Pasuruan – Dalam rangka memperingati Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Panggungrejo Kota Pasuruan menyelenggarakan pengajian bertema “Spirit Hidup Sehat Tanpa Obat” pada Jumat (12/6/2026) di Aula KH Ahmad Dahlan PDM Kota Pasuruan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ust. dr. Husni Muzakir Alhabsyi, Wakil Ketua IDI Kota Pasuruan sekaligus pemerhati kesehatan preventif dan anti-aging.
Acara dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan, pengurus PCA Panggungrejo, kepala sekolah dan guru TK ABA, serta anggota dan simpatisan ‘Aisyiyah dari berbagai ranting di Kota Pasuruan.
Ketua PCA Panggungrejo, Azizah Ande, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga sekecil apa pun kontribusi yang diberikan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal saleh dan menjadi penguat bagi gerakan dakwah ‘Aisyiyah,” ujarnya.
Ia juga berharap momentum milad menjadi sarana memperkuat semangat berorganisasi, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan peran ‘Aisyiyah dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkemajuan.
Sementara itu, mewakili Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan, Emily Setiawati menyampaikan apresiasi kepada PCA Panggungrejo yang dinilai aktif dan inovatif dalam menggerakkan organisasi.
Menurutnya, PCA Panggungrejo memiliki banyak kader senior yang tetap aktif mengikuti kegiatan meskipun telah lanjut usia. Hal tersebut menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkontribusi dalam perjuangan ‘Aisyiyah.
“Semoga seluruh kader ‘Aisyiyah senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin sehingga mampu terus mengemban amanah organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sehat Lebih Utama daripada Sekadar Sembuh
Dalam tausiyah sekaligus penyuluhan kesehatannya, dr. Husni Muzakir Alhabsyi mengajak peserta mengubah paradigma tentang kesehatan. Menurutnya, masyarakat selama ini lebih fokus mencari pengobatan ketika sakit daripada menjaga kesehatan sejak dini.
“Kalau diberi pilihan, kita ingin sehat atau sembuh? Tentu sehat. Karena sehat adalah kondisi terbaik yang memungkinkan seseorang menjalankan aktivitas dan ibadah secara optimal,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan bukan hanya terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, spiritual, dan sosial sebagaimana definisi kesehatan yang diakui secara global.
Dr. Husni menegaskan bahwa Islam telah memberikan panduan hidup sehat yang lengkap melalui Al-Qur’an dan Sunnah. Menurutnya, banyak ayat Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya menjaga kesehatan serta menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan penawar bagi manusia.
Kunci Hidup Sehat: Pola Hidup dan Pola Pikir
Dalam pemaparannya, dr. Husni menjelaskan bahwa faktor terbesar yang menentukan kesehatan seseorang bukanlah keturunan, melainkan pola hidup dan lingkungan.
Ia menyebut beberapa prinsip hidup sehat yang perlu diterapkan secara konsisten, antara lain:
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
- Rutin berolahraga.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Menjaga kesehatan mental dan spiritual.
- Membiasakan berpikir positif dan bersyukur.
Menurutnya, tidur yang berkualitas merupakan “obat alami” yang sangat penting bagi tubuh karena menjadi waktu pembersihan dan regenerasi sel-sel tubuh.
“Tidak ada obat yang bisa menggantikan fungsi istirahat yang baik. Karena itu, biasakan tidur tepat waktu dan manfaatkan waktu malam untuk beristirahat,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga pikiran dari stres, prasangka buruk, dan berbagai emosi negatif yang dapat memengaruhi kesehatan fisik.
Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Keluarga Sehat
Dr. Husni juga menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam membangun budaya hidup sehat di keluarga.
Menurutnya, ibu merupakan ujung tombak kesehatan keluarga karena berperan dalam menentukan pola makan, kebiasaan hidup, serta pendidikan kesehatan bagi anak-anak.
“Kalau ingin Indonesia sehat, maka ibu-ibunya harus sehat dan memiliki pengetahuan kesehatan yang baik. Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong adanya gerakan edukasi kesehatan yang lebih masif di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebagai bentuk dakwah yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Milad sebagai Momentum Dakwah Kesehatan
Pengajian Milad ke-109 ‘Aisyiyah Panggungrejo berlangsung dengan penuh antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan penguatan nilai-nilai keislaman dan keorganisasian, tetapi juga wawasan praktis mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui perubahan pola hidup.
Melalui tema “Spirit Hidup Sehat Tanpa Obat”, PCA Panggungrejo berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran organisasi perempuan Muhammadiyah ini dalam dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan budaya hidup sehat menuju keluarga dan masyarakat yang berkemajuan.













