• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Di Mana Posisi Jiwamu? Membedah Hubungan antara Rasa Syukur dan Kebahagiaan

Dary Yumna Joesi oleh Dary Yumna Joesi
36 detik yang lalu
in Opini
0
Ilustrasi dibuat menggunakan AI

Ilustrasi dibuat menggunakan AI

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Hubungan antara rasa syukur dan kebahagiaan sering kali dianggap sederhana: jika kamu bersyukur, kamu pasti bahagia. Padahal, dinamika emosi manusia jauh lebih kompleks dari itu. Syukur adalah sebuah sikap mental, sedangkan kebahagiaan adalah kondisi emosional.

Keduanya bisa saling bertumpuk, berseberangan, atau bahkan hilang bersamaan. Untuk memahami bagaimana kedua elemen ini bekerja dalam hidup kita, mari kita bedah empat kombinasi yang mungkin sedang—atau pernah—kamu alami.

Bersyukur dan Bahagia: Zona Kedamaian Utuh

Ini adalah kondisi ideal yang dicari banyak orang. Di titik ini, persepsi pikiran dan kondisi emosionalmu berada dalam harmoni yang sempurna. Kamu tidak hanya menikmati momen manis atau pencapaian hidup, tetapi juga benar-benar menyadari dan menghargai keberadaannya.

Orang yang berada di fase ini tidak selalu memiliki segalanya. Mereka bisa saja hidup sederhana, namun memiliki kemampuan tinggi untuk menikmati hal-hal kecil: secangkir kopi hangat di pagi hari, percakapan jujur dengan teman, atau sekadar tubuh yang sehat.

Related Post

Kirana Tias Savira naik podium di  10th Asian Pencak Silat Championship 2026/news.ums.ac.id

Atlet Tapak Suci dari UMS Raih Emas di Ajang Asian Pencak Silat Championship 2026

27 Juli 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

25 Juli 2026

Tidak Ada Ilmu Kebal dan Mistik di Tapak Suci, Ujian Naik Tingkat bahkan Harus Baca Al-Qur’an

22 Juli 2026

Bersama PasMu dan Lazismu, Masjid Al-Ukhuwah Sukses Gelar Dialog Interaktif ‘NGOPI Vol. 2’

19 Juli 2026

Kebahagiaan di sini terasa tenang, berakar kuat, dan tidak mudah berguncang oleh dinamika luar karena ditopang oleh fondasi rasa syukur yang tulus.

Bersyukur dan Tidak Bahagia: Fondasi di Tengah Badai

Banyak orang mengira kondisi ini mustahil, padahal ini adalah salah satu bentuk kedewasaan emosional tertinggi. Kamu bisa berada dalam rasa sakit yang mendalam—misalnya saat berduka, mengalami kegagalan besar, atau menghadapi masa-masa sulit—namun tetap mampu mengakui hal-hal baik yang masih tersisa.

Rasa syukur di sini bukan bentuk toxic positivity atau berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Kamu berhak merasa sedih, kecewa, atau lelah. Namun, di tengah air mata itu, kamu masih menyadari: “Saya sedang terluka, tapi saya bersyukur masih memiliki orang-orang yang mendukung saya.”

Rasa syukur dalam kondisi ini berfungsi sebagai jangkar; ia tidak langsung menghapus rasa sakitmu, tetapi mencegahmu tenggelam lebih dalam.

Tidak Bersyukur dan Bahagia: Euforia Semu yang Rapuh

Kondisi ini sering muncul saat seseorang mendapatkan apa yang ia inginkan—pujian, kesuksesan finansial, atau hiburan—tanpa adanya rasa penghargaan yang mendalam. Rasa bahagianya nyata, tetapi sifatnya sangat sementara dan dangkal (hedonic treadmill).

Orang dalam fase ini menikmati sensasi atau euforia momen tersebut, namun dengan cepat merasa kurang setelah sensasinya hilang. Karena tidak dialasi rasa syukur, kebahagiaan jenis ini sangat bergantung pada stimulasi eksternal.

Begitu pencapaian atau hiburan itu selesai, ada rasa hampa yang langsung menuntut pemicu baru. Ini adalah kebahagiaan yang ringkih dan mudah runtuh ketika keadaan berubah sedikit saja.

Tidak Bersyukur dan Tidak Bahagia: Spiral Lingkaran Setan

Ini adalah kondisi paling melelahkan secara mental. Ketika seseorang tidak mampu melihat kebaikan sekecil apa pun dalam hidupnya, dan di saat yang sama merasakan penderitaan emosional yang berat.

Pikiran didominasi oleh fokus pada apa yang hilang, apa yang merugikan, atau apa yang belum dicapai. Dalam keadaan ini, seseorang rentan merasa menjadi korban keadaan (victim mentality). Setiap masalah terasa berlipat ganda karena tidak ada ruang bagi apresiasi untuk masuk.

Spiral negatif ini membuat hari-hari terasa makin berat, sebab fokus pikiran secara otomatis memblokir hal-hal positif yang sebenarnya mungkin ada di sekitar. Menyadari di mana posisi kita dalam matriks ini adalah langkah awal untuk berdamai dengan diri sendiri.

Kebahagiaan mungkin adalah emosi yang datang dan pergi sesuai situasi, tetapi rasa syukur adalah otot mental yang bisa kita latih kapan saja—bahkan di hari-hari yang paling kelabu.


Referensi:

  • Emmons, R. A. (2007). Thanks! How Practicing Gratitude Can Make You Happier. Houghton Mifflin Harcourt.
    Catatan: Buku karya pakar psikologi rasa syukur dunia ini menjelaskan secara mendalam bagaimana latihan bersyukur secara langsung memengaruhi tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental.
  • Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being. Free Press.
    Catatan: Membahas konsep PERMA Model (psikologi positif) yang membedakan antara kebahagiaan sesaat (pleasure) dan kesejahteraan emosional yang mendalam (well-
    being).
  • Brickman, P., Coates, D., & Janoff-Bulman, R. (1978). Lottery winners and accident victims: Is happiness relative? Journal of Personality and Social Psychology.
    Catatan: Penelitian klasik mengenai konsep Hedonic Treadmill (kebahagiaan semu/sementara tanpa pemaknaan mendalam).
  • Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-andbuild theory of positive emotions. American Psychologist.
    Catatan: Teori yang menjelaskan bagaimana emosi positif seperti syukur dapat menjadi “jangkar” atau daya tahan (resilience) saat seseorang sedang mengalami emosi negatif atau tidak bahagia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: muhammadiyahselfupdate
ShareTweetShare
Dary Yumna Joesi

Dary Yumna Joesi

Mechanical Engineering graduate specializing in materials, manufacturing, and energy conversion, currently serving as an Automotive Engineering teacher and school data administrator (operator) at SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan. \,,/ Just Enjoyneering this life \,,/

Related Posts

Kirana Tias Savira naik podium di  10th Asian Pencak Silat Championship 2026/news.ums.ac.id
Kabar

Atlet Tapak Suci dari UMS Raih Emas di Ajang Asian Pencak Silat Championship 2026

oleh Yogi Arfan
27 Juli 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu
Kabar

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

oleh Yogi Arfan
25 Juli 2026
Ilustrasi Tapak Suci/Dibuat menggunakan AI
Opini

Tidak Ada Ilmu Kebal dan Mistik di Tapak Suci, Ujian Naik Tingkat bahkan Harus Baca Al-Qur’an

oleh Yogi Arfan
22 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur

PW IPM Jawa Timur Siap Sinergikan Program PP IPM 2026-2028

19 Juli 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI

Di Mana Posisi Jiwamu? Membedah Hubungan antara Rasa Syukur dan Kebahagiaan

28 Juli 2026
Kirana Tias Savira naik podium di  10th Asian Pencak Silat Championship 2026/news.ums.ac.id

Atlet Tapak Suci dari UMS Raih Emas di Ajang Asian Pencak Silat Championship 2026

27 Juli 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

25 Juli 2026
Kisah Mahabharata dan Yunani agung, namun sejarah Islam punya pahlawan nyata seperti Thariq, Shalahuddin, dan Al-Fatih. (Ilustrasi: AI)

Tidak Perlu Fomo Terhadap Cerita dan Film Odyssey, Sejarah Islam Diam-Diam Menyimpan Kisah yang Lebih Menggetarkan

24 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan