• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

Marjoko oleh Marjoko
11 bulan yang lalu
in Sejarah
0
94
SHARES
219
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi bukan sekadar migrasi fisik. Ia adalah sebuah masterpiece strategi, ketabahan, dan bukti nyata perlindungan Ilahi, yang pantas dikisahkan dengan semangat kepahlawanan.

Di tengah ancaman maut dari kaum Quraisy Makkah yang bertekad menghabisi beliau, Rasulullah SAW bersama sahabat setia, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, memilih jalur yang sungguh tak terduga. Alih-alih mengambil rute utama utara yang lebih cepat, ramai oleh kafilah dagang, dan memiliki banyak sumber air – namun juga diawasi ketat oleh musuh beliau justru memutar ke arah selatan. Sebuah keputusan brilian yang memanfaatkan pengetahuan medan dan psikologi musuh. Rute ini lebih panjang, terjal, dan sepi, namun menjadi tameng pertama keselamatan mereka.

Puncak ketegangan terjadi di Gua Tsur. Selama tiga hari tiga malam, Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di kegelapan gua, sementara pasukan pencari Quraisy nyaris menemukan mereka. Bayangkan detik-detik genting itu: langkah kaki musuh terdengar dekat, sorot mata mereka menyapu mulut gua. Namun, di saat kritis itulah, mukjizat Allah turun. Seekor merpati dengan tenang bersarang dan bertelur di depan mulut gua. Seekor laba-laba dengan cepat menenun jaringnya yang rapuh namun sempurna menutupi pintu masuk. Dua tanda alamiah ini menjadi “penjaga gaib”. Para pengejar yang melihatnya berpikir, “Mustahil ada orang masuk ke dalam, jaring tak rusak, burung pun tak terganggu.” Dengan frustrasi, mereka pun pergi. Perlindungan Allah (Ma’iyyatullah) hadir dalam wujud paling nyata, menyelamatkan nyawa Sang Pembawa Risalah dan sahabatnya dari ujung pedang.

Setelah melewati ujian di Tsur, perjalanan heroik berlanjut. Beliau beserta Abu Bakar RA. memilih rute pesisir yang lebih sepi, melewati Usfan dan Khuza’ah. Tantangan kembali datang. Suraqah bin Malik, seorang pemburu hadiah yang tangguh, mengetahui kabur mereka dan mengejar dengan kuda terbaiknya. Saat hampir menyentuh Nabi SAW, kuda perkasa Suraqah itu terperosok berkali-kali ke dalam pasir hingga hanya menyisakan debu dan keputusasaan. Di depan mata Suraqah, kaki kudanya seolah ditelan bumi. Keajaiban ini menyentuh kalbunya. Ia tersadar, ini bukan manusia biasa yang ia kejar. Dengan jiwa bergetar, Suraqah memohon ampun dan menghentikan pengejarannya. Bukan lagi pengejar, ia bahkan menjadi pelindung diam-diam, memastikan rombongan kecil itu aman melanjutkan perjalanan di wilayah Khuza’ah.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Ilustrasi Inovasi Teknologi di Zaman Islam Kuno/Generate by AI

Bukan Mitos, Dunia Islam Pernah jadi Laboratorium Inovasi Terbesar dengan Revolusi Teknologi

15 Mei 2026

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah Kutipan Ayat Al-Qur’an

21 April 2026

Menjawab Zaman, ‘Aisyiyah Kota Pasuruan Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal 1447 H

3 April 2026

Di tengah kelelahan perjalanan gurun yang memayahkan, mereka singgah di kemah Ummu Ma’bad, seorang wanita Badui. Meski kehausan dan kelaparan, akhlak mulia Nabi SAW tak luntur. Sikapnya yang penuh welas asih, tutur katanya yang lembut, dan pancaran wajahnya yang penuh wibawa, membuat Ummu Ma’bad terpesona. Dengan kata-kata puitis yang harum sepanjang zaman, ia menggambarkan fisik dan akhlak Rasulullah: “…Cahaya wajahnya bersinar, tutur katanya indah, perawakannya sempurna… Tak pernah kulihat orang sepertinya sebelumnya.” Pertemuan singkat ini menjadi saksi bisu keagungan pribadi Sang Nabi, bahkan di tengah ujian terberat.

Setelah menempuh perjalanan dakwah sejauh 450 kilometer dengan segala rintangan, titik terang akhirnya terlihat. Rasulullah SAW tiba di Quba, pinggiran Madinah. Di sinilah, sebagai langkah monumental pertama membangun peradaban baru, Masjid Quba didirikan. Batu pertama diletakkan oleh tangan beliau sendiri, menjadi simbol persatuan dan titik tolak masyarakat Islam yang mandiri. Beberapa hari kemudian, dengan iringan kegembiraan dan shalawat yang menggema dari penduduk Madinah (kaum Anshar), Nabi Muhammad SAW memasuki kota Yatsrib, yang sejak saat itu berubah menjadi Madinah Al-Munawwarah (Kota yang Bercahaya).

Sambutan heroik penduduk Madinah bukan sekadar euforia. Ia adalah puncak dari perjuangan panjang, kecerdikan strategi, ketabahan luar biasa, dan bukti tak terbantahkan perlindungan Allah SWT. Hijrah ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal zaman baru. Peristiwa agung inilah yang kemudian diabadikan sebagai tonggak penanggalan Islam, Kalendar Hijriah, mengingatkan setiap muslim akan semangat pengorbanan, kepasrahan pada Allah, dan perjuangan tanpa henti menegakkan kebenaran dan keadilan. Hijrah Nabi SAW adalah epik kepahlawanan sejati, yang mengubah jalannya sejarah dunia selamanya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: hijrahislamkalender hijriyah
Share38Tweet24Share7
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Ilustrasi Inovasi Teknologi di Zaman Islam Kuno/Generate by AI
Sejarah

Bukan Mitos, Dunia Islam Pernah jadi Laboratorium Inovasi Terbesar dengan Revolusi Teknologi

oleh Dary Yumna Joesi
15 Mei 2026
Literasi sejati bukan sekadar membaca, melainkan memahami makna lalu berani mengubah kegelapan menjadi cahaya.
Opini

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah Kutipan Ayat Al-Qur’an

oleh Marjoko
21 April 2026
Next Post

Anak Kiai vs Anak Hokage: Siapa yang Lebih Cuma Andalkan Nama Orang Tua?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan