• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Tingkatkan Kompetensi Para Pendidik, PDM Kota Pasuruan Gelar Capacity Building Sekolah Muhammadiyah

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
6 bulan yang lalu
in Kabar
1
13
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Capacity Building: Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Sekolah Muhammadiyah Kota Pasuruan, Selasa (3/12), bertempat di Hotel Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah serta guru-guru dari seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kota Pasuruan, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PDM Kota Pasuruan, Ustaz Abu Nasir, beserta jajaran pengurus PDM lainnya, serta perwakilan dari Aisyiyah Kota Pasuruan. Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah secara bersama-sama sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan persyarikatan.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Phonny Aditiawan Mulyana, Ketua Badan Akreditasi Nasional Provinsi Jawa Timur sekaligus Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, membawakan materi tentang leadership. Dalam pemaparannya, Phonny menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah seni dalam mengambil keputusan. “Leadership is the art of making decision on behalf of others and for others,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan dua sistem yang ada dalam lingkungan sekolah, yakni eco-system dan ego-system. Eco-system berarti setiap tindakan akan berdampak pada keseluruhan sekolah, sedangkan ego-system bersifat personal dan memengaruhi relasi kepemimpinan dalam sebuah sistem sekolah. Menurutnya, ego-system perlu dikendalikan karena berada “di bawah gunung es” dan sering kali tidak terlihat. Seorang pemimpin, lanjutnya, tidak hanya harus memahami eco-system, tetapi juga ego-system.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Selain itu, Phonny memperkenalkan konsep Power Trilemma dalam kepemimpinan, yaitu leadership, followership, dan powership. Ketiganya, menurutnya, harus berada pada titik keseimbangan (equilibrium), meskipun dalam kondisi tertentu pemimpin bisa cenderung ke salah satu aspek sesuai situasi dan kebutuhan.

Para peserta Capacity Building/Pasmu

Materi kedua disampaikan oleh Ustaz M. Saladin tentang Growth Mindset. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua tipe pola pikir, yakni growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat tumbuh dan berkembang melalui proses belajar dan latihan, sedangkan fixed mindset meyakini bahwa kemampuan bersifat bawaan dan tidak dapat berubah.

Ustaz M. Saladin mengutip definisi growth mindset dari buku karya Carol S. Dweck sebagai stimulus atau keyakinan yang mengkristal dalam diri seseorang sehingga memengaruhi cara memahami diri sendiri, orang lain, dan berbagai situasi. Ia menegaskan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat terus berkembang jika dibarengi dengan pembelajaran dan pelatihan secara berkelanjutan.

Usai sesi kedua, peserta mengikuti istirahat makan siang dan salat, sebelum memasuki materi ketiga yang disampaikan oleh Ustaz M. Fathoni tentang SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) Sekolah/Madrasah Muhammadiyah. Dalam paparannya, Ustaz Fathoni menekankan dua kunci utama agar sebuah sekolah bisa berkembang dan diminati banyak siswa, yakni disiplin dan pelayanan.

Ia mencontohkan hal sederhana seperti tidak ada guru yang datang terlambat serta pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada murid dan wali murid dengan sikap ramah, sapa, dan murah senyum. Selain itu, Ustaz Fathoni juga memaparkan klaster kondisi sekolah Muhammadiyah yang dianalogikan dengan rumah sakit, mulai dari kategori “Sehat” dengan jumlah murid di atas 600, hingga kategori “UGD” dengan jumlah murid di bawah 100.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan 11 jurus sukses SPMB, di antaranya MENTAS (Menentukan Target Siswa), PESMA (Pendaftaran Sepanjang Masa), MELOSI (Mendata Calon Siswa), hingga PRAYER (Doa). Tak hanya itu, Ustaz Fathoni juga berbagi praktik baik yang telah dijalankan oleh SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, seperti budaya disiplin, pelayanan prima, absensi digital yang terhubung langsung ke wali murid, hingga program supervisi rutin oleh kepala sekolah.

Setelah seluruh materi disampaikan, Ketua PDM Kota Pasuruan, Ustaz Abu Nasir, memberikan closing statement sekaligus menyimpulkan tiga materi utama yang telah dipaparkan para narasumber. Ia berharap kegiatan Capacity Building ini mampu memberikan pemahaman, motivasi, serta semangat baru bagi para kepala sekolah dan guru Muhammadiyah di Kota Pasuruan.

Harapannya, kegiatan ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Pasuruan dapat terus berkembang, meningkat kualitasnya, dan semakin diminati masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis PDM Kota Pasuruan dalam memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah, agar mampu bersaing dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan, khususnya di Kota Pasuruan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: islammuhammadiyahpendidikan
Share5Tweet3Share1
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Di Balik Nama “MuCES”: Kisah Sebuah Relokasi dan Harapan Baru di Pasuruan

Comments 1

  1. Sri Endang P I says:
    6 bulan yang lalu

    Menarik dan mengesankan

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan