KPM Cabang Surabaya bersama Jaringan KPM Kota Pasuruan menggelar Workshop TKA Kota Pasuruan dengan tema “Optimasi Capaian Hasil TKA Siswa dengan Pendekatan Jalur Langit dan Jalur Bumi”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026) di SD Al Kautsar Kota Pasuruan, Jalan Ir. H. Juanda No. 75.
Workshop yang diikuti pimpinan sekolah dan guru SD/SMP sederajat ini menjadi ruang penguatan strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya memadukan ikhtiar akademik yang terarah dengan penguatan aspek spiritual dalam mendampingi siswa.
Kepala KPM Cabang Surabaya, Drs. H. M. Arodhi, yang juga merupakan konsultan pendidikan jenjang SD/MI hingga SMA/MA, hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa optimalisasi hasil TKA tidak cukup hanya mengandalkan latihan soal, tetapi membutuhkan strategi pembelajaran, pendampingan, evaluasi, dan kesiapan mental siswa yang dilakukan secara konsisten.
Pendekatan “jalur bumi” dalam workshop diarahkan pada berbagai ikhtiar nyata sekolah, mulai dari pemetaan kemampuan siswa, penguatan konsep, pembelajaran terarah, latihan yang terukur, hingga evaluasi berkala. Sementara “jalur langit” menekankan pentingnya doa, keikhlasan, keteladanan, serta membangun suasana pendidikan yang mendukung kesiapan lahir dan batin siswa.
Kepala SD Al Kautsar Kota Pasuruan, Mustakin, S.Pd.I, S.Pd, menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting bagi sekolah dan guru agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam mendampingi siswa menghadapi TKA.
“Kami menyambut baik kegiatan Workshop TKA ini karena guru tidak hanya membutuhkan strategi teknis dalam mempersiapkan siswa, tetapi juga perlu memahami bagaimana memberikan pendampingan yang utuh. Ikhtiar akademik harus berjalan seiring dengan doa dan penguatan karakter siswa,” ujar Mustakin Kepala SD Al Kautsar
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru serta berdampak pada peningkatan kualitas pendampingan siswa di sekolah.
“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, para guru semakin siap menyusun strategi pembelajaran dan pendampingan TKA. Yang paling penting, siswa tidak merasa terbebani, tetapi justru mendapatkan pendampingan yang terarah sehingga dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.
Workshop berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Selain mendapatkan materi dan wawasan mengenai strategi sukses TKA, peserta juga memperoleh snack dan minum, e-sertifikat, kesempatan konsultasi dan pendampingan sukses TKA, serta doorprize berupa buku Tangkas TKA Matematika SD/SMP bagi peserta yang beruntung.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi TKA. Kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa dinilai menjadi salah satu kunci penting agar proses persiapan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga membangun budaya belajar yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui perpaduan antara “jalur bumi” berupa ikhtiar akademik yang terencana dan “jalur langit” berupa doa serta penguatan spiritual, sekolah diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh kepada siswa dalam menghadapi TKA.













