Khotib Mohammad Ridhwan Triadmaja, santri SPEAM Kota Pasuruan, menyampaikan khutbah Jumat bertema “Menuju Keluarga Bahagia” yang menekankan tiga pilar utama dalam membina rumah tangga menurut perspektif Islam.
Dalam khutbah pertamanya, khotib mengawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan cinta suci yang dilandasi niat ibadah kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam surat Az-Dzariyat ayat 56 bahwa manusia diciptakan semata untuk mengabdi kepada-Nya.
Al-Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan ghalidzan, yaitu perjanjian yang kokoh, kuat, dan berat. Perjanjian ini harus diucapkan dengan serius dan dilakukan sekali seumur hidup. Pernikahan pun disebutnya sebagai ibadah terpanjang yang menuntut kelanggengan ikatan dan keutuhan bahtera rumah tangga.
Khotib menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar pada institusi keluarga, mulai dari memilih pasangan hidup, tata cara perkawinan, etika hubungan suami-istri, pendidikan anak, hingga pembagian warisan. Nabi Muhammad SAW bersabda agar memilih pasangan hidup berdasarkan agama dan akhlak, bukan karena kecantikan, ketampanan, atau harta semata.
Tiga perkara pokok dalam berkeluarga yang harus diperhatikan adalah mawaddah (cinta plus yang menerima kekurangan pasangan), rahmah (saling simpati, hormat, dan menghargai), serta sakinah (kedamaian, ketenteraman, keharmonisan, kejujuran, dan keterbukaan yang dilandasi spiritualitas Ketuhanan).
Pada khutbah kedua, khotib mengajak jamaah berdoa agar dikaruniai keluarga yang sakinah, sejahtera, dan bahagia, serta memohon ampunan dan kebaikan di dunia maupun akhirat.











