Suasana di Aula SMP Muhammadiyah 6 Krian pada Sabtu pagi (15/8/2026) terasa berbeda. Alunan lagu populer “Sandiwara Cinta” milik band Republik terdengar, namun dengan lirik yang telah digubah secara kreatif. Ini bukanlah konser musik, melainkan pembukaan dari Pelatihan Simpatik “Sistem Informasi dan Perangkat Ajar Interaktif.”
Langkah unik Agus Subekti (Ketua APSI Jawa Timur) selaku pemateri membuka acara dengan lagu yang sudah familiar ini terbukti efektif. Gelak tawa dan semangat para guru langsung menyala, menciptakan atmosfer yang cair dan kondusif untuk menyerap materi pelatihan yang krusial bagi masa depan pendidikan di Krian.
Belajar Tiada Henti
Pelatihan yang dihadiri oleh seluruh bapak dan ibu guru SMP Muhammadiyah 6 Krian ini dibuka oleh Plt Kepala Sekolah, Khusnul Fu’ad, S.Pd. Dalam sambutannya yang sarat makna, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai pembelajar.
Khusnul Fu’ad menyinggung konsep “pembelajaran sepanjang hayat” (life long learning). Di era yang terus berubah ini, beliau mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga harus terus meng-upgrade kompetensi diri agar tetap relevan dan mampu membimbing siswa secara optimal.
Membangun Sayap Digital
Semangat belajar sepanjang hayat ini sejalan dengan tujuan pelatihan yang ingin mewujudkan ruang kelas digital yang visioner. Sebagaimana yang tertulis dalam slide presentasi yang dipajang di layar aula: “Ruang kelas digital bukan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan untuk memberikan Anda sayap agar dapat membimbing siswa terbang lebih tinggi.”
Visi ini mencerminkan pemahaman yang mendalam bahwa teknologi hanyalah alat. Kekuatan utama pendidikan tetap ada pada interaksi yang bermakna antara guru dan siswa, dan teknologi hadir untuk memperkuat interaksi tersebut.
Peta Jalan Digital: Dari Konsep ke Praktik
Materi pelatihan yang disajikan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberikan peta jalan (road map) yang jelas bagi para guru dalam menghadapi transformasi digital. Pelatihan dirancang dalam tiga tahapan penting:
- Checkpoint 1: Sesi Makro (Transformasi Digital Pendidikan: Filsafat & Arah). Sesi ini memberikan landasan berpikir tentang pergeseran paradigma pembelajaran di era digital.
- Checkpoint 2: Sesi Meso (Penyusunan Administrasi Berbasis Teknologi: Sistem & Tata Kelola). Materi ini fokus pada otomatisasi administrasi sekolah agar proses manajemen menjadi lebih efisien.
- Checkpoint 3: Sesi Mikro (Praktik Penyusunan Perangkat Ajar Interaktif: Workshop Hands-On). Pada tahap akhir ini, para peserta diajak untuk praktik langsung dalam menyusun perangkat ajar interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Sepanjang pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini, antusiasme para guru sangat tinggi. Berbagai materi lain seperti siklus pedagogi digital (the flywheel) dan tiga langkah mengatasi friksi digital juga dibahas secara mendalam, memberikan bekal praktis bagi para pendidik.
Dengan adanya pelatihan ini, SMP Muhammadiyah 6 Krian menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Masa depan pendidikan Krian sedang dibangun hari ini, melalui tangan-tangan terampil para gurunya yang tak pernah lelah belajar.
Editor: Marjoko













