedah tiga poin fundamental mengapa ibadah wajib bersanding erat dengan ilmu. Ketiganya menjadi jangkar agar manusia tidak tersesat dalam labirin spiritualitas yang semu atau terjebak dalam formalitas ritual tanpa makna.

1. Penolakan Ibadah tanpa Tuntunan Ilmu yang Sahih

Poin pertama yang disorot tajam oleh M. Muslimaini Errifai adalah bahaya memodifikasi ibadah ritual. Dalam Islam, urusan ritual murni (ibadah mahdah) bersifat tauqifiyah—artinya, jalurnya sudah baku dan tidak membuka ruang bagi kreativitas manusia.

Segala bentuk kreasi spiritual tanpa dalil yang sahih justru akan merusak kemurnian agama. ​Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa raddun.”
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak. Al-Imam Ibnu Ruslan dalam syairnya yang masyhur juga ditegaskan kembali oleh khotib, bahwa setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka aksi-aksi spiritualnya akan mentah kembali dan tidak diterima.“

2. Bahaya Ikut-Ikutan (Taklid Buta) dan Tren Spiritual Semu

Poin kedua menyasar fenomena sosiologis yang kerap melanda generasi hari ini: ikut-ikutan atau taklid buta—yang dalam istilah kontemporer populer dengan fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Banyak orang melakukan ritual atau gerakan keagamaan semata karena tren, tanpa mengetahui dasar hukumnya.

M. Muslimaini Errifai secara tegas mengingatkan bahwa Islam melarang keras sikap mengekor tanpa dasar pengetahuan. Merujuk Al-Quran Surat Al-Isra ayat 36, manusia diperingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati nurani kelak akan dimintai pertanggungjawaban secara rigid. Ilmu diposisikan sebagai kompas agar keimanan seseorang bersifat kokoh dan mandiri.

3. Ilmu sebagai Kompas Arah Kehidupan

Sebagai pamungkas, khotib memberikan metafora yang kuat mengenai hubungan antara ilmu dan amal. Ilmu diibaratkan sebagai kompas penunjuk arah yang presisi, sementara amal ibadah laksana kapal besar yang mengarungi samudra luas. Kapal sekuat dan semegah apa pun akan mudah tersesat atau karam di tengah badai jika tidak memiliki arah kompas yang jelas.

Bekerja keras atau beribadah tanpa ilmu dipandang sebagai sebuah kesia-siaan yang melelahkan. Sebaliknya, dengan panduan ilmu, setiap persoalan hidup dan dinamika peribadatan dapat diselesaikan secara ringkas, bijak, efisien, dan tuntas. Ilmu memotong kompas kebingungan menjadi kepastian syariat.

Memasuki khutbah kedua, M. Muslimaini Errifai kembali menyerukan jemaah untuk terus menyalakan api literasi keagamaan dan menghadiri majelis ilmu. Menjemput Sang Khalik dengan ilmu berarti mempersiapkan kepulangan dengan kesadaran penuh—sebuah perjalanan spiritual yang rasional, tulus, sekaligus transendental.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahkajianmuhammadiyah
ShareTweetShare
Muslim Notonegoro

Muslim Notonegoro

Related Posts

Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Di Mana Posisi Jiwamu? Membedah Hubungan antara Rasa Syukur dan Kebahagiaan

oleh Dary Yumna Joesi
28 Juli 2026
Kirana Tias Savira naik podium di  10th Asian Pencak Silat Championship 2026/news.ums.ac.id
Kabar

Atlet Tapak Suci dari UMS Raih Emas di Ajang Asian Pencak Silat Championship 2026

oleh Yogi Arfan
27 Juli 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu
Kabar

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

oleh Yogi Arfan
25 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur

PW IPM Jawa Timur Siap Sinergikan Program PP IPM 2026-2028

19 Juli 2026

Ibadah tanpa Ilmu Bisa Tertolak, Ini Penjelasan M. Muslimaini Errifai dalam Khutbah Jumat

1 Agustus 2026
KURMA Edisi Juli 2026 ajak kader dan masyarakat refleksikan Hari Anak Nasional untuk perkuat pendidikan karakter keluarga. (Foto: Mawaridah/pasmu.id)

Majelis Pembinaan Kader PDA Kota Pasuruan Gelar KURMA Edisi Juli 2026 Bertema Refleksi Hari Anak Nasional

31 Juli 2026
Penyelesaian konflik Papua membutuhkan keseimbangan pendekatan keamanan dan keadilan kemanusiaan sesuai konstitusi. (Ilustrasi: AI)

Letak Negara yang Kehilangan Hati?

30 Juli 2026
Negara hukum hanya memperoleh legitimasi melalui pembuktian yang adil, transparan, objektif, dan bebas intervensi politik. (Ilustrasi: AI)

Negara Hukum Tidak Boleh Takut pada Pembuktian

28 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan