• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Membaca Realitas Ekonomi Umat dalam Perspektif Ekonomi Berkemajuan Muhammadiyah

Nashrul Muminin oleh Nashrul Muminin
29 detik yang lalu
in Opini
0
Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memetakan ekonomi informal dan mewujudkan keadilan sosial sesuai nilai Muhammadiyah. (Ilustrasi: AI)

Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memetakan ekonomi informal dan mewujudkan keadilan sosial sesuai nilai Muhammadiyah. (Ilustrasi: AI)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dinamika ekonomi Indonesia pada era digital saat ini tidak lagi dapat dibaca hanya melalui indikator makro seperti pertumbuhan PDB atau arus investasi besar. Realitas ekonomi umat kini tersebar dalam ruang-ruang kecil yang tak selalu tercatat secara formal, mulai dari kerja daring, usaha rumahan, hingga ekonomi kreatif berbasis platform digital. Dalam konteks ini, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting karena mencoba menangkap “ekonomi yang tak kasatmata”, yaitu aktivitas ekonomi yang selama ini luput dari pencatatan statistik konvensional namun justru menopang kehidupan sehari-hari masyarakat.

Fenomena “asap dapur” menjadi metafora sosial yang sangat kuat untuk menggambarkan ketahanan ekonomi keluarga. Asap dapur bukan sekadar simbol konsumsi rumah tangga, tetapi representasi dari keberlangsungan hidup, stabilitas sosial, dan martabat manusia. Ketika asap dapur tetap mengepul, di situ terdapat kerja keras, kreativitas, dan adaptasi ekonomi yang sering kali tidak terlihat oleh kebijakan publik. Dalam perspektif Muhammadiyah, hal ini sejalan dengan spirit ta’awun (tolong-menolong) dan pemberdayaan umat yang menekankan keberpihakan pada kelompok rentan dan pelaku ekonomi kecil.

Al-Qur’an menegaskan pentingnya keadilan ekonomi dan distribusi kesejahteraan. Allah berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 7:
“كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ”
“Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”
Ayat ini menegaskan bahwa sistem ekonomi tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi harus menciptakan sirkulasi kesejahteraan yang merata. Sensus Ekonomi 2026 dapat dipandang sebagai upaya negara untuk memastikan bahwa distribusi ekonomi benar-benar dapat dipetakan secara lebih adil dan komprehensif.

Dalam konteks kebangsaan, UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) menegaskan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Prinsip ini sejalan dengan nilai ekonomi berkemajuan Muhammadiyah yang menolak kesenjangan ekstrem dan mendorong sistem ekonomi yang inklusif. Pasal ini juga menjadi dasar bahwa ekonomi digital sekalipun harus tetap berada dalam kerangka kebersamaan, bukan individualisme ekstrem yang mengabaikan solidaritas sosial.

Related Post

Ilustrasi Tapak Suci dibuat menggunakan teknologi AI

Tapak Suci: Perguruan Pencak Silat Muhammadiyah yang Menolak Budaya Anarkis

2 Juli 2026

Hijrah dan Dakwah Menjadi Tema Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Ukhuwah Sekarsono

22 Juni 2026

NGOPI Perdana di Masjid Al Ukhuwah Dorong Kolaborasi Pemuda Muhammadiyah Kota Pasuruan

22 Juni 2026

SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan Raih Penghargaan SMK Swasta dengan Kontribusi Beasiswa Terbanyak

20 Juni 2026

Kebaruan utama Sensus Ekonomi 2026 yang mengadopsi klasifikasi aktivitas ekonomi terbaru menunjukkan adanya kesadaran negara terhadap perubahan struktur ekonomi. Profesi baru seperti kreator digital, pekerja platform, reseller daring, hingga pekerja informal berbasis aplikasi kini mulai diakui sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional. Namun tantangannya adalah bagaimana memastikan bahwa pengakuan statistik ini juga diikuti oleh perlindungan sosial dan akses kesejahteraan yang layak.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memiliki konsep ekonomi yang menekankan social entrepreneurship dan pemberdayaan umat. Dalam dokumen Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) ditegaskan bahwa aktivitas ekonomi harus dilandasi nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Ekonomi tidak semata-mata orientasi profit, tetapi juga sarana ibadah dan pengabdian kepada kemanusiaan. Dengan demikian, data ekonomi bukan hanya angka, tetapi juga cermin moral dari sistem sosial yang dibangun.

Realitas ekonomi rumah tangga yang tersembunyi di balik “asap dapur” menunjukkan bahwa banyak keluarga Indonesia bertahan melalui strategi ekonomi informal. Mulai dari usaha kecil berbasis rumah, perdagangan mikro, hingga pekerjaan fleksibel berbasis digital. Namun, sektor ini sering kali tidak mendapatkan perlindungan yang memadai dari negara, baik dalam bentuk jaminan sosial maupun akses permodalan. Di sinilah pentingnya integrasi antara data sensus ekonomi dengan kebijakan pemberdayaan.

QS. An-Nisa ayat 29 juga memberikan prinsip etika ekonomi:
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ”
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil.”
Ayat ini menegaskan bahwa aktivitas ekonomi harus bebas dari eksploitasi dan ketidakadilan. Dalam konteks ekonomi digital, pesan ini menjadi relevan untuk mengkritisi praktik kerja yang tidak adil di platform digital, termasuk ketimpangan antara pemilik platform dan pekerja.

Sensus Ekonomi 2026 juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat basis data ekonomi umat. Muhammadiyah melalui amal usaha dan jaringan sosialnya memiliki potensi besar dalam membantu pemetaan ekonomi masyarakat akar rumput. Dengan data yang akurat, intervensi ekonomi seperti pemberdayaan UMKM, pelatihan digital, dan akses pembiayaan syariah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Dalam perspektif UUD 1945 Pasal 27 ayat (2), ditegaskan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Ini berarti negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap bentuk pekerjaan, termasuk ekonomi digital dan informal, mendapatkan pengakuan dan perlindungan yang layak. Sensus ekonomi menjadi pintu masuk untuk memastikan amanat konstitusi ini berjalan secara nyata.

Ekonomi berkemajuan Muhammadiyah menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan ekonomi, bukan sekadar objek pertumbuhan. Oleh karena itu, data ekonomi harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan umat. Tanpa itu, angka pertumbuhan ekonomi seperti 5,61 persen hanya akan menjadi statistik yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas sosial di lapangan.

Fenomena big data dan percakapan media sosial yang menggambarkan optimisme sekaligus keresahan ekonomi menunjukkan adanya dualitas realitas ekonomi Indonesia. Di satu sisi, ada narasi pertumbuhan dan investasi; di sisi lain, ada narasi perjuangan harian masyarakat kecil. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menjembatani kesenjangan narasi ini agar kebijakan publik tidak hanya berbasis pada angka besar, tetapi juga pada pengalaman hidup nyata masyarakat.

Pada akhirnya, “asap dapur” adalah indikator paling jujur dari kondisi ekonomi rakyat. Ia tidak selalu tercatat dalam laporan resmi, tetapi sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam semangat Muhammadiyah, ekonomi harus menjadi jalan untuk menegakkan keadilan sosial dan memuliakan manusia. Sebagaimana nilai rahmatan lil ‘alamin, pembangunan ekonomi seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan tidak ada satu pun dapur yang kehilangan asapnya.

Editor: Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ekonomimuhammadiyah
ShareTweetShare
Nashrul Muminin

Nashrul Muminin

Related Posts

Ilustrasi Tapak Suci dibuat menggunakan teknologi AI
Opini

Tapak Suci: Perguruan Pencak Silat Muhammadiyah yang Menolak Budaya Anarkis

oleh Yogi Arfan
2 Juli 2026
Kabar

Hijrah dan Dakwah Menjadi Tema Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Ukhuwah Sekarsono

oleh Firnas Muttaqin
22 Juni 2026
NGOPI Perdana Muhammadiyah Pasuruan petakan potensi kader muda dan lahirkan program prioritas tim media sosial AUM. (Foto: Firnas/pasmu.id)
Kabar

NGOPI Perdana di Masjid Al Ukhuwah Dorong Kolaborasi Pemuda Muhammadiyah Kota Pasuruan

oleh Firnas Muttaqin
22 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan (foto: Haedar/pasmu.id)

Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan

6 Juni 2026
MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Pasuruan melepas generasi berprestasi menuju masa depan gemilang.

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Kota Pasuruan Melepas Generasi Berprestasi Menyongsong Masa Depan Gemilang

21 Juni 2026
TK ABA 2 Kota Pasuruan kembali meraih Juara 1 Soeropati Marching Competition 2026 membanggakan. (foto: istimewa)

TK ABA 2 Kota Pasuruan Raih Juara 1 Soeropati Marching Competition 2026

9 Juni 2026
Drs. Muhammad Fatoni, M.Pd. memberikan materi pada Raker Pesantren SPEAM 2026/2027 terima pembinaan karakter dan profesionalisme guru dari PDM Kota Pasuruan. (foto: Umar Effendi/pasmu.id)

Pembinaan dari Ketua Dikdasmen PNF Kota Pasuruan Warnai Raker SPEAM 2026/2027

24 Juni 2026
Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memetakan ekonomi informal dan mewujudkan keadilan sosial sesuai nilai Muhammadiyah. (Ilustrasi: AI)

Membaca Realitas Ekonomi Umat dalam Perspektif Ekonomi Berkemajuan Muhammadiyah

6 Juli 2026
Ustadz Ahmad Baidowi mengajak jamaah bertobat dan memperbanyak istigfar sebelum ajal menjemput. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)

Ustadz Ahmad Baidowi Ajak Jamaah Perbanyak Tobat Sebelum Ajal Tiba

6 Juli 2026
Islam menjaga kesehatan mental melalui keseimbangan fisik, spiritual, dzikir, dan hati yang bersih agar hidup tentram. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

5 Juli 2026
Ketua MUI Pasuruan ajak jaga persatuan, jadikan keberagaman kekuatan, dan rawat harmoni bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)

Ketua MUI Kota Pasuruan Ajak Perkuat Persatuan dalam Sarasehan Kebangsaan

5 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan