Pasuruan – Pengajian rutin Kamis malam Jumat di Masjid At-Taqwa Kampung Jagalan, Kota Pasuruan, pada Kamis (2/7/2026), menghadirkan Ustadz Yusuf Hasymi yang mengupas tafsir Surah Al-Zalzalah. Kajian tersebut mengajak jamaah memperkuat kesadaran akan datangnya hari kiamat dan pentingnya mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan di hadapan Allah SWT.
Dalam ceramahnya, Ustadz Yusuf menjelaskan bahwa Surah Al-Zalzalah menggambarkan dahsyatnya peristiwa hari kiamat ketika bumi berguncang hebat dan mengeluarkan seluruh isi yang tersimpan di dalamnya. Pada saat itu, bumi akan menjadi saksi atas seluruh amal manusia karena Allah telah mewahyukan kepadanya untuk menyampaikan apa yang pernah dilakukan manusia selama hidup di dunia.
Menurutnya, penggunaan kata awha laha (Allah mewahyukan kepadanya) menunjukkan bahwa seluruh alam semesta tunduk kepada perintah Allah. Sebagaimana Allah pernah memberikan wahyu kepada Nabi Musa AS maupun makhluk lainnya sesuai kehendak-Nya, demikian pula bumi kelak akan berbicara atas izin Allah.
Ustadz Yusuf juga menguraikan ayat yang menjelaskan bahwa manusia akan keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok untuk diperlihatkan seluruh amal perbuatannya. Seluruh identitas duniawi seperti suku, keluarga, jabatan, maupun golongan tidak lagi menjadi pembeda. Yang menjadi ukuran hanyalah amal saleh dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, dimulai dari alam ruh, kemudian alam rahim, kehidupan dunia, alam kubur, padang mahsyar, hingga akhirnya kembali kepada Allah SWT untuk menerima balasan atas seluruh amal yang telah dilakukan.
Dalam penjelasannya, Ustadz Yusuf membedakan antara perbuatan (fi’l) dan amal (‘amal). Amal tidak sekadar aktivitas fisik, tetapi merupakan perbuatan yang disertai niat sehingga memiliki nilai di sisi Allah. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya meluruskan niat dalam seluruh aktivitasnya agar bernilai ibadah.
Mengutip penutup Surah Al-Zalzalah, beliau menegaskan bahwa sekecil apa pun amal kebaikan maupun keburukan akan diperlihatkan pada hari kiamat. Bahkan amal yang diibaratkan sebesar zarrah atau debu sekalipun tidak akan luput dari perhitungan Allah SWT.
Sebagai ilustrasi, Ustadz Yusuf menyampaikan kisah seorang mahasiswa Barat yang melakukan penelitian tentang ajaran Islam melalui pengalaman hidup sederhana di tengah masyarakat. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan nilai-nilai kepedulian, sedekah, dan akhlak mulia yang menjadi bukti nyata keindahan ajaran Islam hingga akhirnya semakin tertarik mempelajari agama ini.
Beliau juga mengisahkan berbagai contoh dari sejarah Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS sebagai pelajaran bahwa Allah selalu memiliki ketetapan dan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Menutup kajiannya, Ustadz Yusuf Hasymi mengajak seluruh jamaah agar tidak meremehkan amal sekecil apa pun. Senyum, sedekah, membantu sesama, maupun kebaikan yang tampak sederhana akan dicatat oleh Allah SWT dan menjadi bekal ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya pada hari pembalasan.
Editor: Marjoko













