• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Menunda Keinginan, Menjemput Masa Depan: Resonansi Riset Stanford dan Al-Qur’an

Suharsono oleh Suharsono
42 detik yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Ustaz Heru: Kontrol diri anak hari ini adalah fondasi kesuksesan masa depan yang kokoh dan berkah. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Ustaz Heru: Kontrol diri anak hari ini adalah fondasi kesuksesan masa depan yang kokoh dan berkah. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan — Di tengah godaan serba instan yang mengepung kehidupan anak-anak masa kini, sebuah pertanyaan mendasar muncul: apa yang mendasari keberhasilan masa depan seorang anak? Jawaban atas pertanyaan penting ini mengemuka dalam Kuliah Subuh yang berlangsung hangat di Masjid Darul Arqam, Jalan KH. Wachid Hasyim No. 202, Pasuruan, pada Kamis (23/7/2026).

Menyampaikan gagasan bertajuk “Pengaruh Menunda Kemauan (Self-Control) dengan Masa Depan (Self-Regulation) pada Anak”, Ust. H. Heru Winarno, M.BA mengupas tuntas keterkaitan antara kontrol diri sejak dini, masa depan anak, serta penguatannya dalam wahyu Ilahi.

Eksperimen Marshmallow yang Mengejutkan
Mengawali paparannya, Ust. Heru mengangkat karya klasik fenomenal dari Walter Mischel dan timnya di Stanford University yang dikenal dengan Stanford Marshmallow Experiment. Dalam eksperimen tersebut, anak-anak dihadapkan pada pilihan sederhana: memakan satu marshmallow secara langsung, atau menahannya beberapa menit demi mendapatkan hadiah berupa dua marshmallow.

“Hasil studi jangka panjang terhadap anak-anak tersebut sungguh mengejutkan,” tutur Ust. Heru di hadapan para jamaah.

Related Post

Ustadz Ahmad Baidowi mengajak jamaah bertobat dan memperbanyak istigfar sebelum ajal menjemput. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)

Ustadz Ahmad Baidowi Ajak Jamaah Perbanyak Tobat Sebelum Ajal Tiba

6 Juli 2026
Islam menjaga kesehatan mental melalui keseimbangan fisik, spiritual, dzikir, dan hati yang bersih agar hidup tentram. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

5 Juli 2026

Tafsir Surah Al-Zalzalah: Umat Diingatkan Bertanggung Jawab atas Setiap Amal

3 Juli 2026

Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Ukhuwah Bahas Tata Cara Shalat Sesuai Sunnah

28 Juni 2026

Anak-anak yang mampu menahan diri—menunda kemauan demi hasil yang lebih besar di masa depan (self-control)—terbukti tumbuh menjadi pribadi dengan regulasi diri (self-regulation) yang jauh lebih mantap. Berpuluh tahun kemudian, mereka mencatatkan pencapaian akademik yang lebih tinggi, tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih stabil, serta kesuksesan karier yang lebih mapan dibanding kelompok anak yang memilih kepuasan instan.

Resonansi Al-Qur’an: Membingkai Jiwa dan Pengendalian Diri
Menariknya, jauh sebelum psikologi modern menemukan korelasi ini, Al-Qur’an telah meletakkan pondasi mendasar mengenai dinamika nafsu dan pentingnya penyucian jiwa. Ust. Heru menegaskan bahwa penemuan ilmiah Mischel pada hakikatnya beresonansi sempurna dengan ajaran Islam.

Kecenderungan alami manusia yang selalu menginginkan kepuasan mendadak tergambar jelas dalam Surat Yusuf ayat 53:

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku…”

Apabila dorongan nafsu dan kepuasan instan tersebut dipelihara tanpa kendali, anak akan sulit berkembang. Sebaliknya, upaya melatih kontrol diri dan menata jiwa adalah kunci keselamatan dan keberhasilan, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Asy-Syams ayat 9–10:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ۖ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

Pelajaran Bagi Para Orang Tua
Melalui perpaduan antara sains dan nilai spiritual ini, pesan utama bagi para orang tua dan pendidik menjadi sangat jelas: melatih anak untuk mengendalikan diri bukanlah bentuk pengekangan, melainkan investasi masa depan.

Mengajarkan anak untuk bersabar, menunda kepuasan (delayed gratification), dan mengendalikan keinginan adalah langkah awal membentuk karakter tangguh. Anak yang terbiasa mengendalikan nafsunya sejak dini akan tumbuh menjadi pribadi yang berdisiplin, fokus pada tujuan jangka panjang, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Menyucikan jiwa dan melatih kontrol diri adalah ikhtiar mendidik anak agar tak sekadar cerdas, tetapi juga bijaksana dalam mengarungi masa depannya,” pungkas Ust. Heru menutup

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: darul arqomkajiansubuh
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Ustadz Ahmad Baidowi mengajak jamaah bertobat dan memperbanyak istigfar sebelum ajal menjemput. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)
Kajian

Ustadz Ahmad Baidowi Ajak Jamaah Perbanyak Tobat Sebelum Ajal Tiba

oleh Firnas Muttaqin
6 Juli 2026
Islam menjaga kesehatan mental melalui keseimbangan fisik, spiritual, dzikir, dan hati yang bersih agar hidup tentram. (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

oleh Suharsono
5 Juli 2026
Kajian Surah Al-Zalzalah di Pasuruan ingatkan amal sekecil debu tetap dihisab Allah. (Foto: FIRNAS MUTTAQIN/pasmu.id)
Kajian

Tafsir Surah Al-Zalzalah: Umat Diingatkan Bertanggung Jawab atas Setiap Amal

oleh Firnas Muttaqin
3 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur

PW IPM Jawa Timur Siap Sinergikan Program PP IPM 2026-2028

19 Juli 2026
Ustaz Heru: Kontrol diri anak hari ini adalah fondasi kesuksesan masa depan yang kokoh dan berkah. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Menunda Keinginan, Menjemput Masa Depan: Resonansi Riset Stanford dan Al-Qur’an

23 Juli 2026
Ilustrasi Tapak Suci/Dibuat menggunakan AI

Tidak Ada Ilmu Kebal dan Mistik di Tapak Suci, Ujian Naik Tingkat bahkan Harus Baca Al-Qur’an

22 Juli 2026
Christopher Nolan membuktikan teknologi IMAX terus berevolusi demi mendekatkan sinema pada realitas visual yang autentik. (Ilustrasi: AI)

Christopher Nolan, IMAX, dan The Odyssey: Ketika Teknologi Tidak Lagi Sekadar Alat

21 Juli 2026
Ketua PP IPM

Eco Smart School, Kolaborasi IPM dan Pemerintah Bangun Sekolah Berbasis Kesadaran Ekologis

21 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan