• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

PDM Kota Pasuruan Gelar Upgrading Angkatan Muda Muhammadiyah, Perkuat Kepemimpinan dan Sinergi Gerakan

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
6 bulan yang lalu
in Kabar
0
6
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pimpinan Ortom Tingkat Daerah/Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Pasuruan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Hotel Nasional. Kegiatan ini mengusung tema “Menggali Potensi, Wujudkan Aksi, Membangun Sinergi” sebagai upaya penguatan kapasitas kepemimpinan generasi muda Muhammadiyah.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan PDM Kota Pasuruan, di antaranya Ustaz M. Nuryasin, Ustaz Anang Abdul Malik, dan Ustaz Akhyar. Turut hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Pasuruan, Moh. Solehudin. Peserta upgrading berasal dari unsur Angkatan Muda Muhammadiyah, meliputi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Kwartir Daerah Hizbul Wathan, serta Pimda 038 Tapak Suci.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang diikuti seluruh peserta. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kabag Kesra Kota Pasuruan, Moh. Solehudin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan upgrading tersebut. “Saya mendukung acara ini, bagaimana agar kaum muda bisa mengekspresikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sesi keynote speech disampaikan oleh Ustaz M. Nuryasin yang menggantikan Ustaz Abu Nasir karena berhalangan hadir. Dalam materinya bertajuk “Upgrade Diri”, Ustaz Nuryasin menekankan pentingnya pengembangan kapasitas diri di tengah tantangan zaman. Menurutnya, terdapat sejumlah alasan mendasar mengapa setiap kader harus terus melakukan peningkatan diri, antara lain visi ilahi, potensi yang dimiliki, adanya estafet kepemimpinan, pentingnya sinergi, kompetisi, peluang peningkatan rezeki, serta penilaian dari Allah SWT.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Ia juga menegaskan bahwa ukuran seseorang dalam bekerja bukan sekadar pada proses, melainkan pada hasil yang tuntas. Hal tersebut ia jelaskan melalui empat tangga bekerja, yakni kecil proses, kecil dan beres, besar proses, serta besar dan beres. Selain itu, Ustaz Nuryasin memaparkan cara menambah kapasitas diri, yaitu memiliki kemauan dan doa, menambah ilmu, bersedia dipandu, serta siap menerima amanah baru.

Materi pertama setelah keynote speech disampaikan oleh Ustaz Moh. Taufik dengan tema Rencana Tindak Lanjut Upgrading AMM. Ia menyoroti paradigma kepemimpinan yang dibagi ke dalam delapan prinsip, yaitu trust, openness, paradigma torsi, responsibility, synergy, empowering, interdependence, serta prinsip 5K: komitmen, kompak, kokoh, kontribusi, dan konsisten.

Paradigma tersebut, menurutnya, relevan dengan kepemimpinan Muhammadiyah yang dimaknai sebagai kemampuan mempengaruhi dan menggerakkan seluruh organ persyarikatan secara sistematis dalam menjalankan misi untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Setelah sesi istirahat, shalat, dan makan (ishoma), kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Hery Kustanto bertajuk “Aktualisasi Diri dan Kontribusi AMM di Persyarikatan dan Ruang Publik”. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab, bukan mencari alasan. Menurutnya, setiap kontribusi kebaikan tidak akan hilang, melainkan akan kembali dalam bentuk lain. Ia juga menyampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyiapkan penggantinya menjadi pemimpin yang lebih baik.

Dalam paparannya, Hery Kustanto menguraikan tujuh leadership skills dalam Muhammadiyah, yakni etos kebesaran dengan landasan ilmu dan keikhlasan, memahami karakteristik “pelanggan” atau objek dakwah, menciptakan narasi dan inovasi baru, kolaborasi, pemanfaatan media sosial, manajemen waktu, serta orientasi pada manfaat dan solusi bagi masyarakat. Ia menutup dengan menegaskan bahwa prinsip pemimpin yang baik dan berhasil hanya ada dua, yaitu dermawan dan bijaksana.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Marjoko dengan tema “Keharusan dan Relevansi Ber-Muhammadiyah di Era Milenial”. Ia menjelaskan latar belakang lahirnya Muhammadiyah dari kegelisahan K.H. Ahmad Dahlan terhadap kondisi umat Islam yang tertinggal dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemikiran, serta masih bercampurnya ajaran Islam dengan praktik syirik dan khurafat. Menurutnya, karakter dakwah Muhammadiyah menekankan logika, ilmu, dan amal usaha, bukan kisah mistik atau karomah.

Marjoko juga mengulas makna “wajib bermuhammadiyah”. Menurutnya, jika bermuhammadiyah dimaknai sebagai berislam dengan akal sehat, menghindari kultus figur, dan beramal berdasarkan ilmu, maka sikap tersebut memang layak disebut wajib. Namun, jika hanya sebatas keanggotaan tanpa kesadaran nilai, hal itu tidak lebih dari fanatisme simbolik. Muhammadiyah, tegasnya, adalah kesadaran ideologis, bukan sekadar atribut organisasi.

Pada sesi akhir, Ustaz Anang Abdul Malik memandu focus group discussion (FGD) sekaligus memberikan kesimpulan atas seluruh rangkaian materi. Ia memaparkan syarat-syarat agar sebuah generasi mampu bertahan dan berperan di abad ke-21, yaitu memiliki kompetensi berpikir kritis, kreativitas, kemampuan kolaboratif, keterampilan komunikasi asertif dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, serta compassion atau welas asih yang luas.

Melalui kegiatan upgrading ini, PDM Kota Pasuruan berharap kapasitas kepemimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah semakin meningkat, sehingga mampu berkontribusi secara nyata bagi persyarikatan dan masyarakat luas di tengah dinamika zaman.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share2Tweet2Share
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Next Post

Pengajian Rutin PRA Bugul Kidul 1 Angkat Tema Refleksi Akhir Tahun 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan