• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Haji Wada’ Haji yang Pertama dan Terakhir Bagi Rasulullah

Suharsono oleh Suharsono
34 detik yang lalu
in Kajian
0
Ust. Heru Winarno paparkan sejarah Haji Wada' dan 12 poin khutbah perpisahan Rasulullah di Masjid Darul Arqom. (foto:Suharsono/pasmu.id)

Ust. Heru Winarno paparkan sejarah Haji Wada' dan 12 poin khutbah perpisahan Rasulullah di Masjid Darul Arqom. (foto:Suharsono/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Pasuruan ketika jamaah Masjid Darul Arqom mulai merapatkan barisan. Terletak di Jalan KH. Wachid Hasyim No. 202, masjid ini menjadi saksi bisu kehangatan iman yang membuncah pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Di tengah sejuknya udara subuh yang masih berselimut suasana bulan suci Dzulhijjah, Ust. H. Heru Winarno, M.BA. naik ke mimbar, membawa jamaah larut dalam sebuah perjalanan sejarah yang agung: mengenang Haji Wada’—haji pertama sekaligus terakhir Rasulullah SAW.

Dengan gaya penyampaian yang runtut dan menyentuh, Ust. Heru membuka ceramahnya dengan membawa memori jamaah kembali ke masa rumpun syariat haji bermula. Jauh sebelum Haji Wada’ dilaksanakan, ibadah haji sebenarnya sudah disyariatkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Namun, roda waktu yang dikuasai kaum musyrikin telah mengotori kesuciannya. Ust. Heru menguraikan bagaimana sebelum disempurnakan oleh Rasulullah, syariat Nabi Ibrahim dicampuradukkan dengan tradisi jahiliyah, bahkan orang-orang kafir melakukan thawaf di Kakbah dalam kondisi telanjang bulat.

Ust. Heru kemudian mengurai benang merah sejarah yang melatari momentum agung ini. Sebelum Haji Wada’ terwujud, ada dua peristiwa besar yang menjadi fondasi penting, yaitu Perjanjian Aqabah Pertama dan Kedua. Menariknya, semua ikrar setia itu terjadi di Mina, tempat yang kini diabadikan dengan berdirinya monumen Masjid Al-Aqabah. Para ulama sepakat bahwa perintah haji secara resmi disyariatkan pada tahun 9 Hijriah, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 97. Pintu pembebasan itu kian terbuka lebar setelah peristiwa Fathul Makkah pada tahun 8 Hijriah.

Pada tahun 9 Hijriah tersebut, Rasulullah SAW belum berangkat haji sendiri, melainkan menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai Amirul Hajj. Namun, tak lama setelah rombongan Abu Bakar berangkat, Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib RA untuk menyusul dengan membawa dua perintah krusial dan tegas. Pertama, deklarasi sterilisasi Makkah yang memberikan maklumat bahwa haji tahun itu adalah haji terakhir bagi kaum kafir, dan tanah suci Makkah mutlak menjadi kawasan haram bagi non-muslim. Kedua, restorasi manasik haji yang membersihkan total ritual menyimpang kaum musyrikin, termasuk tradisi thawaf telanjang.

Related Post

Kemuliaan manusia tidak diukur harta atau jabatan, melainkan akhlak dan ketakwaannya. (Ilustrasi: AI)

Di Mana Letak Akhlak Kita?

9 Juni 2026
Menyalakan lampu hemat energi adalah bentuk nyata jadi khalifah yang merawat bumi, bukan merusaknya. (Ilustrasi:shutterstock.com)

Mengkaji Energi: Menemukan Titik Temu Antara Islam dan Konversi Energi

9 Juni 2026

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026

Di tengah penjelasannya tentang sejarah, Ust. Heru mendadak menurunkan nada suaranya berganti menjadi ajakan yang sarat empati dan refleksi diri. Beliau menyentuh realitas emosional yang kerap menggelayuti umat Islam saat ini, yaitu antrean haji yang mengular hingga puluhan tahun. Ust. Heru berpesan kepada diri sendiri, keluarga, serta seluruh jamaah untuk meniatkan dan memiliki cita-cita kuat untuk berhaji. Beliau menegaskan bahwa niat adalah rahasia Allah, dan bagaimana Allah mau memanggil hamba-Nya ke Baitullah jika di dalam hati sama sekali tidak ada niat.

Ust. Heru kemudian melanjutkan kisah ke tahun 10 Hijriah, saat Rasulullah SAW akhirnya melaksanakan haji yang kemudian dikenal dengan sebutan Haji Islam, Haji Wada’, atau Haji Akbar. Perjalanan suci ini mengambil miqat dari Bir Ali, di mana Rasulullah mengumandangkan kalimat talbiyah yang murni, memutus total kalimat talbiyah penuh syirik milik orang kafir zaman jahiliyah. Puncak dari Haji Wada’ ini adalah Khutbah Wada’ yang legendaris, yang menurut Ust. Heru bukan sekadar khutbah keagamaan biasa melainkan sebuah manifesto kemanusiaan dan hukum yang memuat 12 poin penting sebagai fondasi kokoh berdirinya Negara Madinah yang beradab.

Kedua belas poin tersebut meliputi haramnya menumpahkan darah dan mengambil harta sesama muslim secara batil, kewajiban menyampaikan amanah, penghapusan seluruh tradisi jahiliyah, pemberian amnesti massal atas tuntutan darah masa lalu, penghapusan dan pengharaman riba total, perintah bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan wanita, proklamasi bahwa sesama mukmin adalah bersaudara, larangan kembali menjadi kafir setelah wafatnya Rasulullah, penegasan bahwa tidak ada lagi umat baru setelah umat Islam, penegasan tauhid bahwa Tuhan itu Esa yaitu Allah SWT, penghapusan rasisme dengan tidak ada perbedaan derajat antara Arab dan non-Arab kecuali ketakwaan, serta kesaksian akhir zaman bahwa Rasulullah telah menyampaikan ajaran agama ini. Ust. Heru mengisahkan betapa syahdunya suasana saat ratusan ribu sahabat kala itu serempak bersaksi, “Sudah, ya Rasulullah!”

Kuliah subuh pagi itu diakhiri dengan untaian harapan agar umat Islam masa kini, khususnya warga Pasuruan, mampu mencontoh, meneladani, dan menghidupkan kembali esensi dari 12 poin Khutbah Wada’ tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Waktu syuruq mulai menjemput, menandai selesainya majelis ilmu yang padat gizi spiritual. Ust. Heru kemudian memimpin jamaah melafalkan doa kafaratul majlis, menutup lembaran kisah sejarah Islam dengan kekhusyukan, lalu melayangkan salam hangat yang menutup perjumpaan subuh yang penuh berkah itu.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: hajiislamsubuh
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Kemuliaan manusia tidak diukur harta atau jabatan, melainkan akhlak dan ketakwaannya. (Ilustrasi: AI)
Opini

Di Mana Letak Akhlak Kita?

oleh Nashrul Muminin
9 Juni 2026
Menyalakan lampu hemat energi adalah bentuk nyata jadi khalifah yang merawat bumi, bukan merusaknya. (Ilustrasi:shutterstock.com)
Opini

Mengkaji Energi: Menemukan Titik Temu Antara Islam dan Konversi Energi

oleh Dary Yumna Joesi
9 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

oleh Suharsono
3 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Ust. Heru Winarno paparkan sejarah Haji Wada' dan 12 poin khutbah perpisahan Rasulullah di Masjid Darul Arqom. (foto:Suharsono/pasmu.id)

Haji Wada’ Haji yang Pertama dan Terakhir Bagi Rasulullah

11 Juni 2026
Pemimpin pro rakyat memperkuat rupiah melalui kepercayaan, stabilitas ekonomi, dan keberpihakan nyata. (Ilustrasi: pasmu.id)

Rupiah Kuat di Tangan Pemimpin Pro Rakyat: Pelajaran dari BJ Habibie

10 Juni 2026
Kemuliaan manusia tidak diukur harta atau jabatan, melainkan akhlak dan ketakwaannya. (Ilustrasi: AI)

Di Mana Letak Akhlak Kita?

9 Juni 2026
FKUB, Kemenag, dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Perkuat Harmoni Antarumat Beragama. (foto: Suharsono/pasmu.id)

FKUB, Kemenag, dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Perkuat Harmoni Antarumat Beragama

9 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan