• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

Abu Nasir oleh Abu Nasir
45 detik yang lalu
in Kabar
0
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Almarhumah Hj. Siti Fatimah

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Suasana duka kembali menyelimuti jamaah Masjid Baiturrahman Kota Pasuruan. Pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, Hj. Siti Fatimah, istri dari Pak H. Sony, wafat setelah menjalani perawatan selama lima hari di UGD RSUD Dr. Soetomo. Almarhumah berpulang pada usia 60 tahun dan meninggalkan suami serta dua putra.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhumah hanya mengeluhkan nyeri di bagian perut. Tidak ada riwayat keluhan kesehatan yang berarti sebelumnya. Namun, atas kehendak Allah SWT, sakit tersebut menjadi jalan kepulangannya menghadap Sang Pencipta.

Kepergian Hj. Siti Fatimah menjadi kehilangan besar bagi jamaah Masjid Baiturrahman. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang istiqamah dalam beribadah. Selain rutin menunaikan salat berjamaah lima waktu, ia juga konsisten melaksanakan salat sunnah, termasuk salat syuruq.

Tak hanya aktif beribadah, almarhumah juga dikenal gemar berbagi kepada sesama. Hampir setiap pagi sepulang dari salat syuruq, ia kerap meninggalkan makanan ringan atau buah di pagar rumah untuk dibagikan. Ia juga rajin membantu menyiapkan konsumsi bagi jamaah pengajian di masjid serta aktif mengikuti majelis taklim ‘Aisyiyah.

Related Post

Ronaldo dan Messi, NU dan Muhammadiyah, sama-sama hebat dengan caranya masing-masing tanpa saling menjatuhkan. (Ilustrasi: AI)

Ronaldo vs Messi, NU vs Muhammadiyah: Ketika Kita Lupa Bahwa Keduanya Sama-Sama Hebat

8 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memetakan ekonomi informal dan mewujudkan keadilan sosial sesuai nilai Muhammadiyah. (Ilustrasi: AI)

Membaca Realitas Ekonomi Umat dalam Perspektif Ekonomi Berkemajuan Muhammadiyah

6 Juli 2026

Tapak Suci: Perguruan Pencak Silat Muhammadiyah yang Menolak Budaya Anarkis

2 Juli 2026

Hijrah dan Dakwah Menjadi Tema Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Ukhuwah Sekarsono

22 Juni 2026

Dalam kurun dua hingga tiga bulan terakhir, Masjid Baiturrahman telah kehilangan tiga jamaah perempuan yang dikenal sebagai ahli ibadah, yakni Bu Hj. Wahyu Khusna, Hj. Maryatun, dan terbaru Hj. Siti Fatimah. Sebelumnya, jamaah juga telah lebih dahulu berduka atas wafatnya Bu Hj. Mudjiati Faruq dan Bu Muslihah.

Kelima sosok tersebut dikenang sebagai perempuan-perempuan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Mereka aktif dalam berbagai kegiatan masjid dan rutin menghadiri majelis taklim PCA Purworejo.

Jamaah juga mencermati adanya kemiripan dalam perjalanan sakit para almarhumah. Sebelum jatuh sakit, mereka tampak sehat, aktif, dan tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya. Hingga akhirnya mengalami nyeri di bagian perut, menjalani perawatan di rumah sakit, lalu berpulang setelah beberapa hari dirawat.

Rasa kehilangan yang mendalam mendorong jamaah untuk memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satu bentuk kepedulian yang dilakukan ialah bersilaturahmi ke rumah duka, membaca Al-Qur’an secara bergantian, menyampaikan tausiyah, berdoa, serta memberikan penguatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Pelaksanaan takziah tersebut bersifat insidental dan kondisional. Tidak ada ketentuan baku mengenai waktu, rangkaian acara, maupun bacaan yang harus dilakukan. Jamaah juga bergantian membawa makanan dan minuman sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.

Praktik tersebut, menurut jamaah, sejalan dengan semangat Tanfidz Fikih Takziah dan Kematian yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Mei 2026. Pedoman tersebut memberikan ruang bagi pelaksanaan takziah yang tetap berlandaskan tuntunan syariat tanpa memberatkan ataupun membentuk tradisi yang bersifat mengikat.

Bagi jamaah Baiturrahman, menjaga kemurnian akidah tauhid dan ibadah mahdhah tetap menjadi landasan utama. Sementara itu, bentuk-bentuk muamalah sosial seperti saling menguatkan, membantu keluarga yang berduka, dan mempererat ukhuwah terus dilakukan secara bijaksana sesuai kebutuhan masyarakat.

Editor: Yogi Arfan

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: AisyiyahMasjid Baiturrahmanmuhammadiyah
ShareTweetShare
Abu Nasir

Abu Nasir

Related Posts

Ronaldo dan Messi, NU dan Muhammadiyah, sama-sama hebat dengan caranya masing-masing tanpa saling menjatuhkan. (Ilustrasi: AI)
Opini

Ronaldo vs Messi, NU vs Muhammadiyah: Ketika Kita Lupa Bahwa Keduanya Sama-Sama Hebat

oleh Marjoko
8 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memetakan ekonomi informal dan mewujudkan keadilan sosial sesuai nilai Muhammadiyah. (Ilustrasi: AI)
Opini

Membaca Realitas Ekonomi Umat dalam Perspektif Ekonomi Berkemajuan Muhammadiyah

oleh Nashrul Muminin
6 Juli 2026
Ilustrasi Tapak Suci dibuat menggunakan teknologi AI
Opini

Tapak Suci: Perguruan Pencak Silat Muhammadiyah yang Menolak Budaya Anarkis

oleh Yogi Arfan
2 Juli 2026
Next Post
Revitalisasi Hamemayu Hayuning Bawana di era digital menjaga keseimbangan budaya dan teknologi untuk peradaban berkelanjutan. (Ilustrasi: AI)

Revitalisasi Kearifan Lokal Yogyakarta sebagai Fondasi Peradaban Berkelanjutan di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Pasuruan melepas generasi berprestasi menuju masa depan gemilang.

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Kota Pasuruan Melepas Generasi Berprestasi Menyongsong Masa Depan Gemilang

21 Juni 2026
Milad ke-109 ‘Aisyiyah Panggungrejo menguatkan dakwah kesehatan melalui semangat hidup sehat tanpa obat. (foto: Firnas/pasmu.id)

Pengajian Milad ke-109 ‘Aisyiyah Panggungrejo: Meneguhkan Spirit Hidup Sehat Tanpa Obat

14 Juni 2026
Drs. Muhammad Fatoni, M.Pd. memberikan materi pada Raker Pesantren SPEAM 2026/2027 terima pembinaan karakter dan profesionalisme guru dari PDM Kota Pasuruan. (foto: Umar Effendi/pasmu.id)

Pembinaan dari Ketua Dikdasmen PNF Kota Pasuruan Warnai Raker SPEAM 2026/2027

24 Juni 2026

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

24 Juni 2025 - Updated On 25 Juni 2025
Revitalisasi Hamemayu Hayuning Bawana di era digital menjaga keseimbangan budaya dan teknologi untuk peradaban berkelanjutan. (Ilustrasi: AI)

Revitalisasi Kearifan Lokal Yogyakarta sebagai Fondasi Peradaban Berkelanjutan di Era Digital

9 Juli 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026
Ronaldo dan Messi, NU dan Muhammadiyah, sama-sama hebat dengan caranya masing-masing tanpa saling menjatuhkan. (Ilustrasi: AI)

Ronaldo vs Messi, NU vs Muhammadiyah: Ketika Kita Lupa Bahwa Keduanya Sama-Sama Hebat

8 Juli 2026
Ronaldo dan Messi mungkin tak pernah duel di Piala Dunia, tapi perjuangan mereka tetap abadi. (Ilustrasi: AI)

Jejak Terakhir Sang Legenda Cristiano Ronaldo

7 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan